
Marcel mendengus kesal saat melihat siapa Pria yang menghalangi mobil yang tengah di tumpangi Mereka.
''Tidak ada kapok-kapok nya bajingan itu mengganggu kita ,'' ucap Marcel sambil melirik Andre yang duduk di kursi pengemudi.
Andre terdiam tidak menanggapi ucapan dari Marcel.Andre melirik Re yang duduk di kursi penumpang dan ingin tahu reaksi Re saat melihat Pria itu kembali.
''Apa Kau ingin menemuinya Re ?'' tanya Andre sambil menatap Re yang duduk tenang di kursi penumpang.
Re terdiam,Ia masih menimbang apa yang akan terjadi bila dirinya bertemu dengan Pria itu kembali.Re tahu Pria itu sangat membencinya karna suatu kejadian di masa lalu.
''Apa Kita putar balik saja dan tidak meladeni pria bajingan itu ?'' tanya Andre saat tidak mendapat respon dari Re.
''Kau benar Dre,Aku juga lagi malas meladeni bajingan itu .'' Bukan Re yang mengeluarkan suaranya,melainkan Marcel.
''Re Kau mau kemana ?'' tanya Andre panik saat melihat Re tiba-tiba membuka pintu mobil.
Andre dan Marcel yang panik ikut keluar dari dalam mobil saat melihat Re yang sudah keluar dari dalam mobil.
Re melepas kaca mata hitamnya dan memasukkan kaca mata itu ke dalam saku jas yang di pakainya.Re melangkahkan kakinya menuju di mana seorang Pria sedang bersandar di samping pintu mobil sambil tersenyum sinis menatap Re,Andre dan Marcel.
''Wah...wah....Aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini ,'' ucap Pria yang menghadang Mobil yang di kendarai Andre.
''Kenapa Kau terkejut melihat diriKu kembali,Juan ?'' tanya Re tersenyum tipis sambil mendekati Pria yang di panggil Juan itu.
''Ya Kau benar,Aku kira Kau tidak akan menampakkan diriMu kembali setelah kejadian beberapa tahun yang lalu .'' Juan menatap penuh kebencian pada Re.
Pria yang sudah menghalangi mobil yang di kendarai Andre itu tak lain dan tak bukan adalah Juan josep.
Juan josep sangat membenci Re dan kawan-kawannya sejak mereka duduk di bangku kuliah.
Re tersenyum tipis tidak menanggapi ucapan Juan.
''Pergilah Kau Juan, Kami tidak punya banyak waktu untuk meladeni Mu .'' Usir Marcel sambil mengibaskan tangannya.
Juan tersenyum tipis saat Marcel mengusirnya.Juan sudah menunggu- nunggu sampai bertahun-tahun untuk bertemu dengan Re.Juan yakin kali ini dirinya tidak akan kalah dari Re seperti beberapa tahun yang lalu.Juan sudah hampir 3 tahun ini berlatih kemampuan berkelahi nya dengan seorang guru terkenal.Dan ingin membuktikan sekarang dirinya pasti bisa mengalahkan Re dengan mudah.
''Re Aku ingin melihat apa Kau masih hebatnya sama persis seperti yang dulu ?'' tantang Juan sambil menatap sinis Re.
''Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni Kamu ,'' tolak Re dengan halus.
__ADS_1
Juan yang sudah tersulut emosi sejak tadi,tidak terima Re menolak tantangan untuk berkelahi dengannya.
Juan langsung saja melangkah mendekati Re dan langsung mencengkram kerah kemeja Re.
Andre dan Marcel yang melihat Juan mencengkram kerah kemeja Re,ingin langsung menerjang Juan sekarang juga.
Langkah Andre dan Marcel terhenti saat Re mengangkat tangannya agar mereka diam di tempat mereka berdiri.Andre dan Marcel langsung terdiam di tempatnya sambil menatap kesal Juan yang masih mencengkram kerah kemeja Re.
Re menyunggingkan senyum tipis dan menatap Juan yang masih menatapnya dengan kesal.
''Kalian berdua masih sama seperti dulu, sebagai anjing penurut .'' Ucap Juan sambil menghina Marcel dan Andre yang berdiri di belakang Re.
Marcel mengepalkan ke dua tangannya, Ia menatap tajam Juan yang telah menghinanya.
Kalau saja tidak di halangi oleh Andre, Mungkin sekarang Marcel dan Juan sedang berkelahi.
''Kau tidak berubah,sama seperti dulu masih emosian dan menganggap diri Mu paling hebat .'' Ucap Re sambil melepas cengkraman tangan Juan yang mencengkram kerah kemejanya.
Dengan sekali tarikan Re berhasil melepas cengkraman tangan Juan yang mencengkram kerah kemejanya.
''Pantas saja tunanganMu itu pergi meninggalkanMu karna Kamu orangnya emosian ,'' ucap Marcel menyulut emosi Juan.
''Sudah Aku bilang,Aku tidak ada sangkut pautnya putusnya hubungan Mu dengan Wanita ****** itu .'' Jelas Re .
Sudah berulang kali Re menjelaskan pada Juan, kalau putusnya hubungan pertunangan Juan bukan karna Dia.Tapi Juan sama sekali tidak mendengarnya.
''Jaga bicara Mu sialan .'' umpat Juan yang tidak terima mantan tunangannya di bilang wanita ******.
Juan langsung mengarahkan tinjuannya ke arah wajah Re.
Bugh.
Re tidak mengelak dengan tinjuan yang di layangkan oleh Juan.
Re tersenyum tipis dan mengusap sudut bibir nya yang berdarah akibat tinjuan dari Juan dengan jempol tangannya.
Andre dan Marcel yang melihat Juan meninju wajah Re di buat terkejut karna Re tidak menghindarinya atau melawannya.
Marcel dan Andre pun saling berpandangan tidak mengerti jalan pikiran Re.
__ADS_1
Marcel dan Andre tidak bisa berbuat apa-apa karna Re melarang mereka untuk ikut campur dalam masalah Mereka.
''Cih,apa kau sudah lemah Re,tidak seperti Re yang dulu ?'' Juan tersenyum tipis saat melihat sudut bibir Re yang berdarah.
''Aku pikir kau bertahun-tahun di luar negri akan bertambah hebat,tapi ternyata Aku salah,Aku dengan mudahnya membuat sudut bibirMu terluka .'' Ucap Juan tersenyum senang karna sudah membuat sudut bibir Re terluka.
Re memang sengaja membuat sudut bibirnya terluka.
''Terima kasih karna sudah membuat sudut bibirKu terluka ,'' ucap Re sambil tersenyum menatap Juan.
Juan terkejut saat Re mengucapkan terima kasih karna dirinya sudah meninju wajah Re.
Sedangkan Marcel dan Andre tak kalah terkejutnya saat Re berterima kasih kepada Juan.
''Kurang ajar,sialan Kau mempermainkan Ku .'' Geram Juan.
Juan kembali menyerang Re,namun gerakannya langsung di tangkis oleh Re.
''Sudah Aku bilang,Aku tidak mau meladeni Mu .'' Ucap Re sambil ingin berbalik meninggalkan Juan.
''Bedebah sialan ,'' umpat Juan sambil ingin menyerang Re.
Namun gerakannya sudah terbaca oleh Re,Re langsung berbalik dan menyerang langsung ke dada Juan.
Bugh.
Juan memundurkan langkahnya sambil memegang dadanya yang di tendang oleh Re.
Juan kembali menyerang Re.
Kali ini Re tidak tinggal diam,Re menyerang balik Juan.Perkelahian pun tidak bisa di hindari.
Marcel dan Andre pun cuma bisa menjadi penonton.Sebenarnya mereka sudah gatal ingin menghajar Juan.
Marcel dan Andre tersenyum tipis saat melihat Juan yang terkapar di tanah.
''Dia sama persis seperti beberapa tahun yang lalu ,'' ucap Andre masih lurus menatap Re dan Juan yang tengah berkelahi kembali.
''Dan Juan masih sama bodohnya seperti yang dulu ,'' timpal Marcel.
__ADS_1
''Ya Kau benar .'' Sahut Andre membenarkan perkataan Marcel.