
Tasya terbangun dari tidurnya,Ia terkejut saat dirinya di dalam mobil.Dan lebih terkejut lagi dirinya sudah ada di kota.
''Lo kak Marcel,kok Tasya ada di sini?'' tanya Tasya sambil celingukan menatap jalanan.
''Kakak akan mengantar kalian pulang.'' Marcel melirik sekilas Tasya dan Linda yang ada di kabin belakang.
''Abang mana?'' tanya Tasya sambil melihat mobil di belakang.
''Abang kamu masih ada di sana,mencari teman kamu.'' Sahut Naya.
''Kak,ayo kita balik lagi kesana.'' rengek Tasya.
''Tasya,kita tunggu saja di rumah,Abang kamu pasti akan menemukan teman kamu itu.'' Bujuk Marcel sambil fokus menyetir.
''Iya Sya,yang di katakan kak Marcel benar.Kita tunggu saja kabar dari Abang kamu,tentang keberadaan Erli.'' Timpal Linda sambil mengusap bahu Tasya.
''Baik deh kak,Tasya akan menurut.'' Ucap Tasya akhirnya.
Suara ayam jantan berkokok,pertanda pagi pun sudah tiba.
Siti bangun dari tidurnya dan segera membantu Ambunya di dapur,Ahmad juga sudah ikut bangun dan ikut membantu pekerjaan ambu dan teteh nya.
Erli menggeliatkan badannya,dan mengerjapkan ke dua bola matanya.Ia terdiam di atas ranjang,biasanya saat dirinya terbangun Re ada di sampingnya. Tapi kini dirinya tidak tahu dia ada di kampung mana,apakah Re akan mencari dirinya.Entah kenapa Erli sangat merindukan Pria itu.
__ADS_1
Erli mengikat rambutnya dengan asal,Ia pun turun dari atas ranjang dan keluar dari kamar milik siti.
''Teteh kok sudah bangun?'' tanya Siti saat melihat Erli yang baru keluar dari kamarnya.
''Iya lagian,aku ingin bantu-bantu kalian.'' Sahut Erli sambil tersenyum.
''Tidak usah teh,teteh lebih baik duduk saja.'' cegah siti saat Erli memegang sapu lidi.
''Teteh duduk saja ,'' ucap Siti sambil mendudukkan Erli di kursi yang tidak jauh dari dapur.
Erli pun menurut dan duduk di kursi.
''Ahmad mau kemana?'' tanya Erli saat melihat Ahmad keluar dari dapur dan handuk di sampir di lehernya.
''Mandi di mana?bukankah di sini tidak ada kamar mandi ya?'' Tanya Erli penasaran,karna setahu dirinya di belakang rumah siti tidak ada kamar mandinya.
''Di sungai teh,'' jawab Ahmad.
''Di sungai .'' Ulang Erli sambil mengernyitkan dahinya.
Ahmad mengangguk,dan lalu menatap kakaknya yang keluar dengan membawa handuk.
''Teteh mau ikut ,'' tawar Ahmad.
__ADS_1
''Ya udah deh,dari pada teteh gak mandi.'' Jawab Erli sambil berdiri dari duduknya.
''Ayok teh,ini handuknya.'' Ajak Siti sambil menyodorkan handuk di hadapan Erli.
Erli menerima handuk yang di sodorkan oleh Siti,dan melangkah mengikuti Ahmad dan Siti.
Sesampai mereka di dapur,Erli melihat ibu Siti sedang menyiapkan makanan.
''Buk,kami mau mandi dulu ya.'' pamit Siti sambil melihat Ambunya yang sedang menyiapkan makanan.
''Hati-hati kalian,dan cepat kembali.''
''Iya Bu.'' Sahut Ahmad dan Siti bersamaan.
Erli,Ahmad,dan Siti menuju ke sungai lewat pintu dapur.
Mereka melewati jalan setapak untuk menuju ke sungai,Erli melihat sungai yang jernih tidak jauh dari tempat mereka berjalan.
''Teh sebelah sini ,'' ajak Siti saat sampai di sungai.
Siti dan Erli berpisah dengan Ahmad, Ahmad menuju sungai yang khusus untuk mandi laki-laki.Dan Erli dan Siti menuju tempat mandi untuk perempuan.
Sedangkan Re keluar dari warung yang Ia gunakan untuk bermalam.
__ADS_1
seorang pria yang sejak tadi bersama Re menghampirinya,dan memberi laporan saat salah satu anak buah yang membuntuti ibu pemilik warung melihat wanita yang menurutnya seperti gadis kota.Re berharap itu adalah Erli,Re menghembuskan asap rokok dan pandangannya menatap lurus ke depan.