
Setelah makan siang di restoran.
Sebelum keluar dari ruangan VIP,Erli meminta pelayan untuk membungkus makanan yang masih banyak di atas meja.Pelayan itu membungkus semua makanan yang belum di sentuh.
''Kau ingin bawa pulang makanan itu ?'' tanya Re sambil mengerutkan keningnya.
''Ya ,'' sahut Erli sambil menatap Re. ''Apa Abang keberatan ?'' tanya Erli.
''Tidak !'' sahut Re dingin.
''Ini Nona makanannya ,'' ucap pelayan sambil memberikan kantong plastik berisi makanan ke hadapan Erli.
Erli tersenyum dan menerima kantong plastik itu dari tangan pelayan.
''Saya permisi ya Tuan,Nona .'' Pamit Pelayan itu sambil membungkukkan badannya.
Erli menganggukkan kepalanya, sedangkan Re cuma diam dan memasang wajah datar.
''Kan dengan begini tidak mubajir makanannya,lagian Abang banyak banget mesennya .'' Gumam Erli sambil tersenyum menatap banyaknya bungkusan makanan di kantong kresek yang Ia pegang.
Re menggelengkan kepalanya saat melihat Erli tersenyum senang saat menerima kantong kresek itu.
Re beranjak dari duduknya.Tanpa mengatakan apa-apa Re mengambil kantong kresek yang di pegang Erli.
''Bang,itu....,''
''Aku yang bawa ,'' potong Re cepat.
Re keluar dari ruangan VIP dan di ikuti oleh Erli di belakangnya.
__ADS_1
Semua karyawan memandang Re yang membawa kantong kresek berisi makanan.Mereka semua terkejut saat Re keluar dari ruangan VIP dengan membawa kantong kresek makanan. Karena setahu mereka Re yang selalu menyuruh dan bersifat arogan.
Semua karyawannya menundukkan kepalanya saat melihat tatapan Re tajam,seperti mengisyaratkan bulan ini gaji di potong.
Sesampainya Erli dan Re di depan pintu restoran,Re mengambil ponselnya untuk menelpon supir pribadinya.
''Cepat kesini ,'' perintah Re saat panggilannya terhubung.
Tanpa mendengar jawaban yang ada di sebrang sana,Re langsung menutup panggilannya.
Tidak lama kemudian mobil mewah milik Re berhenti tepat di samping Re dan Erli.
Re langsung membuka pintu kursi penumpang dan mempersilahkan Erli masuk duluan.Setelah memastikan Erli duduk dengan nyaman,Re pun duduk di sebelah Erli.Dan lalu Re menutup pintu mobil.
Mobil pun meninggalkan restoran dengan pikiran pak supir yang penasaran dengan banyaknya makanan yang di bawa majikannya.
Ting.
''Andre ,'' gumam Re sambil membuka pesan pada ponselnya.
Setelah Re membalas pesan dari Andre, Ia pun memasukkan kembali ponselnya ke saku jas miliknya.
''Pak di persimpangan jalan itu berhenti ya ,'' tunjuk Erli pada persimpangan jalan yang ada di depannya.
Pak supir tidak menjawab,Ia harus minta persetujuan dari Tuannya.
''Untuk apa ?'' tanya Re menatap Erli Insten.
''Abang nanti juga akan tahu ,'' ucap Erli tanpa menjawab pertanyaan dari suaminya.
__ADS_1
''Ikuti perintah pak ,'' suruh Re saat pak supir menatapnya.
''Berhenti di sini Nona ?'' tanya Pak supir memastikan.
''Iya Pak,berhenti di sini .'' Jawab Erli sambil tersenyum menatap jalanan yang ada di sampingnya.
Mobil pun berhenti tepat di pinggir jalan dekat penjual mie ayam.
''Yakin mau turun ?'' tanya Re menatap Istrinya.
''Kalau Abang mau tunggu di sini gak apa-apa,biar Erli aja yang turun .'' ucap Erli yang mengerti Re tak nyaman.
Erli membuka pintu mobil dan segera keluar dengan membawa kantong kresek berisi makanan.
Re menatap Erli dari dalam mobil.
Erli tersenyum kala melihat dua orang anak yang sedang mengamen.
''Adek....adek....!'' panggil Erli sambil melambaikan tangannya.
Ke dua Anak yang sedang mengamen itu menoleh dan tersenyum melihat Erli yang membawa banyak makanan. Mereka tersenyum dan berlari menghampiri Erli.
''Kakak punya makanan buat kalian ,'' tunjuk Erli sambil mengangkat kantong kresek yang di pegangnya.
Ke dua anak itu tersenyum senang saat akan mendapat makanan gratis.
''Di mana teman-teman yang lain ?'' tanya Erli sambil celingukan mencari keberadaan anak-anak yang lain.
Sedangkan Re di dalam mobil menatap kagum Erli yang sedang bersama anak-anak jalanan.Re menyunggingkan senyum tipis melihat kepedulian dari istrinya.
__ADS_1
Pak supir tertegun saat melihat Tuannya tersenyum.