Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 79.


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Pratama.


''Jangan lari-lari Sya ,'' tegur Rania yang melihat putrinya menuruni anak tangga sambil berlari.


Sedangkan Tasya cuma nyengir sambil memeluk Mamanya yang ada di bawah tangga.


''Tasya udah terlambat Ma,Tasya berangkat duluan .'' Pamit Tasya sambil mencium pipi Mamanya.


''Tidak sarapan dulu sayang ?'' tanya Pratama yang baru menuruni anak tangga.


Tasya mendongakkan kepalanya dan menaiki anak tangga kembali.


''Nanti Tasya sarapan di kantin aja Pa ,'' sahut Tasya sambil menghampiri Papanya dan mencium pipi Papanya.


''Hati-hati di jalan ,''


Tasya mengangguk dan Ia pun segera menuruni anak tangga.


Rania menggelengkan kepalanya saat melihat Tasya yang lagi-lagi berlari keluar dari rumah.


''Dasar anak itu ,'' gumam Rania.


Pratama memeluk pinggang Rania.


''PutriMu memang begitu dari dulu Pa ,'' ucap Rania sambil memandang Suaminya yang ada di sampingnya.


Pratama tersenyum dan mengecup kening istrinya.Lalu mereka pun menuju ruang makan untuk sarapan.


''Pagi Ma,Pa .'' Sapa Hendra sambil menuruni anak tangga.


Rania dan Pratama menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Hendra yang menuruni anak tangga.


Pratama menatap Hendra yang memakai pakaian casual .


''Kau tidak bekerja Hendra ?'' tanya Pratama ketika putranya sudah ada di depan mereka.


''Tidak pa,rencananya hari ini Hendra akan mengajak Rara untuk fitting baju pengantin dan membeli perhiasan .'' Jawab Hendra sambil melangkah menuju ruang makan.


Rania dan Pratama pun mengangguk, lalu mereka juga menuju ruang makan.


''Kak Hendra ,'' panggil Tasya di ambang pintu keluarga.


''Lo kenapa balik lagi Sya ?'' tanya Rania yang melihat putrinya kembali lagi ke dalam rumah.


''Mobil Tasya mogok Ma ,'' jawab Tasya.

__ADS_1


Tasya beralih menatap Hendra. ''Kak anterin Tasya ya udah telat ni .''


Hendra pun mengurungkan niatnya yang akan menuju ke ruang makan.


''Tunggu sebentar Kakak ambil kunci ,'' ucap Hendra.


Tasya mengangguk. ''Aku tunggu di luar ya kak .''


Hendra langsung berlari menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya. Sesampainya di dalam kamar Hendra mengambil kunci mobil dan jaket miliknya.Setelah itu Ia keluar dari dalam kamar,membiarkan bi Mirna membersihkan kamarnya.


Hendra berlari menuruni anak tangga dan langsung keluar menuju di mana mobilnya berada.Hendra tersenyum saat melihat Tasya sudah berdiri di samping mobilnya.Hendra masuk ke dalam mobil dan duduk di balik kemudi,sedangkan Tasya duduk di samping Hendra.


Hendra pun menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan kediaman nya.


Pak Satpam yang melihat mobil Hendra, segera membuka pintu gerbang.


Mobil Hendra melesat keluar dari gerbang dan berlari menuju jalanan.


Sedangkan di kantor Pratama group.


Brak.


Andre membuka pintu ruangan milik Re dengan kasar.


''Re apa benar Kau sudah menikah ?'' tanya Andre.


Re tidak menjawab Ia malah balik menatap Samuel.


Samuel pura-pura tidak melihat,Ia langsung duduk di kursi sofa.Di susul dengan Marcel yang juga duduk di kursi sofa.


Andre masih terdiam,Ia masih menunggu Re membuka suaranya.


''Apa Sam yang mengatakan itu ?'' tanya Re balik.


Samuel menundukkan kepalanya tidak berani melihat tatapan milik Re.


''Katakan saja,apa Kau sudah menikah .'' Desak Andre.


''Ya itu benar ,'' jawab Re sambil menganggukkan kepalanya.


''Kenapa Kau tidak memberitahu Kami ?'' tanya Marcel.


''Maaf Aku tidak memberitahu kalian ,'' jawab Re sambil beranjak dari kursi kebesarannya.


Re pun menyusul teman-temannya yang duduk di kursi sofa.

__ADS_1


''Karna kalian sudah tahu,jadi aku mohon jangan beritahu siapapun .'' Ucap Re sambil mengambil minuman kaleng yang di bawa Samuel.


Walaupun mereka penasaran kenapa Re menyembunyikan pernikahannya, mereka pun menganggukkan kepala mereka untuk menuruti kemauan Re.


**


**


Sedangkan di SMK PELITA.


Tasya menyusuri koridor sekolah untuk menuju di mana toilet berada.Tasya tersenyum saat berpapasan dengan beberapa temannya yang baru keluar dari toilet.


Sesampainya Tasya di depan toilet, Tasya masuk ke dalam toilet.Setelah Tasya menyelesaikan urusannya di dalam toilet,Tasya segera keluar dari dalam toilet.


Setelah Tasya dari toilet,Tasya kembali menuju ke kelasnya.


''Tasya ,'' panggil teman Tasya.


Tasya menoleh dan melihat dua gadis yang baru keluar dari kantin.


''Sya di tunggu Bryan di rooftoop ,'' ucap Salah satu gadis itu memberitahu Tasya.


Tasya mengangguk,lalu Ia pun tanpa rasa curiga sedikitpun Ia menaiki anak tangga yang ada di sebelah kantin untuk menuju rooftoop.


Sesampainya Tasya di rooftoop atas sekolahnya,Tasya tidak menemukan keberadaan Bryan.


''Dimana Bryan ,'' gumam Tasya sambil mencari keberadaan Bryan di sekitar rooftoop.


Tasya menelusuri rooftoop sampai Ia tiba di pagar pembatas rooftoop.


Tasya tersenyum saat seseorang memegang bahunya.Ia yakin pasti itu Bryan.


Tasya berbalik dan terkejut melihat Maya berdiri di belakangnya.


''Maya.... ,'' ucap Tasya terkejut.


''Kenapa, Kamu kaget ? kamu pikir Bryan yang memanggilmu kesini ?'' Maya tersenyum sinis menatap Tasya.


Tasya tidak menghiraukan,Ia akan melangkah pergi meninggalkan Maya.


Langkah Tasya terhenti kala Maya mencekal lengannya.


''Tasya.....,'' pekik semua yang ada di lantai bawah.


Apa yang terjadi dengan Tasya?

__ADS_1


__ADS_2