Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 32


__ADS_3

Andre tersadar dari lamunannya saat ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.


''Masuk ,'' suruh Andre dari dalam ruangannya.


Tidak lama kemudian seorang Wanita cantik membuka pintu ruangan Andre dan masuk dengan di ikuti seorang Pria berkaca mata.


''Maaf Pak,mengganggu waktu Anda ,'' ujar Pria berkaca mata itu saat sudah ada di depan Andre.


''Ada apa ?'' tanya Andre menatap Pria berkaca mata yang di ketahui Pria itu staf keuangan yang bernama Rangga.


''Saya ingin menyerahkan laporan keuangan yang bapak minta ,'' jawab Rangga sambil menyerahkan berkas keuangan ke meja Andre.


''Baik nanti akan Saya cek ,''


Cklek


Pintu ruangan terbuka.


Rangga dan Andre menoleh ke arah pintu yang tiba-tiba di buka oleh seseorang.


Andre melihat Re yang langsung masuk dan duduk di sofa yang ada di ruangan Andre tanpa mempedulikan tatapan penasaran dari Rangga.


''Silakan Kau kembali ke ruanganMu ,'' suruh Andre pada Andre yang menatap penasaran pada Pria yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Rangga pun membungkuk hormat dan Ia pun keluar dari ruangan Andre dengan rasa penasaran pada Pria yang baru di lihatnya.


Andre beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Re yang sedang memainkan ponselnya.

__ADS_1


''Re ini laporan keuangan yang lo minta ,'' ucap Andre sambil menyerahkan berkas itu ke hadapan Re.


Re mendongakkan kepalanya dan meletakkan ponsel miliknya di atas meja.Lalu Ia mengambil berkas itu dari tangan Andre dan mulai membuka dan membaca berkas itu.


''Bagus ,'' puji Re pada kinerja para karyawannya yang sudah meningkatkan keuangan perusahaannya bertambah pesat.


Andre duduk di samping Re.


''Berikan bonus dan liburan untuk para karyawan ,'' pinta Re sambil meletakkan laporan keuangan di atas meja.


''Kau yakin Re, akan memberikan Mereka liburan ?'' tanya Andre.


''Ya ,'' jawab Re sambil beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan Andre.


Re menghentikan langkahnya sebelum keluar dari ruangan Andre,dan menoleh ke arah Andre saat Ia teringat sesuatu.


''Sudah ,'' jawab Andre yang cuma mengirim pesan.


Re pun melanjutkan langkahnya untuk keluar dari ruangan Andre.


Re bergegas menuju lift khusus CEO untuk ke luar dari kantor ada hal yang lebih penting yang harus segera Ia urus.


Re keluar dari dalam lift.


Semua para karyawan Wanita menatap kagum pada ketampanan Re.Mereka tidak tahu kalau Pria yang sedang berjalan keluar dari kantor Mereka adalah CEO Mereka.


Sedangkan di perusahaan Wijaya.

__ADS_1


Wijaya yang duduk di kursi kebesarannya terlihat gusar dan cemas secara bersamaan.


Naya yang duduk di sofa di ruangan Papanya menatap penasaran pada Papanya.


''Papa kenapa ?'' tanya Naya yang melihat Papanya gelisah.


''Tidak ada apa-apa Nay ,'' jawab Wijaya berbohong.


Naya lalu melanjutkan pekerjaannya.


Tidak lama kemudian Sandi pun masuk ke dalam ruangan Papa Mertuanya.


''Siang Pa ,'' sapa Sandi.


Wijaya tersenyum melihat menantunya.


''Kamu pasti mau ngajakin Naya makan siang ,'' tebak Wijaya.


''Iya Pa, ini sudah waktunya jam makan siang ,'' jawab Sandi sambil menunjuk jam yang melingkar di tangannya.


''Nay, makan siang dulu ,nanti lanjutkan lagi pekerjaanMu ,'' perintah Wijaya pada Putri sulungnya.


''Iya Pa ,'' jawab Naya.


''Kami permisi dulu Pa ,'' pamit Sandi sambil keluar dari ruangan Wijaya dengan memegang tangan Naya.


Naya pun dengan terpaksa membiarkan tangannya di pegang Sandi.Tapi kalau Dia sudah memastikan kalau Pria yang beberapa hari yang lalu itu adalah Re, Naya akan meminta cerai dari Sandi dan mengejar Re.

__ADS_1


__ADS_2