Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 100.


__ADS_3

Marcel mengambil ponselnya yang ada di dalam saku jasnya.Lalu Ia pun mengirim pesan ke ponsel Aldo.


Aldo langsung berdiri dari duduknya dan langsung ke luar dari ruangan Re.


Samuel,Re dan Andre menatap penasaran Aldo yang tiba-tiba keluar dari ruangan Re setelah Aldo menerima pesan masuk dari seseorang.


''Mau kemana Dia ?'' tanya Samuel menatap pintu yang baru saja di tutup oleh Aldo.


''Mana Ku tahu ,'' sahut Andre sambil mengendikkan bahunya.


''Kalau begitu biar Aku yang menyusul nya ,'' ucap Andre sambil beranjak dari duduknya.


''Kau tetap duduk diam di situ ,'' suruh Re sambil menatap Andre dengan datar.


''Ck ,'' Andre berdecak dengan sebal saat dirinya tidak di perbolehkan keluar dari ruangan yang membuatnya tersiksa.


''Ayolah kawan,Aku tidak akan kabur, Aku cuma mau mengambil kopi,'' ucap Andre sambil mendesah frustasi.


''Kau cuma alasan saja Dre,Aku tahu akal bulus Mu .'' Ucap Samuel sambil tersenyum mengejek.


''Coba saja kalau kau berani kabur akan Aku kirim Kau di tempat yang tidak mau kau kunjungi ,'' ancam Re sambil menatap layar laptopnya.


''Ya....Ya....,terserah kalian ,'' sahut Andre sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


Aldo tidak membiarkan Naya menemui Re,Dengan kasar Aldo mengusir Naya keluar dari kantor Re.


***


***


Sedangkan Marcel dan Angga telah tiba di kosan milik Sandrina.Marcel dan Angga membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil.Setelah itu mereka melangkah menuju kosan milik Sandrina.


Sesampainya mereka di depan pintu kosan milik Sandrina.


''Tok....tok...tok....,'' Marcel mengetuk pintu kosan Sandrina.


Marcel mendengar suara langkah kaki dari dalam dan membuka pintu.


Marcel menatap gadis yang baru pertama kali Ia lihat berdiri di depan pintu,gadis itu memakai gaun berwarna navi dengan tali spageti di bahunya.


''Mau cari siapa ?'' tanya gadis itu menatap Marcel dan Angga bergantian.


Belum sempat Marcel menjawab Sandrina berdiri di depan pintu kamarnya.


''Biarkan Dia masuk Lin ,'' suruh Sandrina.


Linda menggeser tubuhnya agar ke dua pria itu bisa masuk ke dalam rumah.


Marcel dan Angga pun masuk ke dalam kosan milik Sandrina.

__ADS_1


''Silakan duduk,dan tunggu sebentar kami mau siap-siap dulu kak ,'' suruh Sandrina sambil menunjuk kursi plastik yang ada di kosan miliknya.


Marcel dan Angga cuma menganggukkan kepala mereka,mereka pun duduk di kursi plastik untuk menunggu Sandrina bersiap.


Erli keluar dari dalam kamar Sandrina dengan memakai gaun berwarna peack sebatas lututnya.Ia tidak merias wajahnya terlalu mencolok.


Angga menatap takjub kecantikan alami yang terpancar di wajah Erli.


''Hmm,'' dehem Marcel sambil menyenggol Angga.


Angga tersadar dari lamunannya,ia tersenyum kikuk menatap Marcel.


''Kakak-kakak mau minum apa ?'' tanya Erli sambil menghampiri Marcel dan Angga.


''Terserah apa saja akan kami minum ,'' jawab Angga sambil tersenyum menatap Erli.


''Baiklah tunggu sebentar ,'' perintah Erli sambil berlalu pergi menuju ke dapur.


Sesampai nya Erli di dapur,Erli menatap bingung pada pada toples kosong yang ada di depannya.


''Air putih saja deh ,'' gumam Erli sambil menuang air putih ke dalam gelas.


''Masa Ia aku memberinya kopi tanpa gula ,'' gumamnya lagi sambil menatap toples yang bertuliskan gula itu kosong.


Erli keluar dari dapur dengan membawa dia gelas air putih.


''Iya tidak apa-apa ,'' jawab Angga sambil tersenyum menatap Erli.


Marcel memutar bola mata malas saat melihat Angga yang tersenyum.


Sandrina keluar dari dalam kamar bersama MUA yang di datangkan oleh Tasya ke kosan milik Sandrina.


Semua yang ada di ruangan itu menatap kagum Sandrina yang memakai kebawa berwarna putih.


''Sudah di bayar sama teman saya kan mbak ?'' tanya Linda memastikan.


''Sudah Nona ,'' jawab salah satu mbak MUA.


''Kalau begitu Saya pamit pulang Nona, karna pekerjaan Saya sudah selesai .'' Lanjutnya lagi sambil berpamitan.


''Terima kasih Mbak ,'' ucap Erli.


Ke dua wanita itu melangkah keluar dari kosan milik Sandrina.


''Ayo, kita berangkat .'' Ajak Marcel sambil berdiri dari duduknya.


Mereka pun mengikuti Marcel yang sudah keluar dari kosan milik Sandrina.


Sandrina menutup dan mengunci pintu kosan miliknya.

__ADS_1


Angga membuka pintu mobil bagian belakang dan mempersilahkan kepada gadis-gadis muda itu untuk duduk di kursi belakang.


''Silakan Nona-Nona ,'' ucap Angga sambil mengerlingkan matanya ke arah Erli.


Linda tersipu saat dirinya mengira Angga menggodanya.


Setelah Erli,Sandrina dan Linda masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang,Angga pun menutup pintu itu.


Ia pun lalu masuk ke dalam mobil di samping kursi pengemudi.


Marcel menggelengkan kepalanya melihat Angga yang menggoda para gadis.


Marcel mengemudikan mobilnya meninggalkan kosan milik Sandrina untuk menuju ke tempat di mana pernikahan Andre dan Sandrina akan di langsungkan.


Marcel melirik Angga yang sedang mencuri-curi pandang gadis yang duduk di belakang lewat kaca spion yang ada di depannya.


''Kak Marcel ,'' panggil Sandrina memecah keheningan di dalam mobil.


''Iya ada apa San ?'' sahut Marcel sambil bertanya menatap sekilas Andre.


''Terima kasih sudah mau menjadi saksi pernikahan Sandrina ,'' ucap Sandrina tersenyum tulus menatap Marcel yang sedang mengemudi.


''Kakak sudah menganggap Kamu seperti adik kakak sendiri , sudah sewajarnya kakak datang ke pernikahan Kamu .'' sahut Marcel tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalanan.


''Nona-Nona cantik, Kak Angga boleh tahu tidak nama kalian berdua siapa ?'' tanya Angga sambil menatap Erli dan Linda yang duduk di belakang dengan secara bergantian.


''Nama Saya Linda kak Angga ,'' sahut Linda sambil menjabat tangan Angga yang duduk di depannya.


''Sedangkan yang itu namanya Erli kak Angga .'' Lanjutnya sambil menunjuk Erli yang duduk di sebelah Sandrina.


Angga menarik tangannya dan tersenyum menatap Erli.


Erli cuma membalas dengan senyuman dan anggukan kepalanya saja.


''Kalian masih sekolah atau....?'' tanya Angga


''Masih sekolah kak ,'' potong Linda cepat sambil tersenyum menatap Angga.


Angga mendesah frustasi saat lagi-lagi pertanyaannya langsung di jawab oleh Linda.Ia berharap Erli yang menjawab nya.Tapi Erli cuma menjawab dengan deheman dan banyak diam.


''Teman Kamu kenapa dari tadi kok diam saja dan sepertinya ada yang di pikirkan?'' tanya Angga sambil menatap Erli penasaran.


Linda menatap sendu Erli yang sejak tadi diam saja.Ia tahu perasaan Erli yang sedang memikirkan papanya yang tak kunjung sadar juga.


Marcel menatap sekilas Erli yang wajahnya sejak tadi murung lewat kaca spion yang ada di depannya.


''Papanya baru saja kecelakaan kak, dan sudah satu minggu ini papanya belum sadar dari koma nya .'' jawab Linda sambil mengusap bahu Erli.


Erli tersenyum menatap Linda dan Sandrina.Dia menyembunyikan kesedihannya dari para sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2