Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 48.


__ADS_3

Di dalam ruangan Andre.


Andre menatap heran Re yang tersenyum menyeringai saat tahu kedatangan Naya.


Andre menatap horor pada Re yang tersenyum.


''Mau kemana Re ?'' tanya Andre yang melihat Re mau masuk ke dalam ruangan pribadinya.


''Mau bersembunyi apalagi ,'' jawab Re sambil membuka handle pintu kamar pribadinya.


''Lalu siapa yang akan menemui Naya ?'' tanya Andre yang bingung.


''Tentu saja Kau , Dia kan mau menemui Tuan Andre .'' jawab Re sambil tersenyum misterius.


''Sialan...,'' umpat Andre saat melihat Re sudah masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di ruangan itu.


''Tahu begini Aku tidak menuruti apa katanya.'' gumam Andre yang menyesal telah menuruti apa kata Re.


Re tersenyum puas berhasil mengerjai Andre,Re tahu Andre tidak nyaman berbicara berdua dengan Naya.


Re mengirim pesan lewat ponselnya pada Samuel untuk mengurus pernikahannya yang akan di adakan besok siang setelah Gadisnya pulang sekolah.


Sedangkan di tempat lain.

__ADS_1


Seorang Pria sedang mengumpat kesal pada atasannya saat mendapat pesan perintah yang sangat mempersulit dirinya,Ya Pria itu adalah Samuel.


Samuel mendengus kesal,akhirnya Ia pun dengan pasrah menjalankan perintah yang di berikan oleh Re.


Samuel mengirim balasan pada atasannya.


''Sial kenapa Aku melupakan surat itu ,'' umpat Samuel saat tersadar dengan surat perjanjian yang harus di tanda tangani Gadis itu.


Samuel buru-buru mencari surat yang semalam Ia buat sampai Ia tidak bisa tidur memikirkan apa saja poin-poin penting yang harus di tanda tangani Gadis itu,tentu saja dengan persetujuan dari Re selaku pihak pertama.


''Dimana Aku menaruh kertas itu ,'' gumam Samuel sambil mengobrak abrik meja kerjanya.


''Sial,kalau Re sampai tahu kertas itu tidak ada bisa habis Aku di tangannya,'' gumam Samuel sambil menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi kebesarannya.


''Oh **** Sial ,'' umpatnya saat teringat surat itu tertinggal di apartementnya.


Samuel buru-buru keluar dari ruangannya.Saat Ia membuka pintu, sekretarisnya tepat berada di hadapannya,Dan sialnya tangan sekertaris itu tepat berada di depan dadanya.


''Maaf Pak ,'' ujar Nina sambil menurunkan tangannya yang berada di dada Samuel.


''Hm , ada apa ?'' tanya Samuel datar.


''Di lobi klien bapak sedang menunggu ,'' Nina memberitahu maksud kedatangannya.

__ADS_1


Samuel terdiam.


''Sial,kenapa Aku melupakan kalau ada klien yang akan datang ,'' ucap Samuel dalam hati.


Nina menatap Samuel yang masih diam dan tidak bergeming di tempatnya berdiri.


''Pak Samuel ,'' panggil Nina.


Samuel tersadar dari lamunannya. Samuel menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.Masih ada 30 menit gadis itu pulang sekolah,pikirnya.


''Kau bilang pada Mereka pertemuannya di undur sampai besok,ada hal yang lebih penting yang harus Saya urus ,'' ujar Samuel.


''Tap....,''


Ucapan sekretarisnya di potong cepat oleh Samuel.


''Dan jangan banyak bertanya,lakukan perintah yang Saya suruh .''


Setelah mengatakan itu Samuel buru-buru keluar dari kantor miliknya.


Nina menatap nanar punggung Samuel yang menghilang di balik pintu lift.


Nina menghembuskan nafas panjang dan harus siap terkena omelan klien yang menurutnya menyebalkan.

__ADS_1


''Siap-siap kena semprot ,'' gumam Nina sambil menyeret kakinya menghampiri Wanita yang sejak tadi menggerutu karena di halang-halangi untuk masuk kedalam ruangan Samuel.


__ADS_2