
Erli mengerjapkan kedua matanya saat cahaya masuk lewat celah jendela kamarnya.Erli menatap bingung dirinya yang berada di atas ranjang.Semalam Ia teringat saat itu sedang berada di sofa bersama Re.Erli tak mengerti kenapa Re semalam bersikap siapa itu.
''Apa semalam ini cuma mimpi,'' gumam Erli.
Erli tersentak dari lamunannya saat pintu kamarnya di ketuk.
''Siapa ?'' tanya Erli sambil menatap pintu kamarnya yang masih tertutup.
''Ini Bibi Non ,'' sahut Bi Inah dari luar.
''Iya Bi,Erli sudah bangun .'' Ucap Erli yang tahu maksud kedatangan Bibi yang membangunkannya.
Setelah tidak ada suara Bi Inah lagi,Erli menggulung rambutnya ke atas dan mengikatnya dengan asal.Erli pun turun dari atas ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.Kurang lebih 25 menit,Erli sudah siap dengan seragam sekokahnya.Erli menyambar tas selempang dan segera keluar dari dalam kamar.
Erli menuruni anak tangga dan melihat Mama dan Papanya berada di ruang makan.
''Pagi Ma,Pa ,''sapa Erli saat sampai di ruang makan.
''Pagi sayang ,'' sapa balik Tari sambil tersenyum melihat kedatangan putrinya.
Erli menarik kursi yang ada di samping Mananya dan mulai menjatuhkan bobot tubuhnya di sana.
''Ini terakhir Kamu sekolah kan Sayang ?" tanya Wijaya.
__ADS_1
''Iya Pa ,'' jawab Erli.
''Anak gadis Papi sudah besar ,'' gumam Wijaya menatap Erli sendu.
''Papa kenapa ?'' tanya Erli yang melihat Papanya berubah sendu.
Wijaya cuma menggelengkan kepalanya saja.
Akhirnya mereka terdiam dan tidak ada percakapan di antara ke tiganya.Mereka sibuk dengan sarapan pagi mereka masing-masing.
Sedangkan di tempat lain,di dalam sebuah cafe.
Pratama masuk ke dalam cafe.Pratama melihat seorang Pria yang seumuran dengannya sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi di atas mejanya.
''Maaf,membuat Tuan Kusuma lama menunggu.'' Ucap Pratama langsung duduk di depan Pria yang seumuran dengannya yang di panggil olehnya Kusuma.
Kusuma melirik Pratama yang duduk di depannya.Kusuma memanggil pelayan.
PelayanPun segera datang dan membawa pesan Kusuma.Pelayan itu meletakkan secangkir kopi di atas meja dan tepat di depan Pratama.
Pratama mengangguk saat pelayan itu menatapnya.Pelayan itu pun segera undur diri dari hadapan Pratama dan Kusuma.
Kusuma menyesap kopinya,setelah itu meletakkan kopinya kembali di atas meja.
__ADS_1
''Ada apa Kau ingin bertemu dengan Ku ?'' tanya Pratama yang tak mengerti kenapa tiba-tiba Kusuma mengajaknya untuk bertemu di Cafe.
''Aku menagih janjiMu Pratama ,'' ujar Kusuma menatap Pratama.
''Apa maksudMu?Aku tidak mengerti ?'' tanya Pratama sambil mengerutkan keningnya tidak paham apa maksud Kusuma.
''Kau mengatakan kalau Andre sudah menikah dan akan menyuruhnya untuk kembali.....,'' ucapan Kusuma terhenti saat Pratama memotong ucapannya.
''Tunggu....tunggu apa maksudMu Kusuma ?'' potong Pratama cepat sambil menatap penasaran pada Kusuma.
Kusama terdiam,Ia pun menatap Pratama yang terkejut setelah mendengar apa yang Ia ucapkan.
''Apa Kau belum tahu kalau Andre sudah menikah ?'' tanya Kusuma balik.
''Aku malah baru mendengar ini dari Kamu ,'' jawab Pratama jujur.
Pratama menghembuskan nafas panjang,saat menyadari kalau putra angkatnya menyembunyikan pernikahannya dari kedua orang tua angkatnya.
''Oke Aku akan membicarakan ini pada Andre,dan Aku akan menepati janji Ku itu .'' Putus Pratama sambil beranjak dari duduknya.
Kusuma menatap punggung Pratama yang kian menghilang di balik pintu.
Kusuma mengambil beberapa lembar di dalam dompetnya dan meninggalkan uang itu di atas meja Cafe.Kusuma segera keluar dari dalam Cafe dan pergi ke suatu tempat.
__ADS_1