
Seorang Pria memakai seragam sekolah dan juga memakai kaca mata,sedang bersembunyi di balik tembok tidak jauh dari pintu masuk kelas 3.Pria itu menatap seorang gadis yang baru keluar dari kelasnya,dan di tangannya terdapat sebuah kotak hadiah yang masih terbungkus rapi.
''Tasya....,'' panggil Seorang Pria yang baru datang.
Tasya menghentikan langkahnya yang akan menuju ke tempat sampah.Tasya tersenyum saat melihat Bryan yang baru datang.
''Kamu mau bawa kemana kotak itu ?''tanya Bryan sambil melirik kotak hadiah yang ada di tangan Tasya.
''Aku mau buang ke tempat sampah ,'' sahut Tasya.
Bryan melirik sekilas kotak hadiah yang ada di tangan Tasya,Bryan ingat kotak itu tadi pagi yang di bawa oleh Gibran.
''Kenapa di buang ?'' tanya Bryan.
''Apa ini dari kamu ?'' tanya Tasya sambil menatap Bryan.
''Apa Aku sepecundang itu memberikan hadiah ke kamu secara-cara diam-diam .'' Ucap Bryan.
Tasya diam,Ia cuma menganggukkan kepalanya.
''Benar juga yang di katakan Bryan,dia akan langsung memberikannya tanpa perlu bersembunyi-sembunyi.'' Ucap Tasya dalam hati.
Tasya tidak ragu lagi untuk membuang kotak hadiah itu ke tempat sampah.Ia tidak mau mencari tahu siapa yang sudah memberikan kotak hadiah itu.
Bryan tersenyum menyeringai saat menyadari Gibran ada di balik tembok itu sedang mengawasi Mereka.
Bryan dan Tasya kembali ke dalam kelas.
Sedangkan Gibran yang melihat Tasya membuang kotak hadiah darinya, Segera pergi dari tempat itu.
Saat Gibran berbalik,Ia terkejut Erli dan Linda ada di belakangnya.
''Sejak kapan kalian di sini ?'' tanya Gibran gugup.
Gibran takut Erli dan Linda tahu sejak tadi dirinya mengawasi Tasya.
''Baru saja ,'' sahut Erli memang mereka baru datang.
''Kamu lihat apa ?'' tanya Linda penasaran dan ingin melihat Gibran sedang melihat apa.
__ADS_1
Linda melangkah mendekati Gibran dan ingin tahu apa yang di lihat Gibran tadi.
Linda pun tidak melihat siapa-siapa yang ada di sana.Linda pun mengendikkan bahunya dan tidak mau peduli.
Gibran pun segera pergi dari hadapan Erli dan Linda.
Erli menatap Gibran dengan wajah penasaran.
Erli dan Linda meneruskan langkahnya yang akan ke kelas mereka.Langkah Linda terhenti saat mereka melewati tempat sampah.
Erli mengerutkan keningnya saat melihat Linda menghentikan langkahnya.Erli menoleh dan menatap Linda yang menatap tempat sampah.
''Ada apa Lin ?'' tanya Erli yang tidak dekat dengan tempat sampah.
Jadi Erli tidak melihat ada kotak hadiah di tempat sampah.
''Lihat itu apa ,'' Linda menunjuk kotak hadiah yang ada di tempat sampah.
Erli melongokkan kepalanya untuk melihat apa yang ada di dalam kotak sampah itu.
Erli melihat kotak kecil yang di bungkus dengan rapi berada di dalam tempat sampah.
Erli meneliti kotak yang di ambilnya di tempat tadi.
Linda pun ikut mengamati kotak itu dan memegang kotak misterius itu.
''Tidak ada siapa pengirimnya ,'' gumam Linda sambil memutar-mutar kotak itu ingin tahu siapa pengirimnya.
Linda dan Erli saling berpandangan, Mereka pun terdiam dengan pikiran mereka masing-masing apa isi di dalam kotak yang di temukan di tempat sampah itu.
''Apa jangan-jangan ini isinya Bom ,'' duga Linda sambil menatap Erli dengan takut.
''Kau benar mungkin saja ini isi nya Bom ,'' sahut Erli sambil membenarkan dugaan Linda.
Linda dan Erli saling berpandangan, Mereka pun menatap kotak itu dengan takut.
Kalau benar ini isinya Bom.Mereka pasti akan mati,pikir mereka.
''Tunggu-tunggu,jangan di lempar nanti bom itu akan meledak .'' Cegah Erli saat melihat Linda akan melempar kotak yang di pikir bom oleh mereka.
__ADS_1
''Ini bagaimana ?'' tanya Linda takut.
''Aku tidak mau mati muda Erli ,'' ucapnya lagi sambil menatap Erli dengan wajah memelas.
''Ada apa ?'' tanya dua siswi yang baru datang dan melihat ketegangan Erli dan Linda.
''Itu Kotak apa,apa jangan-jangan dari penggemarMu ?'' tanya siswi satunya sambil mengulum senyum.
''Kalian mengagetkan kami saja ,'' kesal Linda sambil menatap kedua siswi yang baru datang.
Linda bernafas lega saat kotak itu tidak jatuh dari tangannya saat di kagetkan oleh ke dua teman kelasnya.
''Untung Aku tidak jadi mati ,'' gumam Linda.
Ke dua siswi itu menatap bingung Linda saat tidak sengaja mendengar gumaman dari Linda.
''Siapa yang akan mati ?'' tanya Wulan gadis yang bertanya sebelumnya.
''Kita berempat yang akan mati ,'' jawab Linda sambil terus menatap kotak itu waspada.
Ke dua Siswi itu saling berpandangan dan tambah tidak mengerti dengan jawaban dari Linda.
''Maksudnya apa sih ?'' tanya Sarah yang di samping Wulan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Lin,sebaiknya Kita turunkan kotak ini dengan pelan-pelan ,'' suruh Erli dengan sikap waspada.
''Memangnya kotak itu isinya apa ?'' tanya Sarah yang akan merebut kotak itu dari Linda.
''Jangan...!'' teriak Linda sehingga menghentikan gerakan Sarah yang akan mengambil kotak itu.
Tangan Sarah menggantung ke udara, Sarah mengernyitkan dahinya menatap bingung Linda.
''Bisa di pastikan ini isinya Bom .'' Ucap Linda.
Sarah dan Wulan saling berpandangan, dan detik selanjutnya dia berteriak heboh.
Linda dan Erli menghembuskan nafas kasar,Mereka belum yakin apa isi kotak itu.Tapi Wulan dan Sarah sudah dulu meneriaki apa isi di dalam kotak itu.
Dan bisa di pastikan apa yang terjadi selanjutnya.
__ADS_1