
Rara berdiri di depan pintu kamar mahendra.Ia pun membenarkan riasan mak up nya dan Ia pun tersenyum senang kala pintu kamar tidak di kunci. Rara pun masuk ke dalam kamar dan celingukan ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang ada di kamar itu.Namun kamar itu kosong seperti tidak ada penghuninya.
''Apa Hendra ada di kamar mandi ya ,'' gumam Rara sambil menuju pintu kamar mandi.
Tok..tok...tok..
''Hendra apa kau ada di dalam ?'' Rara memanggil sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Hening tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi.
Rara pun membuka pintu kamar mandi. Kosong,tidak ada siapa-siapa di dalamnya.Rara pun kembali menutup pintu kamar mandi dan terkejut saat membalik badannya,pria yang Ia cari berdiri tepat di depan pintu kamar.
''Babi kau mengagetkan ku saja ,'' ucap Rara sambil mengelus dadanya.
Hendra dengan acuh melewati Rara dan Ia langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Rara menghembuskan nafas panjang saat melihat tunangannya tidak peduli padanya.Ia pun lalu duduk di tepian tempat tidur sesekali menatap pintu kamar mandi.
Cklek.
Pintu kamar terbuka.Bi Mirna masuk ke dalam kamar dengan membawa satu gelas jus mangga di atas nampan.
__ADS_1
''Saya letakkan minumnya di sini ya,Non ,'' ujar bi Mirna sambil meletakkan jus mangga di atas meja.
''Terima kasih bi ,'' ucap Rara tersenyum ke arah bi Mirna.
Bi Mirna pun keluar dari kamar den Hendra meninggalkan Rara yang masih menunggu Hendra di dalam kamar mandi.
Rara menghembuskan nafas panjang saat teringat sikap Hendra yang menurutnya berubah.Rara bingung apa dia harus mundur dan melepas Hendra.
Sedangkan di kamar sebelah tepatnya kamar Tasya.
Tasya terbangun dari tidurnya dan melihat jam yang ada di atas dinding sudah menunjukkan angka 6 sore. Tasya tidur cukup lama sekali,Tasya bangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Tasya pun melupakan makan siangnya.
Tiba-tiba ponselnya yang ada di dalam tas berbunyi.Ia pun mengambil ponselnya yang ada di dalam tas dan melihat siapa yang menghubunginya.
''Bryan ,'' gumam Tasya saat melihat nama yang menelponnya muncul di dalam handphonenya.
Tasya enggan mengangkat panggilan dari Bryan,Ia membiarkan ponsel itu terus berdering tanpa ada niatan untuk mengangkatnya.
Tasya lalu keluar dari kamar dan tepat berpapasan dengan Rara yang juga baru keluar dari kamar Hendra dengan wajah sendu.
''Kak Rara kenapa ?'' tanya Tasya saat melihat Rara menghapus air matanya.
__ADS_1
Rara menggelengkan kepalanya dan tersenyum saat melihat calon adik iparnya.
''Apa kak Hendra menyakiti kak Rara ?'' tanya Tasya penuh selidik.
''Tidak kok Sya,Hendra tidak menyakiti kakak .'' Jawab Rara meyakinkan Tasya.
Tasya pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.Tasya dan Rara pun beriringan menuruni anak tangga untuk ke lantai bawah.Sesekali mereka mengobrol,dan Rara maupun Tasya tertawa saat ada yang lucu.
Hendra berdiri di depan kamarnya melihat keakrapan Tasya dan Rara sambil kedua tangannya Ia masukkan ke dalam saku celana.Hendra menyunggingkan senyum tipis saat melihat wajah bahagia adik bungsunya dan melihat Rara yang tertawa lepas.
Hendra memegang dadanya tidak mengerti perasaan apa yang menggelitik di dadanya saat melihat senyuman Rara.Hendra menggelengkan kepalanya saat teringat tujuannya menerima pertunangannya dengan Rara hanya demi bisnisnya saja.
''Ingat Hendra kau tidak boleh jatuh cinta dengan Rara ,'' ucap Hendra dalam hati.
Hendra pun masuk ke dalam kamar saat Rara akan menoleh ke atas.
Rara melihat lantai atas saat dirinya merasakan ada seseorang yang mengawasi dirinya dan Tasya.Rara pun tidak melihat siapa-siapa di lantai atas.
''Cuma perasaanku saja ,'' gumam Rara sambil melanjutkan langkahnya menyusul Tasya yang ada di ruang makan.
Tasya meminta Rara untuk menemaninya makan.Rara pun dengan senang hati menemani Tasya untuk makan siang yang terlewatkan.
__ADS_1