
Beberapa menit yang lalu sebelum Re menuruni anak tangga.
Lilis tersenyum saat berpapasan dengan Re di tangga terakhir yang mengarah ke lantai atas.
Linda menundukkan kepalanya,saat melihat wajah datar milik Pria yang sempat di temuinya di restoran mall tadi siang.
Erli sendiri terkejut saat melihat Re ada di rumah Tasya.
Namun Mereka berdua seolah tidak saling mengenal.
Erli sendiri akan bertanya langsung,ada hubungan apa Re dan Tasya.
Re yang memang tidak pernah tersenyum pada pelayan,Melirik sekilas Erli dan langsung menuruni anak tangga.Seolah-olah Mereka tidak saling mengenal.
Re pun melihat Aldo yang masih menatap lantai atas,dan tidak menyadari kedatangannya.
Sedangkan Erli dan Linda mengikuti Bi Lilis yang akan membawa Mereka ke kamar Tasya.
"Er,tadi itu abangnya Tasya,seremkan orangnya?'' bisik Linda sambil melirik Re yang menuruni anak tangga.
''Hah,apa !'' teriak Erli terkejut saat Linda berbisik kalau Re abangnya Tasya.
Sontak saja membuat Linda dan Bi Lilis menatap Erli.
Erli tersenyum kikuk saat Bi Lilis dan Linda menatapnya.
''Kamu kenapa Er?'' tanya Linda.
''Aku gak papa,cuma terkejut aja. Ternyata Tasya mempunyai Abang yang seram gitu.'' Sahut Erli sambil tersenyum kikuk.
Re tersenyum tipis saat tidak sengaja mendengar teriakan Erli tadi.
Sesampainya Bi Lilis,Erli dan Linda di depan kamar Tasya.
Tok...tok...tok...,Bi Lilis mengetuk pintu kamar Tasya yang ada di depannya.
''Non Tasya,'' panggil Bi Lilis di luar pintu kamar Tasya.
Dengan malas Tasya beranjak dari tidurannya,Ia pun membuka pintu kamar dan terkejut saat melihat ke dua sahabatnya juga ada di depan pintu.
Setelah Tasya membuka pintu kamarnya,bi Lilis pamit undur diri.Tasya membawa ke dua sahabatnya masuk ke dalam kamar.Tasya membiarkan pintu itu terbuka.Tasya mengajak ke dua sahabatnya duduk di ranjangnya yang empuk.
Linda menatap kagum kamar Tasya yang super mewah itu.Di bandingkan dengan kamarnya tidak ada apa-apanya dengan kamar milik Tasya.Dinding kamar di cat berwarna hijau atas kemauan Tasya.
Tasya langsung memeluk Erli dari samping.
''Kakak ipar...,'' rengek Tasya.
''Gue geli elo manggil Erli dengan sebutan kakak ipar.'' Protes Linda.
__ADS_1
''Sirik aja loe,Erli saja yang gue panggil kakak ipar aja nggak protes.'' Sungut Tasya sambil menatap Linda sekilas.
Tasya pun kembali lagi bergelayut manja di bahu Erli.
''Gue jijik ngelihat Elo bermanja-manja gitu,'' kesal Linda.
''Elo tu bukannya ngehibur Gue yang lagi sedih,malah....,''Ketus Tasya tidak jadi melanjutkan ucapannya. ''Kakak ipar lihat tu Linda...,'' adu Tasya sambil melirik sekilas Linda.
''Jijik Gue dengar Elo manggil Erli kayak itu.'' Ucap Linda sambil ingin muntah.
''Emang kenapa?Abang Guekan tampan,'' puji Tasya.
''Tampan sih tampan tapi seram,Gue aja takut.apa lagi Erli,'' ucap Linda sambil bergidik ngeri melihat wajah Re yang datar.
''Er,emang Abang Gue seram?'' tanya Tasya sambil bersandar di bahu Erli.
Erli menelan salivanya susah saat Tasya menyebutnya kakak ipar,bagaimana jadinya kalau Tasya tahu dia beneran kakak iparnya.Erli yang sedang melamun tidak mendengar apa yang di tanyakan oleh Tasya.
Tasya mengerutkan keningnya saat tidak mendapat jawaban dari Erli.Tasya mengangkat kepalanya yang bersandar di bahu Erli,dan melihat Erli yang melamun.
Linda pun menatap Erli yang diam saja. Linda dan Tasya saling berpandangan.
''Erli...,'' panggil Tasya sambil menepuk bahu Erli.
Erli tersentak kaget dan menatap Tasya dan Linda yang sedang menatapnya.
''Ada apa ?'' tanya Erli.
''Loe sakit?'' tanya Linda.
Erli buru-buru menggelengkan kepalanya dan menepis tangan Linda yang akan menyentuh keningnya.
''Gue gak kenapa-napa,Gue cuma khawatir sama kamu Sya.Gue takut Abang Elo nyakitin Kamu ,'' bohong Erli menutupi kecanggungannya setelah tahu Tasya adik Re.
''Iya Sya.Secara Abang Elo serem,kayak kulkas.'' Celutuk Linda.
''Emang bener,Abang Gue dingin kayak kulkas.Tapi,kalian tenang saja.Walaupun Abang Gue dingin kayak kulkas,Abang Gue sangat sayang sama Gue.Mana mungkin Dia nyakitin Gue.'' Jawab Linda sambil tersenyum sumringah.
''Syukur deh,kalau Dia gak nyakitin Elo Sya.'' Ucap Erli bernafas lega.
''Dia...dia siapa?'' tanya Tasya sambil memicingkan matanya menatap Erli.
Erli terkesiap saat menyadari kecerobohannya.
''Dia...tentu saja Abang Elo Sya.'' Jawab Erli sambil menutupi kegugupannya.
''Sya...Gue gak habis pikir deh,kenapa Abang Elo sebegitu bencinya sama Bryan?'' tanya Linda.
''Gue sendiri juga gak tahu,kenapa Abang Gue nglarang Gue untuk pacaran sama Bryan.''Jelas Tasya yang tidak mengerti kenapa Abangnya melarangnya dekat dengan Bryan.
__ADS_1
Padahal Dia sudah lulus sekolah dan sebentar lagi akan kuliah.Seharusnya sudah boleh pacarankan.
''Permisi Non,Bibi bawakan cemilan dan minuman untuk Non dan ke dua sahabat Nona.'' Ujar Bi Lilis sambil masuk ke dalam kamar Tasya.
Tasya,Erli,dan Linda serempak menoleh dan tersenyum ke arah Bi Lilis.
Bi Lilis meletakkan cemilan dan minuman di atas meja.
''Terima kasih Bi ,'' ucap Erli setelah Bi Lilis meletakkan minuman dan cemilan di atas meja.
''Sama-sama Non,Bibi permisi.'' Pamit bi Lilis sambil keluar meninggalkan kamar Tasya.
Tidak lama kemudian.
Tok...tok...tok...
Tasya menoleh ke arah pintu,dan menatap penasaran pada gadis cantik yang berdiri di depan pintu.Dan di belakang Gadis itu Rara yang baru menyusul.
''Kak Rara ayo masuk,'' suruh Tasya sambil tersenyum menatap Rara dan Gadis yang mengetuk pintu tadi.
''Kakak tidak mengganggu kalian kan?'' tanya Rara sambil tersenyum menatap Tasya dan ke dua sahabat Tasya.
''Tidak sama sekali kok kak.'' Sahut Erli sambil menggeser duduknya agar Rara dan gadis cantik yang bersama Rara tadi untuk duduk.
Rara dan Gadis itu duduk di dekat Erli.
''Siapa Dia Kak?'' tanya Rara penasaran sambil menatap Gadis yang duduk di samping Rara.
Gadis itu tersenyum dan menatap Rara.
''Kenalin Sya,ini Inka calon Kakak ipar Kamu.'' Sahut Rara sambil memperkenalkan Inka langsung sebagai calon kakak ipar Tasya.
''Colan Kakak ipar Aku,'' ulang Tasya.
''Iya dia calon Kakak ipar Kamu ,''jawab Rara.
''Oh ya ampun,Kak Rara mau di madu?'' tanya Tasya reflek sambil menutup mulutnya.
Linda dan Erli shok saat Tasya menanyakan itu.
Rara sendiri menatap canggung pada ke dua sahabat Tasya dan Inka.
''Sembarangan Saja kalau Kamu ngomong,'' Geram Rara sambil memplototi Tasya.
Tasya cuma menampilkan cengirannya saja.
''Dia calon istri Re,'' lanjut Rara sambil tersenyum ke arah Inka.
''Apa....,'' jawab Tasya terkejut.
__ADS_1
''Uhuk...uhuk....,'' Erli yang mendengar itu tersedak air liurnya sendiri.