
Mobil yang di kendarai Samuel menelusuri jalanan menuju apartemen elit hanya di huni oleh orang-orang kaya,
Samuel sesekali melirik sekilas Erli yang menatap jalanan yang ada di samping, lewat kaca mobil di sampingnya.
''Kak...,'' panggil Erli membuka suaranya memecah kesunyian di dalam mobil.
''Ada apa Er ?'' tanya Samuel melirik sekilas Erli yang masih menatap jalanan yang ada di samping.
Erli terdiam Ia ragu mau mengatakan keinginannya.Erli lalu menggelengkan kepalanya tidak jadi mengatakan keinginannya.
Samuel mengerutkan keningnya saat Erli cuma diam setelah memanggilnya. Ia pun tidak melihat Erli menggelengkan kepalanya karna Ia fokus menyetir.
Samuel lalu menepikan mobilnya Ia takut Erli lapar atau haus.
Erli menatap penasaran kenapa mobil berhenti.
''Kenapa Kak kok mobilnya berhenti ?'' tanya Erli sambil menatap Samuel.
Samuel tersenyum menatap gadis di sampingnya.
''Kamu tadi manggil kakak karna haus atau lapar ?'' tanya Samuel.
''Erli tidak lapar atau haus kak ,'' jawab Erli cepat.
''Lalu kenapa kamu diam saja setelah memanggil kakak ?'' tanya Samuel menatap insten Erli.
Erli meremas tangannya yang tertutup tas sekolahnya.
''Erli ada apa ? katakan saja apa maumu ?'' desak Samuel yang melihat raut khawatir di wajah Erli.
__ADS_1
''Apa Erli boleh pulang ke rumah kak ?'' tanya Erli.
Samuel terdiam,Ia pun bingung harus menjawab apa.Terlebih di surat perjanjian itu Erli harus tinggal di apartemen Re setelah mereka resmi menikah.
''Erli takut papa khawatir sama Erli ,'' lanjut Erli saat tidak mendapat respon dari Samuel.
''Nanti kamu bicarakan hal ini sama Suami kamu ,'' sahut Samuel yang bingung harus menjawab apa.
Erli pun menunduk lesu saat harus membicarakan hal ini pada manusia dingin itu.Yang tak lain suaminya sendiri.
Samuel tersenyum dan melajukan kembali mobilnya menuju apartemen milik Re.
**
**
**
**
Mobil berhenti tepat di depan gedung Pratama grup,Pak supir bergegas keluar dari dalam mobil dan segera membukakan pintu penumpang.
Re keluar dari dalam mobil,sebelum Ia melangkah masuk ke dalam gedung kantor.Ia membenarkan jas dan letak kaca mata yang bertengger di hitung mancungnya.
Ia pun lalu bergegas masuk ke dalam kantor.
Pak Supir pun melajukan mobilnya menuju parkiran,setelah memastikan Tuannya masuk ke dalam gedung kantor.
Setelah mobil terparkir sempurna Pria itu keluar dari dalam mobil dan berbaur bersama supir-supir lain sambil menunggu Tuannya keluar dari kantor.
__ADS_1
Sedangkan di dalam gedung kantor.
Semua karyawan menatap penasaran pada Pria tampan yang sedang berdiri di depan pintu lift khusus Ceo.Mereka pun berbisik-bisik sambil menatap Pria tampan berwajah dingin itu.
Tidak ada yang berani menegurnya atau menghalangi Pria itu masuk ke dalam gedung kantor.Mereka semua takut saat bertatapan dengan wajah tampan nan datar itu.
Re langsung masuk ke dalam lift khusus Ceo setelah pintu lift terbuka.
Semua karyawan bernafas lega saat menatap Pria itu yang sudah masuk ke dalam lift.Atmosfer yang ada di lobi berubah dingin saat Pria itu ada di depan lift tadi.
''Siapa sih Pria tadi ?'' tanya wanita memakai kaca mata sambil melirik rekannya yang ada di sebelah.
''Mana Aku tahu siapa Pria itu ,'' jawab wanita berambut pendek sambil bergidik ngeri saat teringat tatapan mematikan pria itu.
Sedangkan Re di dalam lift mengirim pesan pada seseorang kepercayaannya yang sedang ada di dalam ruangannya. Setelah itu Re memasukkan kembali ponsel pribadinya ke dalam saku jasnya.
Ting.
Pintu lift terbuka,Re keluar dari dalam lift dan langsung bergegas masuk ke dalam ruangan Andre.
Andre mengalihkan perhatiannya dari berkas yang ada di tangannya.Dan menatap Re yang masuk ke dalam ruangannya dan langsung duduk di sofa.
Andre menutup berkas dan meletakkan di meja.Ia pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Re yang duduk di sofa.
''Dre kumpulkan semua pemegang saham dan jajaran direksi besok setelah jam makan siang ,'' Ucap Re tanpa mengalihkan perhatiannya pada layar laptop yang ada di pangkuannya.
Andre terkejut dan diam berdiri di tempatnya berada saat mendengar apa yang di ucapkan Re.
''Apa Aku tidak salah dengar ,'' batin Andre sambil menatap Re yang masih fokus pada layar laptopnya.
__ADS_1