
Wajah Tari langsung berubah terkejut setelah mendengar syarat apa yang di berikan oleh Anak dari Pratama.Mereka tidak mungkin membiarkan putri bungsu Mereka yang masih duduk di bangku SMK menjadi Istri dari Re itu.Mereka tahu bagaimana sifat Re itu.Mereka pun tidak mau mengorbankan kebahagian putri Mereka untuk kepentingan pribadi. Wijaya rela masuk penjara asal Putrinya bahagia dengan Pria pilihan Putrinya.
''Ma,lebih baik Papa di penjara dari pada harus menikahkan Erli dengan Pria brengsek itu ,'' ucap Wijaya pasrah.
''Mama akan dukung keputusan Papa ,'' ucap Tari pasrah.
''Malam Ma , Pa ,'' sapa Naya yang baru masuk ke dalam rumah.
''Lo Naya , mana Suami Kamu ?'' tanya Tari terkejut dengan kedatangan Naya tanpa Suaminya .
''Naya ingin menginap di rumah Mama dan Papa ,'' jawab Naya sambil menjatuhkan bokongnya di sofa di dekat Papa nya.
''Kamu sudah minta izin sama Suami Kamu kalau mau nginap di sini ?'' tanya Wijaya menatap insten putri sulungnya.
''Papa tenang saja Naya sudah izin kok ,'' jawab Naya berbohong .
''Syukur deh kalau Kamu udah Izin ,'' ucap Tari lega.
''Ma,Pa, Naya ke kamar dulu ya , soalnya Naya dah ngantuk ,'' pamit Naya yang tidak mau Papanya bertanya-tanya lagi .
Sesampainya Naya di dalam kamar.
Naya langsung menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.Naya memandang langit-langit kamarnya sembari memikirkan Pria yang di temui nya kemarin siang.
''Aku harus memastikan terlebih dahulu Pria itu beneran si culun apa bukan ,'' gumam Naya tersenyum penuh arti.
__ADS_1
Keesokan paginya di kediaman rumah Linda.
Tiga orang gadis yang baru bangun tidur membulatkan mata Mereka terkejut saat jam sudah menunjukkan angka 6 lewat 30 menit.
''Ah...Aku kesiangan !'' pekik Linda segera beranjak dari tempat tidurnya bergegas ingin segera mandi.
Belum sempat Ia sampai di depan pintu kamar mandi, langkahnya di hentikan oleh Tasya.
''Linda Aku duluan yang mandi ,'' cegah Tasya sambil berdiri di depan Linda yang ingin ke kamar mandi.
''Ini kamar Ku, dan ini kamar mandi Ku jadi Aku yang berhak duluan mandi ,'' tolak Linda yang tidak mau mengalah .
Erli memutar bola mata malas melihat Linda dan Tasya yang berebut untuk mandi duluan. Erli menggelengkan kepalanya yang melihat Linda menarik kerah baju bagian belakang milik Tasya ketika Tasya hendak ingin masuk ke dalam kamar mandi.Sebaliknya Tasya pun melakukan hal sama pada Linda ketika Linda akan masuk ke dalam kamar mandi.
Erli tersenyum menyeringai saat Ia mendapatkan ide untuk membuat Mereka berdua kesal dan menghentikan perdebatan Mereka. Kalau Mereka tidak di hentikan bisa di pastikan Mereka pasti akan terlambat datang ke sekolah dan pastinya Mereka bertiga di hukum.
''Erli......!'' teriak Linda dan Tasya bersamaan.
''Ini semua gara-gara Kamu ,'' kesal Linda sambil berlalu pergi keluar dari kamarnya.
''Eh tunggu Aku mandi dimana ?'' tanya Tasya sambil mengejar Linda yang sudah keluar dari dalam kamar dengan wajah yang di tekuk.
Erli terkekeh saat perdebatan Mereka berhenti.
Bibi yang sedang menyiapkan makanan untuk Nona majikannya menatap heran Nona nya yang wajahnya di tekuk.
__ADS_1
''Linda Aku mandi di mana ?'' tanya Tasya sambil menggoyang-goyangkan lengan Linda.
''Terserah Lo mau mandi di mana ,'' ketus Linda dan lalu masuk ke dalam kamar tamu yang ada di lantai bawah .
Tasya menatap Nanar pintu kamar tamu yang baru di tutup Linda.
''Mandi di sini saja Non ,'' tunjuk Bibi pada kamar mandi yang tidak jauh dari dapur.
Tasya tersenyum dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi yang di tunjuk Bibi.
20 menit kemudian Mereka sudah siap dengan pakaian seragam Mereka masing-masing.
''Tidak sarapan dulu Non ?'' tanya Bibi yang melihat Nona majikannya yang langsung keluar dari pintu utama dan mengejarnya.
''Tidak sempat Bi , nanti saja di sekolah ,'' jawab Linda menghentikan langkahnya ketika sudah ada di samping mobil berwarna biru.
Linda duduk di kursi pengemudi,Erli duduk di samping Linda.Sedangkan Tasya duduk di kursi belakang.
Linda pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.Ia tidak Mau sampai Mereka terlambat dan terkena hukuman oleh Pak Tigor.
''Huft...,''
Linda bernafas lega saat pintu gerbang belum tertutup sepenuhnya.
''Gila Kamu Lin, hampir saja Pak Dudung tertabrak ,'' ujar Erli yang melihat Pak Dudung masih terlihat shok dan mengelus dadanya.
__ADS_1
''Siapa suruh Dia berdiri di situ ,'' jawab Linda tanpa dosa .
''Dasar....,'' gumam Erli sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya yang malah menyalahkan pak Dudung.