Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 37


__ADS_3

Setelah Naya memarkirkan mobilnya.Naya dan Erli cepat-cepat keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam kantor polisi.


Naya dan Erli melihat Tari Mamanya sedang duduk.


''Mama ,'' panggil Naya dan Erli menghampiri Mamanya.


Tari yang duduk menoleh dan melihat ke dua putrinya.


''Ma di mana Papa ?'' tanya Erli sambil menggenggam tangan Mamanya.


Tari tidak menjawab pertanyaan dari Putrinya.


''Pak polisi,izinkan Kami untuk menemui Papa saja ,'' pinta Naya saat melihat seorang polisi keluar dari ruangan.


Polisi itu diam, Polisi itu lalu melihat Samuel yang baru masuk ke dalam kantor Polisi.


''Tuan Sam, Mereka ingin melihat Tuan Wijaya , apa di izinkan ?'' tanya Pak polisi menatap Samuel.


Erli,Tari dan Naya pun ikut melihat Samuel yang baru masuk ke dalam kantor polisi.


''Ya di izinkan ,'' jawab Samuel sambil duduk di kursi yang ada di dalam kantor polisi.


''Mari ikut Saya ,'' ajak Pak polisi itu menuju di mana Wijaya berada.


Naya,tari dan Erli mengikuti polisi itu menuju di mana Wijaya berada.


Erli meneteskan air matanya yang melihat Papanya di balik jeruji besi.Ia tidak tega melihat Papanya berada di dalam sel itu.


Wijaya tersenyum melihat keluarganya datang,Ia rela masuk penjara asal Putrinya menikah dengan Pria yang di cintai Putrinya.Dan Ia pun tidak ingin menikahkan Putrinya dengan membayar hutang piutang perusahaannya,biarlah ini menjadi urusannya.


''Pa....,'' panggil Erli sambil memegang tangan Papanya.

__ADS_1


''Tidak apa-apa Sayang,Papa baik-baik saja ,'' Wijaya coba menenangkan Putrinya.


''Pa,Aku akan coba berbicara pada Dia ,'' ujar Naya.


''Jangan Naya , biarkan Papa di sini ,'' cegah Wijaya yang tidak mau Naya mengetahui alasan dirinya di penjara.


''Ma, jaga Anak-anak ,'' pesan Wijaya kepada Tari.


''Pa,Mama tidak sanggup melihat Papa di sini ,''


''Semuanya akan baik-baik saja Ma ,'' ucap Wijaya tersenyum menatap Istri dan ke dua putrinya.


''Pa,Naya akan menemui Pria itu dan meminta Dia membebaskan Papa ,'' ucap Naya memegang tangan Papanya.


''Jangan Nak,'' cegah Wijaya menggelengkan kepalanya.


Naya tersenyum dan melepas genggaman tangannya yang memegang Papanya.


''Naya...kembali !'' panggil Wijaya pada putrinya yang telah berlari.


Naya tidak mempedulikan panggilan dari Papanya, Ia terus berlari keluar dari ruangan Sel Papanya.


Naya menatap sekilas Samuel yang duduk di kursi dekat pintu keluar.Naya yang ingin mengetahui di mana Re berada pun menghentikan langkahnya di hadapan Samuel.


''Sam, di mana Re berada ?'' tanya Naya langsung tanpa ada embel-embel Pak atau Tuan saat menyebutkan nama Pria itu.


Sam mendengus kesal saat Naya tidak menyebut kata Tuan atau Pak saat menyebut namanya.Mereka pun tidak akrab saat semasa kuliah dulu.


''Yang sopan berbicara dengan Saya Nona ,'' tegur Sam menatap dingin Naya.


''Ck, baiklah Tuan Sam yang terhormat , Aku ingin tahu dimana TuanMu itu berada ?'' tanya Naya terpaksa menggunakan kata Tuan saat bertanya pada Sam.

__ADS_1


Samuel tersenyum saat Naya menyebut kata Tuan, emang seharusnya Dia menyebutkan seperti itu. Tidak mudah Sam mendapatkan gelar pengacara itu, dengan seenaknya saja Naya menyebut namanya tanpa kata Tuan atau Pak.


Ia membiarkan orang lain memanggil namanya cuma orang-orang tertentu seperti, Keluarga dan para Sahabatnya.


Naya memutar bola mata malas saat melihat Pria di depannya tersenyum.


''Cepat katakan dimana Pria itu Tuan Sam yang terhormat ?'' tanya Naya lagi yang belum mendapat jawaban dari Sam.


''Percuma saja Kau ingin menemuinya , Dia tidak akan mendengarkanMu ,'' jawab Sam acuh tak acuh.


Naya tidak peduli,Ia pun bergegas keluar dari kantor polisi dan menuju di mana kantor milik Re berada.


Ia yakin Re pasti di kantor Pratama Group.


Samuel tersenyum tipis saat menatap punggung Naya yang masuk ke dalam mobil miliknya.


''Tuan....'' panggil Erli menatap sendu Pria yang sedang duduk dan melihat keluar.


Sam terjingkat kaget dan menoleh melihat Gadis yang masih berseragam sekolah menatapnya sendu.


''Tuan , Saya ingin bertemu dengan Pria yang telah memenjarakan Papa saya ,'' ujarnya sambil menatap dengan tatapan memohon.


''Tunggu,Aku akan telpon Dia sebentar ,'' jawab Samuel yang tidak tega melihat Gadis berseragam sekolah itu.


Sam menghubungi Re. Setelah sambungan telponnya terputus,Sam menatap Gadis yang masih berdiri di depannya.


''Baiklah, Kau bisa menemui nya di Club , kebetulan nanti malam Dia ada meting di sana ,'' ucap Sam memberitahukan pada Gadis itu.


Gadis itu terdiam sejenak,dan detik selanjutnya Dia mengembangkan senyumnya.Gadis itu pun menganggukkan kepala setuju Ia akan menemui Pria itu di Club.


Samuel terdiam sejenak,Ia terpesona melihat senyuman Gadis yang ada di hadapannya.Ia pun tersadar dan menggelengkan kepalanya saat teringat sesuatu.

__ADS_1


Erli tersenyum saat mendapat alamat keberadaan Pria yang telah memenjarakan Papanya.


__ADS_2