
Mobil mewah milik Re tepat berhenti di depan gedung apartemen.Pak supir bergegas membuka pintu mobil.
Re keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam lobi apartemen.Re berhenti di depan pintu lift,dan menunggu pintu lift terbuka setelah Ia memencet tombol lift.
Ia masuk ke dalam lift setelah pintu lift terbuka.Tidak lama kemudian pintu lift tertutup.
Ting.
Pintu lift terbuka dan Re melangkah ke luar dari dalam lift menuju di mana letak kamar apartemennya berada.Ia menempelkan tangannya untuk mengakses sidik jari yang akan membuka pintu.Re lalu melangkah masuk dan menyusuri setiap ruangan untuk mencari keberadaan gadis itu.
Hening,kosong di tempat itu tidak ada siapa-siapa selain dirinya.
''Kemana gadis itu ,'' gumam Re lirih sambil kembali mencari keberadaan gadis itu di kamar lain.
Re membuka kamar yang ada di sebelah kamarnya.Lagi-lagi kamar itu kosong seperti tidak tersentuh oleh orang lain, terbukti letak tempat tidur yang masih rapi.
Re berbalik dan ketika Ia akan menutup pintu,Re menyipitkan matanya saat melihat paperbag di atas nakas.Dan melihat pintu lemari yang tidak tertutup sempurna.
Re melangkahkan kakinya untuk mendekati Paperbag itu dan mengecek lemari.
Rahang Re mengeras saat melihat kalung dan cincin Erli di lepas.
''Rupanya Dia tidak mendengar dan mengabaikan ancaman ku ,'' ucap Re tersenyum dingin.
Re lalu keluar dari kamar itu,dan bergegas keluar dari dalam apartemen menuju di mana apartemen Samuel berada.
Letak apartemen miliknya dan milik Samuel tidak lah jauh,hanya melewati 4 unit sampailah Re di depan pintu apartemen milik Samuel.
Ting..tong...ting...tong...
__ADS_1
Re menekan bunyi bel berkali-kali supaya pria yang ada di dalam segera membuka pintu.
Sedangkan pria yang ada di dalam sedang menggerutu kesal saat mendengar bunyi bel yang terus menerus.
''Is tak sabaran sekali ,'' gerutu Samuel sambil memakai baju dan celana dengan asal.
Samuel tidak menyadari kalau celana kolor yang Ia pakai terbalik.
Samuel buru-buru keluar dari kamar dan,
Dug.
''****,kursi sialan , siapa yang sudah meletakkannya di sini .'' Umpat Samuel saat Ia menabrak pinggiran kursi karna keluar dengan terburu.
Dasar Samuel,dia sendiri yang meletakkan kursi di situ,setelah dia menabrak kursi yang tidak berdosa itu baru menyalahkannya.
''Mau mengumpatiku ?'' tanya Re sambil menyunggingkan senyum tipis.
''Tentu saja Aku ingin mengumpatimu, tapi mana berani Aku .'' Batin Samuel.
Samuel tersenyum bodoh dan cuma bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Ada apa kau malam-malam datang kemari?bukankah seharusnya kau malam pertama dengan gadis itu ?'' tanya Samuel sambil menaik turunkan alisnya menggoda Re.
''Di mana gadis itu ?'' tanya Re balik.
Samuel terdiam dan terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Re.
''A...pa maksud mu ? bukankah dia ada di apartemen milikmu ,'' ujar Samuel sambil menggaruk kepalanya.
__ADS_1
''Dia tidak ada ,'' Re langsung menerobos melewati Samuel yang ada di depan pintu.
Samuel lalu mengikuti Re yang langsung menuju di mana letak dapur di dalam apartemen Samuel.
Re mengambil minuman dingin yang ada di dalam lemari pendingin.
''Tidak ada bir ?'' tanya Re sambil melangkah menuju di mana sofa berada.
''Stok bir milikku habis ,'' jawab Samuel mengikuti langkah Re yang duduk di sofa.
Re meneguk air mineral itu hingga tandas.Re memejamkan matanya sejenak.
''Hai kenapa kau tertawa ?'' Re langsung membuka matanya saat mendengar Samuel yang menahan tawanya.
''Tidak ada ,'' bohong Samuel.
''Sam,katakan apa ada yang lucu .'' Desak Re dan jangan lupakan tatapan tajamnya.
''Aku cuma membayangkan,seorang Re di tinggal istrinya di malam pertama mereka .'' Sahut Re berkata jujur.
Samuel langsung terdiam saat mendapat tatapan tajam dari Re.
Re tersenyum miring saat menyadari penampilan Samuel.
''Sam,lihatlah penampilanmu ,'' ucap Re sambil beranjak dari duduknya.
Samuelpun melihat dirinya sendiri dan terkejut saat menyadari celana kolor yang Ia pake terbalik.
''Oh ya ampun, Aku ingin bersembunyi dari hadapan bos sekaligus teman terlaknat itu .'' gumam Samuel.
__ADS_1