Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 67.


__ADS_3

Tari membuka pintu kamar milik Erli,Tari tersenyum saat melihat putrinya sedang meringkuk di balik selimut.Tari membuka tirai jendela agar cahaya matahari masuk ke dalam kamar.


Gadis cantik yang sedang meringkuk di balik selimut mengerjapkan matanya, saat cahaya matahari mengenai wajahnya.


''Pagi sayang ,'' sapa Tari saat melihat mata putrinya terbuka.


''Pagi Ma ,'' sahut Erli dengan suara khas bangun tidur.


Tari masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk putrinya.Tidak lama kemudian Tari keluar dari dalam kamar mandi.


''Buruan mandi,Mama dan Papa tunggu di ruang makan .'' perintah Tari sambil menarik selimut yang masih menutupi tubuh putrinya.


''Iya mamaku sayang ,'' jawab Erli sambil bangun dari tidurnya.


Tari menggelengkan kepalanya saat melihat Erli buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.Tari pun membereskan tempat tidur putrinya.Setelah itu Tari ke luar dari kamar Erli dan menunggu gadis itu di ruang makan.


Tari tersenyum melihat putri sulungnya yang baru duduk.Dan di susul sang suami yang juga baru duduk di tempat miliknya.


''Erli mana Ma ?'' tanya Wijaya saat Tari duduk di kursi yang ada di sampingnya.


''Dia lagi mandi Pa ,'' jawab Tari sambil mengambil piring.


Tari pun mengambilkan nasi beserta lauk nya di atas piring.


''Pa ,'' panggil Naya sambil memoles roti tawar dengan selai.

__ADS_1


Wijaya menoleh dan menatap Naya.


''Nanti jadikan Pa,temani Naya ke kantor pengadilan agama ?'' tanya Naya memastikan.


''Biar pengacara Papa yang mengurusnya Nay,kamu tak perlu repot-repot untuk datang ke sana .'' Ujar Wijaya sambil tersenyum menatap istrinya yang meletakkan piring berisi nasi di hadapannya.


''Siapa yang mau ke pengadilan agama Pa ?'' tanya Erli saat baru menuruni anak tangga.


Tari,Wijaya dan Naya menoleh dan melihat Erli yang sudah memakai seragam sekolah.


''Kakakmu yang ingin ke pengadilan agama ,'' jawab Tari.


Erli pun menarik kursi kosong yang ada di sebelah kakaknya dan duduk di sana.


''Iya ,'' sahut Naya sambil memasukkan roti tawar ke mulutnya.


''Syukur deh,lagian Aku tidak suka dengan kak Sandi,dia sepertinya cuma memanfaatkan kak Naya saja .'' Erli bernafas lega saat mendengar kakaknya akan berpisah dengan Sandi.


Erli mengambil susu yang ada di atas meja dan langsung meminumnya.


''Ma,Pa,Kak,Erli berangkat duluan ya .'' Pamit Erli sambil bersalaman dan mencium kedua orang tuanya secara bergantian.


''Tidak sarapan dulu sayang ?'' tanya Wijaya sambil menatap putrinya.


''Erli sarapan ini aja Pa ,'' jawab Erli sambil mengambil satu roti tawar yang sudah di olesi selai di atas meja.

__ADS_1


''Dasar anak itu ,'' gumam Tari sambil menggelengkan kepalanya.


Sepergi Erli.


''Nay,nanti biar Papa yang antar kamu untuk mengambil barang-barang milik kamu yang masih ada di rumah pemberian Papa ,'' ucap Tari menatap putri sulungnya.


''Iya ma,sekalian mengosongkan rumah itu .'' Jawab Wijaya.


Mereka pun kembali melanjutkan sarapan mereka.


Sedangkan di SMK pelita.


Taksi yang di naiki Erli berhenti di pintu gerbang sekolah.Erli keluar dari dalam taksi,setelah dirinya membayar taksi yang di naikinya,Erli menyipitkan matanya saat tidak sengaja melihat pemandangan yang ada di parkiran.


''Lihat apa Er ?'' tanya Linda yang baru sampai di sekolahnya.


''Itu Tasyakan ?'' tanya Erli balik memastikan yang di lihatnya itu adalah Tasya.


Linda melihat arah pandang Erli,dan terkejut saat melihat Tasya bersama Bryan.


''Ayo kita kesana ,'' ajak Linda sambil menarik Erli untuk mengikutinya.


Linda dan Erli melangkah menuju di mana Tasya dan Bryan di tempat parkir.


''Tasya.....!''

__ADS_1


__ADS_2