
Re keluar dari kantor miliknya dan di depan pintu kantor mobil milik Re sudah terparkir di depan sana.Aldo sudah membuka pintu mobil saat melihat Re yang baru keluar dari kantor.
Setelah Re masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang,Aldo segera menutup pintu mobil.Lalu setelah itu Aldo masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
''Kita mau kemana Tuan ?'' tanya Aldo sambil menatap Re yang duduk di belakang.
Re terdiam sejenak.Lalu Ia melihat jam yang melingkar di tangannya.
''Pasti Dia sudah pulang dari sekolahnya,'' gumam Re.
''Tuan...,'' panggil Aldo yang melihat Tuannya diam saja.
''Pulang ke rumah saja ,'' jawab Re setelah berpikir.
Aldo pun segera menyalakan mobilnya dan meninggalkan halaman gedung kantor.Re menatap layar ponselnya,Ia ingin menelpon gadis yang tengah mencuri hatinya.
Re mendesah frustasi saat menyadari dirinya tidak memiliki nomer ponsel milik istrinya.
''Sial,Aku lupa tidak meminta nomer ponsel miliknya .'' Ucap Re dalam hati.
Aldo menatap Tuannya yang memejamkan matanya lewat kaca spion yang ada di depannya.
Re yang baru teringat kenapa akhir-akhir ini dengan jantungnya,tiba-tiba membuka ke dua matanya.
''Aldo tidak usah langsung ke rumah, kita langsung pergi ke rumah sakit .'' Perintah Re.
Aldo mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
''Siapa yang sakit Tuan ?'' tanya Aldo penasaran.
''Tidak usah banyak tanya,jalankan saja mobilnya .'' Hardik Re.
''Baik Tuan,Saya mengerti .'' Aldo pun lalu terdiam dan tidak bertanya lagi kenapa Tuannya mau ke rumah sakit.
Walaupun Aldo penasaran,Ia mengikuti apa perintah tuannya untuk ke rumah sakit.
Re ingin menemui dokter keluarga yang menangani kesehatan keluarganya. Dokter Angga adalah dokter keluarga Pratama.Dia menggantikan pekerjaan papanya untuk mengabdikan di keluarga pratama.
Angga juga adalah salah satu teman Re sewaktu di sekolah.Dia juga selain menjadi dokter keluarga,Dia juga, bekerja di salah satu rumah sakit milik Re.Dan rumah sakit itu di kelola oleh Angga.
Rumah sakit itu sudah berdiri sejak Re tinggal di luar negri.Orang tua Re tidak tahu kalau Re selama ini memiliki sebuah rumah sakit yang terkenal di kota mereka.
Aldo menghentikan laju mobilnya saat tiba di parkiran rumah sakit.
Re tersadar dari lamunannya dan menatap Aldo yang sudah membuka pintu untuk dirinya.Re mengangguk,lalu Ia keluar dari dalam mobil.
Re meninggalkan Aldo yang masih menatapnya penasaran,
''Apa Tuan sakit ,'' batin Aldo sambil menatap punggung Re yang memasuki gedung rumah sakit.
Re melewati lorong-lorong rumah sakit. Re berhenti di depan ruangan direktur rumah sakit.
Re membuka perlahan pintu ruangan direktur.
Seorang Pria memakai kaca mata sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap pada berkas pasien yang ada di atas meja kerjanya.
__ADS_1
Pria itu mengalihkan perhatiannya pada berkas yang sedang Ia baca,saat seseorang membuka pintu ruangannya. Ia terkejut saat melihat siapa yang membuka pintu ruangan itu.
''Maaf,Aku mengganggu waktu mu Angga ,'' ucap Re saat di ruangan itu bukan Angga saja,melainkan ada orang lain di ruangan itu.
Kedua wanita yang ada di ruangan itu menatap Pria tampan yang membuka pintu tadi.Lalu wanita yang di yakini Re ibu dari gadis yang ada di sebelahnya menatap Angga.
''Dokter Angga,Siapa Pria itu yang seenaknya saja masuk ke dalam ruangan dokter .'' Ucap Wanita paruh baya dengan nada sedikit kesal.
''Ya Saya mengenalnya Nyonya ,'' sahut Angga sambil melirik Re yang masih berdiri di depan pintu.
Re menyipitkan matanya saat melihat Gadis muda yang ada di sebelah wanita paruh baya itu .Re tidak salah lihat lagi itu Maya.
Mau apa dirinya menemui dokter Angga.
Maya menundukkan kepalanya saat matanya tidak sengaja menatap mata Re yang menatapnya dengan tatapan intimidasi.
''Nyonya,silahkan datang lagi besok, Saya harus mempelajari penyakit putri Nyonya lebih dalam lagi .'' ucap Angga sambil mengusir secara halus Wanita itu dan Maya.
Wanita itu yang kesal akhirnya menarik putrinya untuk segera pergi dari ruangan Angga.
Re menggeser tubuhnya agar Wanita itu dan Maya bisa keluar dari ruangan Angga.Wanita itu menatap Re sinis saat ada di samping Re.Setelah itu Ia dan Maya keluar dari ruangan Angga dengan kesal.Karna secara tidak langsung Angga mengusirnya setelah kedatangan Pria tampan tadi.
Brak...
Pintu di tutup dari luar dengan keras.
Re dan Angga menggelengkan kepalanya melihat sikap Wanita itu.
__ADS_1
Re lalu duduk di kursi sofa yang ada di ruangan Angga.Angga pun menyusul Re yang sudah duduk di kursi sofa.