
''Akh !'' pekik Erli terkejut setelah menutup pintu kamar dan membalik badannya.
Ia melihat Re yang tengah menatapnya sambil duduk di kursi belajarnya.
Erli baru tersadar dan berubah panik,Ia buru-buru menghampiri Re.
''Sejak kapan Kau ada di sini?dan bagaimana bisa Kau masuk ke kamarKu ?'' tanya Erli tidak bisa menutupi raut wajah paniknya.
''Dari mana saja Kau,jam segini baru pulang ?'' tanya balik Re yang sebenarnya sudah tahu Erli dari mana.
Erli memutar bola mata malas sambil berkacak pinggang di depan Re.
''Bukankah Abang tadi melihatKu ada di mana ?'' ketus Erli sambil memasang wajah galak.
Re tersenyum menatap wajah galak Erli.
''Maaf,Aku tidak sempat menyapa Mu tadi .'' Ucap Re sambil menarik Erli untuk duduk di atas pangkuannya.
Erli yang terkejut,reflek memukul bahu Re.
''Ya Aku mengerti,Kita berpura-pura tidak saling mengenal .'' Sahut Erli sambil menatap mata Re.
Re dan Erli saling terdiam,Re tidak ingin memberitahu keadaan papa Erli yang sempat di larikan ke rumah sakit.Re telah mendapat kabar bahwa Wijaya tidak perlu di rawat.
Erli yang teringat pertanyaannya belum di jawab oleh Re,kembali bertanya.
''Abang tadi belum jawab pertanyaan Erli,'' Erli menatap wajah Re sambil tangan mungilnya bermain di dada Re.
''Pertanyaan yang mana ?'' tanya Re sambil memejamkan matanya merasakan belaian lembut di dadanya.
''Ih jangan tidur,'' kesal Erli saat melihat Re memejamkan matanya.
Re langsung membuka matanya dan menangkap jari-jari lentik Erli yang membelai dadanya.
Erli tidak tahu saja gerakan jari lentik Erli yang membelai dadanya, membangkitkan sisi liarnya.Dan di tambah Erli yang duduk di pangkuan Re membuat juniornya yang tertidur seketika bangun.Re mencoba menahan dan tidak memakan Erli sekarang.
''Pertanyaan yang mana Hem ?'' Suara berat Re membuat Erli merinding.
__ADS_1
''Dari mana Abang bisa masuk ke sini?'' tanya Erli yang semakin penasaran.
Erli tidak nyaman duduk di pangkuan Re, Ia berusaha membenarkan posisi duduknya.
''Jangan bergerak,nanti Kau membangunkan yang ada di bawah sana.'' Cegah Re agar Erli tidak bergerak lagi.
Erli terdiam sejenak,Ia masih mencerna perkataan Re.
Re menghela nafas panjang,Ia berusaha menahan nafsunya.
''Kau tidak perlu tahu,dari mana Abang bisa masuk .'' Re tidak mau menjawab pertanyaan Erli.
''Sekarang pertanyaan ke dua ,'' ucap Erli sambil mengangkat jarinya yang ada 2 ke hadapan Re.
''Ada lagi ?'' tanya Re sambil mengerutkan keningnya.
Erli mengangguk sebelum memberikan pertanyaan lagi.
''Siapa Gadis itu ?'' tanya Erli.
''Gadis yang mana ?'' tanya Re balik yang tidak mengerti dengan pertanyaan Istrinya.
''Inka siapa ?'' tanya Re lagi yang di buat pusing oleh pertanyaan Erli.
''Kok Inka siapa sih ,'' kesal Erli sambil memukul bahu Re.
''Iya ,Inka siapa?Aku sendiri tidak tahu .'' Jawab Re yang benar-benar belum paham arah pembicaraan ini mengarah ke mana.
''Abang bohong,gak usah pura-pura gak tahu.Jelas saja tadi itu Kakak ipar kalian memberitahu kalau Inka itu calon istri Abang.'' Erli sendiri tidak tahu kenapa suasana hatinya menjadi panas dan tidak rela Re memilik wanita lain.
Re yang melihat wajah Erli yang kesal tidak bisa menahan tertawanya.
Erli bingung dengan reaksi Re yang tertawa.
''Kenapa tertawa ?'' tanya Erli bingung.
''Kamu cemburu ?'' tebak Re dengan wajah yang terlihat santai.
__ADS_1
''Siapa juga yang cemburu,Aku cuma tidak terima Abang sudah berbohong dan menyembunyikan ini .'' Kilah Erli tidak mau mengaku kalau dirinya cemburu.
''Berbohong apa ?''
Lagi-lagi Re menjawab pertanyaan Erli dengan pertanyaan juga.Erli yang kesal akhirnya terdiam dan mengrucutkan bibirnya sambil menatap Re kesal.
Re terkekeh melihat wajah kesal Erli.Re memang sengaja ingin membuat Erli kesal.Dengan tiba-tiba Re mencium bibir Erli dengan lembut.
Erli yang terkejut dengan ciuman tiba-tiba itu,Reflek memejamkan matanya.Erli memukul dada Re ketika Ia hampir kehabisan nafas.
Re melepas pagutannya dan menempelkan keningnya ke kening Erli.
Erli mengatur nafasnya setelah ciumannya itu terlepas,Re mengusap bibir Erli yang basah karna perbuatannya dengan ibu jarinya.
''Aku tidak peduli siapa Inka itu,yang jelas Kamu adalah wanita satu-satunya yang ada di hidupKu.Dan akan selamanya menjadi wanita terakhir dan Ibu dari anak-anakKu .'' Jelas Re sambil menatap mata Erli.
Erli yang tersadar dari penjelasan Re tentang wanita itu,meneteskan air matanya saat Re mengatakan apa yang barusan di ucapkannya.
''Hai kenapa menangis ?'' tanya Re sambil mengusap air mata Erli dengan ibu jarinya.
Erli menggelengkan kepalanya tanda Ia tidak apa-apa.Erli reflek memberanikan diri untuk mencium bibir Re terlebih dahulu.
Re sempat terkejut dengan ciuman Erli yang tiba-tiba.Saat Erli akan melepas ciumannya,Re menekan tengkuk Erli dan memperdalam ciuman mereka.Ketika Erli akan kehabisan nafas,Re melepas ciuman itu.
''Sepertinya Aku harus segera memberitahu pernikahan kita ke papaMu .'' Gumam Re sambil menatap wajah Erli yang sedang menghirup udara.
''Hah,apa ?'' tanya Erli saat tidak mendengar jelas gumaman Re.
''Mandi,udah jam berapa ini ?'' tunjuk Re pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya di hadapan Erli.
Erli yang baru menyadari dirinya masih memakai seragam sekolah,dan belum mandi.Ia tersenyum kikuk menatap Re.
''Aku lupa belum mandi ,'' ucap Erli sambil menahan malu.
Erli pun turun dari pangkuan Re dan segera berlari masuk ke dalam kamar mandi.Setelah Erli menutup pintu kamar mandi,Ia pun bersandar di pintu dan merutuki kecerobohannya.
Sedangkan Re menggelengkan kepalanya melihat tingkah menggemaskan Istrinya.
__ADS_1
''Sabar,sebentar lagi Kau akan menemukan sarangMu.Sebaiknya kau segera tidur,jangan membuat Aku frustasi dan berakhir bermain solo .'' Ucap Re pada juniornya agar tidak bangun lagi.