Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
175.


__ADS_3

Re dan Andre sedang mengawasi pembangunan kamar mandi umum, sedangkan para wanita sedang berada di dapur. Mereka semua sedang membantu para ibu-ibu yang sedang menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja.


Erli dan para sahabatnya masuk ke dalam dapur, mereka menghampiri Siti yang sedang membuat teh di dalam teko.


''Sedang apa ti?'' tanya Erli sambil melangkah mendekat menghampiri Siti.


"Ini teh, siti lagi bikin es teh manis untuk para pekerja." jawab Siti sambil menuang es ke dalam teko.


''Ada yang bisa kami bantu gak ti?'' tanya Tasya.


''Gak ada kok teh, kebetulan udah selesai semuanya kok teh.'' Sahut Siti sambil menutup teko itu .


Ahmad masuk dengan membawa satu kantong kresek berwarna hitam.


''Apa itu Ahmad ?'' tanya Siti saat Ahmad baru saja meletakkan kantong kresek itu di samping kakak nya.


''Ini kue, dari pak RT teh.'' Sahut Ahmad.


''Tumben pak RT mau ngasih kue.'' Ucap Siti yang merasa aneh.


''Mungkin saja sudah tobat tidak pelit lagi teh.'' Celetuk Ahmad membuat ke empat gadis kota itu tertawa .


''Kamu ada-ada saja Ahmad, pelit aja pake tobat segala .'' Kekeh Linda.

__ADS_1


''Bener tu teh, biasa nya tuh pak RT pelitnya minta ampun. Kalau ada yang kerja bakti di kampung saja dia gak pernah ngasih kue tu teh.'' Ahmad masih kekeh dengan asumsinya.


''Siti, bawa es teh nya ke depan, kasian mereka sudah kepanasan sejak tadi.'' Suruh Ibu-ibu yang memakai daster bunga-bunga.


''Iya bu,'' sahut Siti dan segera membawa Es teh itu ke depan .


Erli dan yang lainnya mengikuti Siti keluar dengan membawa beberapa cangkir dan kue di tangan mereka.


''Bapak-bapak , Akang-akang , ini es teh manis dan kue nya .'' Ucap Siti memberitahu kepada para pekerja yang sedang membuat kamar mandi umum.


''Terima kasih Siti,'' jawab para pekerja dengan kompak.


Erli dan Sandrina menghampiri Re dan Andre yang sedang berbicara dengan pak RT, dan jangan lupakan ada anak pak RT juga di sana.


''Itu saya nyumbang kue,''


''Terima kasih sudah mau menyumbang kue untuk para pekerja,'' ucap Re menatap lurus para pekerja yang sedang makan kue dan minum es teh manis.


''Itu kuenya yang bikin anak saya, anak saya pintar loe buat kue.''


Gadis yang di samping pak RT tersenyum malu-malu saat ayah nya memuji dirinya.


''Bang,'' panggil Erli saat diri nya sudah berada di belakang Re dan pak RT dan tentunya ada gadis yang di ketahui anak pak RT itu.

__ADS_1


Re menoleh dan tersenyum menatap Erli yang membawa segelas es teh manis.


''Es teh Bang,'' tawar Erli sambil menyodorkan es teh yang ia bawa.


''Boleh deh, kayak nya seger .'' Re menerima es teh dari tangan Erli.


Gadis di samping pak RT menatap sinis pada Erli yang baru datang, dirinya sejak tadi menawarkan es teh itu pada pria tampan yang ada di depannya itu tidak mau. Tapi ini apa, bisa-bisanya gadis itu menawarkan pada pria tampan incarannya dan pria itu langsung mau. jelas saja anak pak RT itu kesal, siapa sih sebenarnya gadis ini. Cantik sih memang, tapi dirinya juga kan cantik masa pria tampan itu tidak meliriknya.


Sandrina melakukan hal yang sama pada suaminya, ia pun memberikan es teh itu ke hadapan Andre.


''Bang,''


''Hem,''


''Aku sama Sandrina ke sana dulu ya, mau bantu-bantu yang lain.'' pamit Erli.


''Jangan capek-capek.'' Pesan Re.


''Capek apaan Bang, yang ada dia nya nanti cuma duduk aja.'' Sahut Tasya yang baru menghampiri.


''Jangan dengerin Tasya Bang, Tasya memang sirik orang nya.''


Sebelum Erli pergi, Re mengecup terlebih dahulu kening Erli.

__ADS_1


Erli yang di perlakukan seperti itu sungguh malu, pasti setelah ini dirinya akan di ledekin habis-habisan oleh Adik iparnya itu.


Sedangkan Anak pak RT mengepalkan tangannya saat melihat kemesraan mereka berdua, pria tampan itu hanya boleh dengan dirinya, tidak boleh dengan gadis lain atau pun gadis kota itu.


__ADS_2