
Wijaya tergesa-gesa setelah keluar dari dalam mobil langsung masuk ke dalam kantor,setelah mendapat kabar dari sekertarisnya bahwa saham perusahaan nya yang 25 persen telah di beli oleh orang misterius.
Sesampainya Wijaya di ruangan presdir, sekertarisnya langsung melaporkan apa yang telah terjadi di perusahaannya.
Wijaya mengusap wajah frustasi saat mengetahui saham yang di jual milik Naya.
''Cari tahu siapa pemilik misterius 25 persen itu ,'' perintah Wijaya.
''Baik Tuan ,'' sahut Sekertaris yang bernama Wulan.
Wijaya langsung beranjak dari duduknya dan langsung keluar dari ruangan.
Wulan menatap nanar pintu ruangan yang baru tertutup.Wulan menghembuskan nafas kasar,Ia bingung harus mencari tahu siapa pemilik misterius itu.Bila harus memilih Ia lebih baik mengerjakan yang lain.
Wijaya masuk ke dalam mobil,dan menutup pintu mobil itu.Ia harus segera pulang dan menanyakan tentang saham milik Naya,yang sudah di jualnya.Wijaya tak habis pikir kenapa Naya sampai menjual saham miliknya.
Tanpa sepengetahuan Wijaya,Sandi dan Tara membuntuti Wijaya.
Sandi tersenyum misterius saat tiba-tiba sebuah mobil box ada di belakang mobil Wijaya.
''Apa itu mobil box yang akan menabrak tua bangka sialan itu ?'' tanya Tara sambil menatap mobil box itu.
''Hmmm,'' sahut Sandi.
''Baby,Aku sudah menyiapkan surat ini .'' ucap Tara sambil menunjukkan map yang ada di tangannya.
''Apa itu ?'' tanya Sandi penasaran.
''Ini surat kuasa pemindahan perusahaan dan semua harta milik Wijaya,'' jawab Tara.
''Dari mana kau mendapatkan itu Baby ?'' tanya Sandi dengan alis yang berkerut.
''Tentu saja dari pengacaranya ,'' jawab Tara sambil tersenyum misterius.
__ADS_1
''Bagaimana kau bisa membujuk pengacaranya ?'' tanya Sandi semakin penasaran.
Tara terdiam Ia tidak mungkin mengatakan sebenarnya,kalau Ia mengatakan sebenarnya bisa-bisa Sandi marah besar.
''Tara,kenapa Kamu diam ?'' tanya Sandi dengan alis yang berkerut.
''Kamu tidak melaku....,'' ucapan Sandi terputus saat Tara dengan cepat memotong ucapannya.
''Tentu saja tidak ,'' potong Tara cepat.
''Lagi pula pengacara Wijaya Oom Aku ,'' lanjutnya.
''Kerja bagus Baby,Aku sendiri sampai tidak kepikiran untuk menyiapkan semua itu .'' Puji Sandi sambil memeluk Tara dari samping dan mencium sekilas keningnya.
Tara menghembuskan nafas lega saat Sandi mempercayai dan tidak bertanya lagi.
Brak.
Wijaya terkejut saat tiba-tiba dari arah belakang mobil box menabraknya.
Brak.
Tidak lama kemudian empat orang Pria keluar dari dalam mobil box dan menghampiri mobil Wijaya.
Wijaya memegang kepalanya yang terbentur dasboard mobil,pelipisnya berdarah.
Dari arah samping seorang Pria berwajah sangar memukul kaca jendela dan mulai membuka pintu mobil.
''Keluar ,'' suruh Pria berwajah sangar memaksa Wijaya untuk keluar.
''Apa mau kalian ?'' tanya Wijaya sambil berdiri sempoyongan.
''Bos kami ingin bertemu denganMu tua bangka ,'' ucap Pria berwajah sangar sambil menyeret Wijaya untuk menuju di mana mobil Sandi berada.
__ADS_1
Sandi dan Tara keluar dari dalam mobil.
Wijaya terkejut melihat yang keluar dari dalam mobil adalah Sandi dan seorang Wanita yang Wijaya kenal teman Naya.
''Sandi,apa maksud semua ini ?'' tanya Wijaya saat sudah berada di depan Sandi.
Sandi tersenyum sinis menatap Wijaya.
''Dan Kamu bukankah kamu teman putri saya Naya ?'' tanya Wijaya.
''Ya benar ,'' sahut Tara sambil menganggukkan kepalanya.
''Papa mertua,op salah maksud Sandi mantan Papa mertua lebih tepatnya, cepat tanda tangani surat ini .'' Perintah Sandi sambil menyodorkan surat kuasa ke hadapan Wijaya.
''Surat apa itu ?'' tanya Wijaya heran.
''Tak usah banyak tanya,sudah tanda tangani saja surat itu Tua bangka sialan .'' Sahut Sandi sambil menyodorkan pulpen ke tangan Wijaya.
''Aku tidak akan menandatangi surat itu ,'' tolak Wijaya sambil membuang pulpen itu.
Wajah Sandi memerah,menahan amarah yang sejak tadi Ia tahan.Sandi menatap para orang suruhannya.
''Hajar dia,dan suruh dia untuk menandatanganinya .'' Perintah Sandi pada pria berwajah sangar.
Pria berwajah sangar itu tertawa dan langsung memukul Wijaya tepat di bagian perutnya.Wijaya menjadi bulan-bulanan ke empat pria itu hingga Wijaya terkapar.
''Sudah cukup ,'' perintah Sandi yang melihat Wijaya hampir tak sadarkan diri setelah di hajar oleh orang-orang suruhannya.
Ke empat Pria itu berhenti memukuli Wijaya.Sandi lalu mengambil tangan Wijaya dan mengambil cap jari Wijaya. Setelah Sandi berhasil mendapatkan cap jari itu,Ia dan Tara tertawa.
''Masukkan dia ke dalam mobilnya,dan buat dia seolah-olah kecelakaan .'' Perintah Sandi pada ke empat orang suruhannya.
''Baik kami mengerti .'' sahut mereka.
__ADS_1
Sandi dan Tara masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Wijaya yang sudah tidak sadarkan diri.