Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 125.


__ADS_3

Tasya dan Rara yang baru keluar dari dalam mobil, bertepatan juga Hendra yang baru pulang dari kantor.


''Kalian dari mana ?'' tanya Hendra menatap istri dan adiknya.


''Kami dari Mall ,'' jawab Rara sambil mendekat di mana Hendra berdiri di depan pintu.


Hendra melirik paperbag yang ada di tangan istri dan juga adiknya.


Mereka bertiga lalu masuk ke dalam rumah.


Sesampainya di dalam rumah,Re tengah duduk di ruang tamu bersama ke dua orang tua dan juga neneknya.


''Tumben kalian semua berkumpul di sini,'' celutuk Tasya sambil duduk di samping Mamanya.


Rara dan Hendra pun ikut duduk di kursi sofa kosong.


''Kalau tidak ada yang penting,Re masuk ke kamar dulu ma .'' Pamit Re sambil beranjak dari duduknya.


''Tidak ada yang boleh pergi dari ruangan ini,'' suruh Pratama sambil menatap putranya yang sudah berdiri dari duduknya.


Dengan terpaksa Re kembali duduk di kursi yang ada di belakangnya.


''Ada apa sih Ma,Pa sebenarnya ini ?'' tanya Tasya yang penasaran.


''Re papa sudah putuskan satu bulan lagi Kamu harus bertunangan dengan anak rekan bisnis Papa.'' ucap Pratama memberitahu kepada semua anggota keluarganya.


Tasya menutup bibirnya karna terkejut dengan apa yang papanya ucapkan.


Rania dan Maria tersenyum senang saat mendengar Re akan bertunangan bulan depan.


''Benarkah itu Pa,bulan depan Re akan bertunangan?'' tanya Rania menatap Suaminya dengan mata yang berbinar.


''Iya Ma ,'' sahut Pratama.


''Re tidak setuju Pa,Re menolak pertunangan ini .'' Tolak Re sambil beranjak dari duduknya.


''Papa tidak butuh persetujuan dari kamu Re !'' teriak Pratama berharap putra ke duanya mau menerima pertunangannya dengan anak rekan bisnisnya.

__ADS_1


Re tidak mempedulikan teriakan dari Pratama,Ia terus melangkah menuju di mana letak kamarnya berada.


Rania mengusap bahu Suaminya untuk mencoba menenangkan emosinya.


Di ruang keluarga pun tiba-tiba menjadi hening,tidak ada yang berani membuka suaranya.


Maria yang sejak tadi diam,akhirnya memutuskan kembali ke kamar.Maria cukup kecewa dengan keputusan Putranya.


Tasya yang bingung,akhirnya menyusul Neneknya yang kembali ke dalam kamar.


Sedangkan Re di dalam kamar.


Re menatap layar ponselnya yang sejak tadi berbunyi.


''Ada apa ?'' tanya Re setelah panggilannya tersambung.


''Ada yang ingin berbicara dengan Bos ,'' sahut Pria di sebrang sana.


Kening Re berkerut dan menunggu siapa sebenarnya yang ingin berbicara dengannya.


''Ini Aku Hendrico ,'' Sahut Pria yang bernama Hendrico.


Alis Re saling bertaut.


''Kau mau apa ?'' tanya Re.


''Datanglah sekarang ke jalan kencana,'' suruh Hendrico.


Setelah itu Hendrico mematikan sambungan telponnya sebelum Re yang mematikan sambungan telponnya terlebih dahulu.


Hendrico tersenyum puas saat Ia berhasil membuat Pria yang baru saja di telponnya pasti sedang mengumpatnya.


Re tersenyum tipis sambil menatap layar ponselnya yang telah mati.


Re menyambar kunci mobil dan jaket miliknya,dan segera keluar dari dalam kamar.


''Abang ,'' panggil Tasya saat melihat Abangnya keluar dari dalam kamar sambil membawa jaket di bahunya.

__ADS_1


''Ada apa Hm ?'' tanya Re sambil tersenyum menatap Adik bungsunya.


''Abang mau kemana ?'' tanya Tasya balik.


''Abang mau keluar masih ada urusan yang harus segera Abang selesaikan ,'' jawab Re.


Re mengusap pucuk kepala Tasya dan ia pun akan meninggalkan Tasya yang berdiri di depan pintu kamar.


''Abang ,'' panggil Tasya lagi saat Re akan menuruni anak tangga.


Re menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Tasya yang sedang menatapnya.


Tasya ragu untuk mengatakan keinginannya.


Re yang melihat keraguan di mata adiknya,menghampiri Tasya yang masih berdiri menatapnya.


''Ada apa hm ?'' tanya Re tepat di depan Tasya.


Tasya tersentak kaget saat Abangnya berdiri di depannya.Tasya yang melamun tidak menyadari kalau Abangnya sudah berdiri di depannya.


''Em...itu....,'' Tasya ragu ingin mengatakannya.


Re memicingkan matanya saat melihat adiknya ragu untuk mengatakannya.


''Kau ingin apa Tasya ?'' tanya Re lagi karna tidak mendapat jawaban yang puas dari Tasya.


''Besok ada belajar kelompok,apa boleh Tasya pulang telat ?'' Izin Tasya sambil menundukkan kepalanya.


Tasya tidak berani menatap mata Abangnya,Tasya takut Abangnya tahu kalau dirinya itu sedang berbohong.


Re terdiam dan menatap Adiknya yang menundukkan kepalanya.Re tahu kalau Adiknya sedang berbohong.Tapi Re berpikir mungkin Adiknya butuh berkumpul dengan temannya.


''Boleh ,'' jawab Re.


Tasya tersenyum saat Abangnya membolehkan dirinya untuk pulang terlambat,Ia pun buru-buru masuk ke dalam kamar dengan wajah yang bahagia.


Re menggelengkan kepalanya melihat Adiknya yang senang karna mendapatkan izin darinya.

__ADS_1


__ADS_2