Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 70.


__ADS_3

Erli melangkah keluar dari gerbang sekolahnya,Ia berdiri di depan pintu gerbang sambil menatap layar ponselnya.


Ia menatap bingung saat sebuah mobil mewah tepat berhenti di sampingnya.


Erli mengerutkan keningnya saat Pintu mobil penumpang terbuka.Ia terkejut saat melihat pria tampan tengah duduk di kursi dan menatapnya dengan tajam.


Gleg.


Erli menelan salivanya susah saat mendapat tatapan tajam nan menusuk dari Pria tampan yang sudah berstatus menjadi suaminya.


''Pasti pria itu marah saat semalam aku kabur dari apartemen miliknya ,'' gumam Erli sambil meremas ujung baju sekolahnya.


''Masuk ,'' titah Re menatap tajam Erli yang berdiri di samping mobil miliknya.


Erli celingukan ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada siapa-siapa yang melihatnya.


''Masuk....,'' titah Re lagi saat Erli tak juga masuk ke dalam mobil miliknya.


Erli buru-buru masuk ke dalam mobil saat melihat mobil Linda dan mobil Tasya akan meninggalkan parkiran sekolah.


Erli bernafas lega saat mobil meninggalkan area sekolah.Tiba-tiba suana di dalam mobil terasa mencekam.Ia menoleh dan melihat pria yang berstatus suaminya masih menatapnya dengan tajam.


''Kau tahu apa kesalahanmu ?'' tanya Re.


''Maaf ,'' cicit Erli tidak berani menatap pria tampan yang ada di sampingnya.


''Maaf untuk ?'' tanya Re lagi.


''Aku sudah kabur dari apartemenmu ,'' sahut Erli sambil menundukkan kepalanya.


''Bukan itu ,''

__ADS_1


Erli melihat Re dan menatap bingung kesalahan apa yang di maksud oleh Re, bukankah dia kabur dari apartemen, pikirnya.


''Katakan sekali lagi,apa kesalahanmu ?'' tanya Re lagi sambil menatap bola mata Erli yang menenangkan.


Erli mengerutkan keningnya,Ia pun berpikir kesalahan apa lagi yang Ia perbuat.Seingat dirinya,dia hanya kabur dari apartemen Re di malam pertama mereka.


Re mengernyitkan dahinya kala melihat wajah Erli bersemu merah.


Pletak..


''Aw....,'' ringis Erli saat dahinya di sentil oleh pria yang duduk di sampingnya.


''Kenapa kau menjitak dahiku ?'' ketus Erli sambil mengusap dahinya yang di jitak.


''Kenapa wajahMu merona ?'' tanya Re membuat Erli salah tingkah.


''Aku sedikit demam ,'' sahut Erli asal saat terlintas kata demam yang ada di kepalanya.


''Kesalahanku,kan Aku cuma kabur dari apartemen,tidak melakukan kesalahan apa pun lagi .'' Guman Erli sambil berpikir kesalahan apa yang Ia buat.


Re menghembuskan nafas kasar saat melihat gadis yang berstatus istrinya belum menyadari kesalahannya.


Erli baru menyadari saat Re memperlihatkan kalung dan cincin pernikahannya di depan wajahnya.


''Oh ya ampun,kenapa aku melupakan itu ,'' guman Erli menatap nanar kalung dan cincin yang ada di tangan Re.


''Oh itu,Aku tidak sengaja melupakannya .'' Ucap Erli sambil memegang tengkuknya yang tiba-tiba terasa dingin.


Erli memundurkan tubuhnya saat Re mencodongkan tubuhnya ke hadapan Erli.Erli spontan memejamkan matanya saat wajah Re kian semakin mendekat ke arahnya.


Re mengerutkan keningnya saat Erli memejamkan matanya.

__ADS_1


Pletak.


''Aw....,'' ringis Erli saat lagi-lagi Re menjitak jidatnya.


Erli mengerucutkan bibirnya sambil mengelus dahinya yang di jitak.


''Jangan ke gr an,Aku tidak akan menciummu,Aku cuma mau mengambil tanganmu .'' Re memegang tangan Erli.


Erli menatap Re yang memasukkan cincin itu ke jari manisnya.


''Bodoh kamu Erli,kenapa mengharapkan di ciumnya .'' batin Erli memberontak.


''Mau apa lagi ?'' tanya Erli yang lagi-lagi Re mencodongkan tubuhnya.


''Jangan ke gr an Aku cuma mau memasangkan ini ,'' tunjuk Re pada kalung yang ada di tangannya.


''Sadar Erli,sadar kamu tidak boleh jatuh cinta dengan pria pemaksa ini .'' Ucap Erli dalam hati.


Erli memandang wajah tampan Re yang ada di depan wajahnya.


Re menelan salivanya susah saat memandang leher mulus milik istrinya. Ingin rasanya Ia menggigit leher mulus milik istrinya itu.


Deg.


Pandangan mereka bertemu,mata mereka seakan mengunci satu sama lain.


Cup...


Bibir mereka bersentuhan dan mata ke duanya melotot saat tiba-tiba pak supir mengerem mendadak.Dan jangan lupakan tangan Kanan Re mendarat sempurna di buah kenyal milik Erli.


Re menarik tubuhnya dan menatap tajam pak sopir.

__ADS_1


''Maaf Tuan Saya tidak sengaja ,'' ucap pak supir meminta maaf pada Tuannya.


__ADS_2