Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 35


__ADS_3

Di SMK PELITA.


Erli saat melewati koridor sekolah,Ia tidak mempedulikan tatapan para adik kelasnya dan juga tatapan para siswa yang satu kelas dengannya. Sebenarnya Ia penasaran kenapa Mereka menatap dirinya seperti itu.Ada pula yang berbisik saat dirinya melewati Mereka.


Apa ada yang salah dengan riasannya pikir Erli saat ada yang memandang dan berbisik saat dirinya melewati dirinya.


Erli masuk ke dalam kelasnya dan semua yang ada di dalam kelas memandang sinis ke arahnya.


Tidak lama kemudian Linda dan Tasya pun masuk ke dalam kelas.Dan memandang aneh dan penasaran pada Mereka yang sedang berbisik saat menatap Erli.


''Ada apa, kenapa Kalian memandang Erli seperti itu ?'' tanya Linda yang tidak suka temannya di pandang seperti itu.


Mereka cuma diam tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Linda.


''Sebenarnya Mereka kenapa ?'' tanya Tasya saat sudah duduk di tempatnya.


''Aku juga tidak tahu ,'' jawab Linda yang memang tidak tahu kenapa Mereka memandang Erli seperti itu.


''Apa riasanKu aneh ?'' tanya Erli sambil menatap kedua sahabatnya.


''Tidak ada yang aneh ,'' jawab Tasya setelah memperhatikan wajah Erli.


''Sudahlah,tidak usah di pedulikan,mungkin Mereka iri dengan kecantikanMu ,'' ucap Linda menenangkan Erli.


''Eh, temen-temen hati-hati dengan si Erli ,'' ucap Meta saat baru masuk ke dalam kelas.


''Apa maksud Elo ?'' tanya Linda sambil berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Meta tidak mempedulikan Linda yang menatapnya kesal,Ia tersenyum remeh dan berbisik ke telinga Erli sebelum Ia menuju di mana bangkunya berada.


Erli terkejut saat Meta membisikkan sesuatu di telinganya.Erli menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang Meta bisikkan tadi.


''Kamu bohong Kan ?'' tanya Erli berusaha tidak mempercayai ucapan Meta.


''Kalau tidak percaya,cari tahu saja sendiri sudah tersebar luas di internet ,'' jawab Meta sambil memandang sinis Erli.


Erli tanpa mengatakan apa-apa,Ia mengambil tasnya dan segera keluar dari dalam kelasnya.


Tasya dan Linda yang bingung kenapa Erli keluar dari dalam kelas pun saling berpandangan.Tasya dan Linda akhirnya memutuskan untuk melihat apa yang terjadi di dalam internat.


''Tidak mungkin ,'' gumam Linda setelah melihat isi Video di internet.


Tasya pun terkejut dan tidak percaya dengan apa yang Ia lihat.


Sedangkan Erli keluar dari gerbang sekolah dengan menangis.


Erli menyetop satu taksi,Setelah taksi berhenti di samping Erli.Erli segera masuk ke dalam mobil taksi. Erli memberikan alamat tujuan yang akan Ia datangi, dan setelah itu taksi itu segera meluncur ke tempat tujuan.


Mobil Taksi yang di tumpangi Erli sampai di gedung Wijaya Group.Erli setelah membayar argo taksi, Erli segera keluar dari dalam taksi dan masuk ke gedung Wijaya Group.


''Ada apa Erli ?'' tanya Sandi yang melihat Erli akan masuk ke dalam Lift.


''Kak apa benar Papa di tangkap polisi ?'' tanya Erli balik tanpa menjawab pertanyaan dari Sandi.


''Benar Erli ,'' jawab Sandi.

__ADS_1


Erli bergetar menahan tangis,Ia tidak menyangka Papa yang selama ini Ia sayangi harus bermalam di penjara.


Sandi ingin sekali merengkuh tubuh mungil itu.Tapi niatnya terhenti saat dari arah samping Naya keluar dari ruangan Sasa.


''Kak Naya ,'' panggil Erli yang melihat Naya yang baru keluar dari salah satu ruangan.


Naya menoleh saat seseorang memanggil namanya. Ia pun terkejut saat melihat Erli ada di kantor dan masih lengkap dengan seragam sekolahnya.


''Erli ngapain kamu disini ?'' tanya Naya sambil berjalan ke arahnya.


''Kak, antar Aku ke kantor polisi , Ayo Kita bawa pulang Papa ,'' ajak Erli kepada Kakaknya.


Naya sontak saja terkejut,kenapa Erli bisa tahu Papanya di kantor polisi.Naya menatap Sandi ingin meminta penjelasan kenapa Erli bisa tahu.


Sedangkan Sandi menggelengkan kepalanya Ia pun tidak tahu kenapa Erli bisa tahu.


''Kak ,Ayo ,'' ajak Erli lagi saat melihat Kakaknya cuma, diam.


Naya yang tersadar dari lamunannya beralih menatap Erli.


''Ayo kita bawa Papa pulang ,'' jawab Naya.


Sehingga membuat Erli mengembangkan senyumnya.


Sebelum Naya dan Erli pergi.


''Sandi , Kau gantikan Papa untuk menghadiri miting, apa Kau bisa ?'' tanya Naya menatap Suaminya.

__ADS_1


''Kau tenang saja,Aku yang akan mengurus semuanya di sini ,'' jawab Sandi tersenyum.


''Memang ini yang Aku inginkan ,'' gumam Sandi sambil menatap punggung Erli dan Naya yang keluar dari kantor.


__ADS_2