Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 52.


__ADS_3

Tasya terisak masih berada di dekapan Pria yang memeluknya dari belakang.


''Maafkan Aku ,'' ucap Bryan lirih.


Tasya memberontak dari dekapan Bryan.Ia pun berbalik dan menatap Bryan yang menatapnya penuh sesal.


Plak


Tasya melayangkan tangan kanannya ke pipi Bryan.


Bryan membiarkan Tasya melampiaskan kemarahannya kepada dirinya.Ia sadar memang ini salahnya.


''Kamu jahat Bry ,'' ucap Tasya lirih sambil menolak tangan Bryan yang ingin menyentuhnya.


''Sya,Aku bisa jelasin,semua itu tidak seperti yang Kamu lihat .'' jelas Bryan sambil ingin memegang tangan Tasya.


Tasya menolak tangannya di pegang dengan cara menyembunyikan tangannya di belakang.Tasya menatap kecewa Bryan.


Bryan pikir Tasya bodoh apa,melihat kekasihnya bersama seorang Gadis. Bryan pikir Tasya buta dan tidak punya rasa cemburu.


''Sya Aku tahu Kamu marah,Aku lakuin itu karena Aku kalah taruhan dan harus jalan bersama Maya .'' jelas Bryan sambil menangkup wajah Tasya.


Tasya menghempas tangan Bryan yang menangkup wajahnya.

__ADS_1


''Aku tidak mau mendengar penjelasan dariMu ,''


Setelah mengatakan itu Tasya masuk ke dalam mobil taksi saat mobil itu tepat berhenti di sampingnya.


Bryan mengetuk-ngetuk pintu kaca mobil agar Tasya membukanya.


''Jalan Pak ,'' suruh Tasya tanpa menatap Bryan yang mengetuk-ngetuk kaca mobil itu.


Pak supir taksi pun menganggukkan kepalanya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan Bryan.


Bryan menatap nanar dan penuh penyesalan pada mobil taksi yang di tumpangi Tasya hingga menghilang dari pandangannya.


Bryan menyesal,ya jawabannya tentu saja Bryan menyesal.Seandainya waktu bisa di ulang kembali Ia tidak akan melakukan taruhan yang membuat Tasya menangis karena ulahnya.


Sedangkan di dalam mobil Samuel.


''Kita mau kemana Kak ?'' tanya Erli memecah kesunyian di dalam mobil.


''Kita ke butik langganan keluarga Pratama ,'' jawab Samuel tanpa mengalihkan ke jalanan.


Samuel fokus mengemudikan mobilnya tanpa melihat reaksi terkejut dari Erli saat dirinya mengatakan ke butik.


''Ke butik ? ngapain Kak ?'' tanya Erli penasaran.

__ADS_1


''Tentu saja membeli baju pengantin untuk Kamu ,'' jawab Samuel sambil menatap Gadis yang ada di sampingnya.


''Oh Iya Aku lupa ,'' ucap Erli lirih sambil menundukkan kepalanya.


''Kamu sudah siap Kan ?'' tanya Samuel sambil kembali fokus ke jalanan.


Erli menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari Samuel.


''Siap,gak siap Aku harus siap Kak .'' jawab Erli sambil menatap Samuel yang mengemudi.


''Ini semua Erli lakukan demi Papa Kak ,'' lanjutnya lagi sambil menatap jalanan lewat kaca samping mobilnya.


Samuel melirik sekilas Erli dan menatap sendu Gadis yang ada di sampingnya.Ia kagum pada Gadis itu,demi Papanya Ia rela menikah dengan Pria yang tidak di cintainya.


''Semoga setelah Kau menikah dengan Re,Kau bisa merubahnya menjadi hangat tidak dingin lagi ,'' ucap Samuel dalam hati.


Mobil Samuel berhenti di depan bangunan toko yang cukup luas.Erli menatap takjub pada bangunan yang ada di depannya.Erli membaca papan nama yang di pajang di depan dan letaknya ada di atas.


''Cintya butik ,'' gumam Erli saat membaca papan nama yang ada di atas bangunan itu.


Samuel tersenyum saat mendengar gumaman dari Erli.


''Ayo turun ,'' ajak Samuel sambil membuka pintu mobil pengemudi.

__ADS_1


Erli menganggukkan kepalanya dan keluar dari dalam mobil.Setelah itu Ia pun menutup kembali pintu mobil,dan mengekor Samuel yang masuk ke dalam butik.


__ADS_2