
Erli menatap bangunan yang bertuliskan KUA di depannya.
Tidak lama kemudian Erli menatap mobil yang baru berhenti di depannya.
Samuel tersenyum saat melihat mobil itu tepat berhenti di samping mobil miliknya.Samuel menunggu pemilik mobil mewah itu keluar dari dalam mobil.
Seorang pria tampan keluar dari dalam mobil setelah Pak supir membuka pintu mobil untuknya.Pria itu membenarkan letak jasnya dan mengancingkan jas miliknya.Lalu pria itu menghampiri Samuel yang berdiri di samping mobil milik Samuel.
Pria itu melirik sekilas gadis yang berdiri tidak jauh dari Samuel dari ekor matanya.
Samuel menyerahkan paperbag yang ada di tangannya ke arah Pria itu yang tak lain Re.
Re melepas kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya,dan menyerahkan kaca mata itu ke supir pribadinya.Supir pribadinya dengan sigap menerima kaca mata hitam milik Tuannya.
Re menerima paperbag itu.Ia tidak mengatakan apa-apa langsung masuk ke dalam kantor KUA.
Erli menatap bingung pada paperbag yang Ia pikir untuk Cintya.
''Ayo Erli,Kita masuk .'' Ajak Samuel membuyarkan lamunan Erli.
Erli mengikuti langkah Samuel yang masuk ke kantor KUA.Erli melihat beberapa pria ada di dalam ruangan itu. Lalu Erli melihat punggung Re yang duduk di kursi di depan pak penghulu.
''Kemari....,'' suruh Re tanpa menatap Erli yang ada di belangkangnya.
Erli ragu untuk melangkah maju untuk mendekati Re.Erli menatap Samuel yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Samuel menganggukkan kepalanya yang mengerti keraguan Erli.
Erli menghembuskan nafas panjang,lalu Ia melangkah mendekati di mana Re berada dan Ia pun duduk di sebelah Re di depan pak penghulu.
''Apa bisa kita mulai ?'' tanya Pak penghulu saat Erli sudah duduk di samping Re.
Erli cuma bisa menganggukkan kepalanya.
''Hmmm .''
Sedangkan Re menjawab dengan deheman.
Pak penghulu menarik nafas panjang saat mendapat tatapan tajam dari Pria yang ada di depannya.Ia tidak jadi membuka suaranya saat ingin menanyakan keberadaan ayah mempelai Wanita.
Pak penghulu menanyakan kesiapan pasangan yang ada di depannya.
''Bisa di percepat pernikahannya ,'' hardik Re menatap dingin Pak penghulu.
Pak penghulu menghentikan pertanyaan -pertanyaan yang menurut Re tak penting.
Pak penghulu menjabat tangan Re.
''Saudara Renaldi pratama,Saya nikahkan dan Saya kawinkan dengan Saudari Erlita Anggraeni binti Wijaya dengan maskawin satu set perhiasan emas dan uang tunai sebesar 500 juta di bayar tunai .''
''Saya terima nikah dan kawinnya Erlita Anggraeni binti Wijaya dengan maskawin satu set perhiasan emas dan uang tunai sebesar 500 juta di bayar tunai .''
__ADS_1
Dengan sekali tarikan nafas Re mengucapkan ijab kabul itu dengan lantang.
''Sah...,'' jawab Samuel dan rekan lainnya yang ada di ruangan itu.
Air mata Erli menerobos keluar dari matanya saat semua yang ada di ruangan itu mengucapkan kata sah.
Re memasukkan cincin ke jari manis Erli dan bergantian memasukkan cincin ke jari manis Re.Setelah itu Erli mencium punggung tangan Re,dan lalu Re mencium kening Erli.
Tidak ada kata selamat untuk pengantin baru itu,karna setelah selesai semua saksi yang di bayar Re satu persatu meninggalkan ruangan itu setelah menerima bayaran dari Samuel.
Re keluar dari ruangan itu di ikuti Erli dan Samuel di belakangnya.
Sesampainya mereka di parkiran.
''Sam,antarkan dia ke apartemen milikku .'' Perintah Re sambil menyodorkan tangannya ke hadapan supir pribadinya.
Supir pribadinya yang mengerti pun langsung memberikan kaca mata hitam milik Tuannya.
Setelah Re menerima kaca mata hitam itu,Ia pun memakai kaca mata hitam untuk menutupi matanya.
''Tunggu...,'' suruh Erli menghentikan gerakan Re yang akan masuk ke dalam mobil.
''Sam,tunjukkan dan ingatkan Dia pada surat perjanjian itu .''
Setelah mengatakan itu Re pun langsung masuk ke dalam mobil tanpa peduli Erli yang akan protes.
__ADS_1
Erli pun mengingat-ingat surat perjanjian yang sudah di tanda tanganinya dengan terburu-buru,dan tanpa ada niatan untuk membacanya.
''Oh maigad Aku lupa membacanya .'' gumam Erli pada kecerobohannya yang tidak teliti dengan surat perjanjian itu.