
Wijaya menatap penasaran pada pada kedua polisi yang mengantarnya pulang ke rumah.Ia pun sejak tadi bertanya kepada dua polisi itu siapa yang sudah membebaskannya,tapi Mereka diam saja tidak ada yang memberitahu.
Tari dan Naya terkejut dengan kepulangan Wijaya yang di antar polisi.
Polisi itu pun pergi setelah mengantar Wijaya sampai depan rumah.
Wijaya pun masuk ke dalam rumah bersama Tari dan Naya.
''Mama senang akhirnya Papa bebas dari penjara ,'' ujar Tari menyusul suaminya duduk di ruang keluarga.
''Siapa yang sudah membebaskan Papa ?'' tanya Naya penasaran.
''Papa tidak tahu Nay ,'' jawab Wijaya.
''Cari siapa Pa ?'' tanya Naya saat melihat Papanya seperti sedang mencari sesuatu.
''Di mana Erli ?'' tanya Wijaya yang tidak melihat keberadaan putri bungsunya.
''Aku di sini Pa ,'' jawab Erli yang baru masuk ke dalam rumah dan berdiri di ambang pintu.
Wijaya,Tari dan Naya menoleh dan tersenyum menatap Erli.
Erli langsung berlari dan berhambur memeluk Papanya.Wijaya tersenyum dan mencium kening putri bungsunya.
__ADS_1
''Dari mana Kamu Dek ?'' tanya Naya sambil memperhatikan penampilan Erli.
Erli melepas pelukannya dan tersenyum menatap Kakaknya.
''Aku dari menemui om Pratama,dan Om Pratama mengabulkan keinginanKu ,'' jawab Erli.
''Yakin Kau menemui om Pratama ?'' tanya Naya ingin memastikan adiknya berbohong atau tidak.
''Iya Kak,Erli menemui om Pratama ,'' jawab Erli meyakinkan.
Naya pun terdiam,Ia pun percaya dengan apa yang di ucapkan Erli.
''Maafin Erli Pa,Kak,Erli sudah berbohong pada kalian ,'' ucap Erli dalam hati.
Erli tersenyum menatap Mamanya yang bahagia.Ia pun senang melihat keluarganya utuh dan tidak bersedih lagi.
...****************...
Sedangkan di tempat yang sama di club.
Andre menghentikan langkahnya yang akan pergi ke ruangan Marcel,saat melihat Wanita yang menghabiskan malam panas dengannya keluar dari ruangan sebelah ruangan Marcel.
Wanita itu menghentikan langkahnya dan menatap benci pada Andre.
__ADS_1
Wanita itu adalah Sandrina.Sandrina menatap kebencian pada Andre yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berada. Ingin rasanya Sandrina melenyapkan Pria yang ada di hadapannya sekarang juga.
Sandrina masih teringat betul hinaan dan cacian yang di lontarkan oleh Pria yang ada di hadapannya.
Sedangkan Andre menatap Sandrina dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia teringat betul dengan perkataan Marcel tentang siapa Sandrina.Andre menyesali perbuatannya yang sudah menghina dan mencaci maki Wanita yang sudah pernah menghabiskan malam dengannya.
Andre menggelengkan kepalanya saat bayangan malam panas berputar di otaknya layaknya kaset yang di putar.
''Maaf....,'' ucap Andre saat Sandrina ingin melewatinya dan pura-pura tidak melihatnya.
Sandrina menghentikan langkahnya dan mengerutkan keningnya saat Ia tidak salah mendengar Andre mengucapkan kata maaf.
Sandrina melanjutkan langkahnya tidak peduli dengan ucapan kata maaf yang keluar dari bibir Andre.
Andre menatap nanar punggung Sandrina yang kian menjauh dari pandangannya.
Marcel yang keluar dari ruangannya terkejut melihat Andre yang diam berdiri tidak jauh dari ruangannya.Marcel pun melihat siapa yang di lihat Andre sampai Andre tidak bergeming dari tempatnya berada.
Nihil,kosong,tidak ada siapa-siapa. Marcel pun bingung siapa yang di lihat oleh Andre itu.
Andre tersentak kaget saat bahunya di tepuk oleh seseorang.Andre pun melihat Marcel berdiri di belakangnya.
''Kau cari siapa ?'' tanya Marcel sambil melihat siapa yang di lihat Andre.
__ADS_1
''Tidak ada ,'' jawab Andre sambil berlalu meninggalkan Marcel yang menatap bingung ke arahnya.
''Ada apa dengan dirinya ,'' gumam Marcel yang melihat Andre berlalu pergi menaiki anak tangga dan tidak jadi ke ruangannya.