
Tasya,Erli,Linda dan Sandrina masuk ke dalam kosan milik Sandrina.Sandrina langsung masuk ke dapur untuk mengambil minuman untuk ke tiga sahabatnya.Sedangkan Erli,Tasya dan Linda memperhatikan ruangan kosan milik Sandrina yang cuma ada tiga ruangan .
Sandrina keluar dari dapur dengan membawa nampan di atas nya 4 gelas teh.Sandrina meletakkan ke empat gelas di atas meja.
''Di minum tehnya gais ,'' suruh Sandrina sambil menatap ke tiga sahabatnya yang sedang memperhatikan ruangan kosannya.
Erli duduk di kursi plastik yang ada di ruangan itu.
''Maaf gais kursinya cuma ada itu ,'' ucap Sandrina tak enak hati.
''Tak apa ,'' sahut Tasya sambil duduk di kursi plastik yang ada di sebelah Erli.
Cukup lama mereka berbincang-bincang dan melupakan masalah yang menimpa Sandrina dan Tasya.
Linda dan Tasya akhirnya pamit pulang, sedangkan Erli masih di kosan milik Sandrina.
''Er,kamu tidak pulang ?'' tanya Sandrina yang penasaran kenapa Erli masih di kosan miliknya.
''Kenapa?kamu tidak suka Aku masih di sini ?'' tanya Erli balik.
''Bukan begitu maksudKu ,'' ucap Sandrina bingung.
''San ada hal yang ingin Aku tanyakan ?'' ujar Erli sambil menatap Sandrina.
''Ada apa Er ? tanya Sandrina menatap penasaran Erli.
Sandrina menatap Erli yang sedari tadi diam.
''Kenapa Erli menatap ku seperti itu,Aku jadi takut .'' Ucap Sandrina dalam hati.
''Apa jangan-jangan Erli tahu soal kehamilan ku ,'' lanjutnya lagi dalam hati.
__ADS_1
Erli menghembuskan nafas panjang sebelum membuka suaranya.
''San,apa benar kamu hamil ?'' tanya Erli menatap Sandrina dengan insten.
Deg.
Sandrina terdiam,Ia bingung harus menjawab apa.
''Kamu ngaco deh Er,mana mungkin Aku hamil,dan kamu tahu sendiri kan Aku belum menikah .'' Elak Sandrina sambil terkekeh.
''Tak usah mengelak San,dokter sudah memberi tahu tentang kehamilan mu .'' Kesal Erli yang melihat Sandrina mencoba mengelak.
Sandrina terdiam dan menundukkan kepalanya tidak berani menatap Erli.
''Kamu sudah tahu tentang kehamilan Ku Er ?''tanya Sandrina balik.
''Ya, dokter tadi memberi tahu Ku .'' Jawab Erli.
Erli menggelengkan kepalanya.
''Mereka tidak tahu ,Aku tidak memberi tahu mereka .'' Jawab Erli sambil tersenyum.
''Terima kasih Er tidak memberitahu mereka,'' ucap Sandrina sendu.
Sandrina menundukkan kepalanya, tubuh Sandrina bergetar menahan tangis, Erli yakin Sandrina menangis.
''San ada apa ?'' tanya Sandrina sambil mengusap bahu Sandrina.
Sandrina tidak menjawab,Ia malah berhambur di pelukan Erli meluapkan rasa kesalnya.
''San,siapa yang hamilin Kamu ?'' tanya Erli sambil melepas pelukannya.
__ADS_1
Sandrina menggelengkan kepalanya.
''Sandrina jangan diam saja ayo jawab ,'' desak Erli sambil mengguncang bahu Sandrina.
''Aku tidak tahu Er ,'' jawab Sandrina memang tidak tahu siapa nama pria itu.
Erli mengerutkan keningnya saat mendapat jawaban dari Sandrina,
''Apa maksud kamu San ?'' tanya Erli.
''Aku tidak tahu siapa laki-laki itu ,'' sahut Sandrina sambil menutup wajahnya.
Erli diam membiarkan Sandrina yang nantinya akan berbicara sendiri.
Sandrina mulai menceritakan kejadian yang menimpa dirinya saat dirinya berada di club.Hingga pemerkosaan itu terjadi.
Erli mengepalkan ke dua tangannya,Ia menahan amarah saat mendengar cerita dari Sandrina.
''Kita harus datangi club itu ,'' ucap Erli.
''Buat apa Er ?'' tanya Sandrina menatap Erli bingung.
''Kita harus mencari pria yang sudah menghamili Kamu ,'' sahut Erli.
''Kita harus mencari dimana?Aku saja tidak tahu siapa nama Pria itu .'' ucap Sandrina menatap Erli.
Erli terdiam,Erli mencoba berfikir bagaimana caranya agar tahu siapa pria yang sudah menghamili Sandrina.
''San,tempat club kamu bekerja ada CCTV nya kan ?'' tanya Erli.
''Iya ada,di setiap ruangan ada CCTV nya .'' Jawab Sandrina.
__ADS_1
Erli tersenyum menatap Sandrina.Ia mempunyai cara untuk mencari tahu siapa pria itu.