Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
176


__ADS_3

Re dan yang lainnya sedang membereskan pakaian mereka, rencana nya mereka malam ini akan kembali ke kota. Dan lagi pula pembangunan kamar mandi umum sebentar lagi selesai, dan mereka sudah cukup lama berada di desa.


Erli dan yang lainnya harus segera kembali sekolah, mereka juga sudah banyak tertinggal mata pelajaran.


Siti masuk dengan membawa camilan dan minuman hangat, 2 gelas kopi dan 4 gelas teh.


"Teteh beneran nanti malam mau pulang?" Tanya Siti sambil meletakkan 7 gelas minuman di atas meja, dan mengambil piring yang di atasnya berisi pisang goreng yang di bawa Ahmad adiknya.


Erli yang tengah memasukkan beberapa lembar pakaian miliknya ke dalam tas ransel itu menghentikan kegiatannya, dan lalu ia menoleh ke arah Siti yang ada di belakangnya.


''Iya rencananya nanti malam kita semua akan pulang ke kota, dan lagi pula kami harus kembali sekolah.'' Jawab Erli.


''Di minum dulu dulu kopi dan Teh nya, akang-akang dan teteh-teteh.'' Suruh Siti.


Erli dan yang lainnya pun mengangguk, Tasya menarik reseleting tas ranselnya dan meninggalkan tasnya di atas ranjang, ia pun melangkah menghampiri Siti yang masih berdiri di depan meja yang terdapat satu piring pisang goreng dan 6 gelas minuman.


Erli, Sabrina, dan Linda ikut menghampiri Siti setelah mereka menyelesaikan kegiatan mereka.


''Bang,'' panggil Erli saat melihat Re yang baru masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


''Hem,'' sahut Re dengan berdehem.


''Kopinya di minum dulu, mumpung masih hangat.''


''Mau meletakkan tas kalian ke dalam mobil dulu,'' Jawab Re sambil melangkah ingin mengambil tas milik Tasya dan tas milik Erli.


Sedangkan tas milik Sabrina dan Linda di bawa oleh Andre.


''Biar aku bantu Bang,'' tawar Ahmad.


Re tersenyum menatap Ahmad, dan membiarkan bocah cilik itu membawakan salah satu tas yang di tangannya.


Re menerima tas itu, dan ia pun tersenyum saat melihat bocah itu berlari ingin membantu Andre.


"Sini bang, biar aku bantu bawa tasnya.'' pinta Ahmad sambil mengambil tas yang di pegang Andre.


''Terima kasih Ahmad,'' ucap Andre sambil tersenyum menatap Ahmad.


....

__ADS_1


Di rumah pak RT.


Tok....tok....tok....


''Pak rt, pak rt.'' panggil seorang warga sambil mengetuk pintu pak rt.


Pak rt yang sedang tidur siang itu pun terganggu, pria itu ingin mengabaikan panggilan warga.


Namun lama-lama berisik juga gedoran dari warga itu, mau tidak mau akhirnya pak rt bangun dari tidurnya dan turun dari ranjang. Dengan masih mengantuk pak rt membuka pintu kamar nya dan menuju ke ruang depan, pak rt membuka pintu dan melihat dua warganya ada di depan pintu.


''Apa kalian tidak ada kerjaan mengganggu waktu tidur siang saya!'' Ucap pak rt dengan mata melototnya.


''Maaf Pak rt, kedatangan kami kesini membawa kabar untuk pak RT.'' Jawab salah satu warga sambil menundukkan kepalanya.


''Cepat katakan , ada kabar apa?'' tanya Pak RT yang sudah tidak sabar.


''Begini pak, tadi kami tidak sengaja melihat pemuda kota itu sedang berberes-beres. Sepertinya mereka itu akan kembali ke kota deh Pak.'' Lapor warga yang mengetuk pintu itu tadi.


''Ini tidak bisa di biarkan, Puspa harus tahu kalau pemuda itu akan pulang.''

__ADS_1


__ADS_2