Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 157.


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Re.


Erli menuruni anak tangga masih mengenakan gaun tidurnya.Ia mencari keberadaan suaminya dimana-mana, namun Ia tidak menemukan suaminya di mana pun.


''Apa Re belum kembali dari semalam ?'' tanya Erli pada diri sendiri.


''Selamat pagi Nyonya ,'' sapa wanita berpakaian pelayan sambil membawa piring bersih ke ruang makan.


Erli membalas dengan tersenyum dan anggukan kepala saja.


''Tunggu ,'' suruh Erli saat melihat wanita berpakaian pelayan itu akan kembali ke dapur.


''Ada yang bisa saya bantu Nyonya ?'' tanya pelayan wanita itu sambil menundukkan kepalanya.


Erli memutar bola mata malas saat lagi-lagi pelayan itu memanggilnya Nyonya.


''Apa Kau melihat Re ?'' tanya Erli.


''Maaf Nyonya,pagi ini Saya belum melihat Tuan .'' Jawab pelayan Wanita itu.


''Siapa nama Mu ?'' tanya Erli yang ingin tahu siapa nama wanita muda itu.


''Nama Saya,Rina Nyonya .'' Jawab Rina.


''Kalau begitu Saya permisi Nyonya,ingin melanjutkan pekerjaan Saya membantu Mbok .'' Pamit Rina .


''Rina jangan panggil Saya Nyonya,Saya tidak suka.Kau cukup memanggilKu Erli saja,soalnya umur Kita sepantaran .'' Pinta Erli.


''Maaf Nyonya,Saya tidak berani .'' Tolak Rina .


''Saya takut nanti kalau Tuan dengar, Tuan bisa memarahi Saya .'' Lanjut Rina memberi alasan.


''Ya...ya...,terserah Kau saja mau memanggilKu apa.yang jelas jangan panggil Nyonya,Aku seperti sudah tua .'' Kekeh Erli sambil menggelengkan kepalanya.


''Saya permisi Nona,mau kembali ke dapur .'' Pamit Rina sekali lagi.


''Ya...ya....,panggilan itu lebih baik dari pada Nyonya .'' Jawab Erli sambil menganggukkan kepalanya.


Rina segera kembali ke dapur,untuk menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


Sedangkan Erli kembali ke dalam kamar untuk mandi.


Sedangkan di kediaman Pratama.


''Re tunggu ,'' suruh Rania menghentikan langkah Re yang menuruni anak tangga.


Re menghentikan langkahnya dan berbalik,menatap Mamanya yang ada di lantai atas.


Rania menghampiri Re.


''Ada apa Ma ?'' tanya Re saat mamanya sudah ada di hadapannya.


''Nanti siang mama tunggu kamu di restoran langganan Kita .'' Ucap Rania memberitahu Re .


''Maaf Ma,Re sibuk .'' Tolak Re dengan memberi alasan dirinya sibuk.


''Ayolah Re,ini cuma acara keluarga .'' Bujuk Rania.


''Papa juga akan datang Re,iya kan Pa ?'' tanya Rania sambil melirik suaminya yang baru menuruni anak tangga.


Pratama walaupun bingung dengan pertanyaan istrinya,tetap saja Ia menganggukkan kepalanya.


''Baik Ma,Re akan usahakan untuk datang ke restoran itu .'' Jawab Re pasrah.


''Bagus,Mama tunggu kedatanganMu .'' Ucap Rania tersenyum puas sambil menatap kepergian suami dan putranya yang akan keluar dari kediamannya.


Rania lalu menghubungi seseorang,dan membuat janji temu nanti siang untuk bertemu.Rania sudah tidak sabar untuk menunggu siang segera tiba.


Pagi itu di kediaman Wijaya.


Wijaya,istri dan putrinya yang bernama Naya sedang menikmati sarapan paginya.


Naya meletakkan sendok yang di pegangnya di atas piring.


''Pa....,'' panggil Naya.


Wijaya mengalihkan perhatiannya dari makanan yang ada di hadapannya,Ia lalu menatap putrinya yang sedang menatapnya.


''Ada apa Nay ?'' tanya Wijaya saat melihat putrinya diam saja.

__ADS_1


''Apa hubungan Re dan Erli Pa ?'' tanya Naya.


Wijaya terdiam sesaat.


''Kenapa Kau bertanya pada Papa ?'' tanya Wijaya sambil mengangkat alisnya sebelah.


''Karna Naya tidak sengaja,melihat Re dam Erli masuk ke ruangan rawat Papa secara bersamaan .'' Jawab Naya.


Wijaya menghela nafas panjang,Ia pun beralih menatap Tari yang ada di sisi kanannya.Wijaya seolah-olah bertanya apakah memberi tahu Naya tentang hubungan Re dan Erli,karna Wijaya tahu alasan Naya berpisah dengan Sandi karna ingin mengejar Re.


Tari yang mengerti tatapan mata dari suaminya,cuma menghela nafasnya dan detik selanjutnya Ia menganggukkan kepalanya.


''Naya,berhentilah mengganggu hubungan AdikMu,biarkan dia bahagia dengan pilihannya.'' Saran Wijaya sambil menatap lembut Naya.


''Pa Aku tahu ,Re cuma ingin membalas dendam ke Naya dengan cara mendekati Erli.'' Dengan percaya diri Naya mengatakan apa yang ada di dalam pikiran.


''Sekarang Naya sudah berpisah dengan Sandi,dan pasti Re akan memaafkan semua ke salahan Naya di masa lalu dan Naya yakin,Re masih mencintai Naya .'' Lanjutnya lagi dengan wajah yang berbinar.


''Sadar Naya,Re tidak mencintaiMu.Dan jangan lakukan kesalahan apa-apa lagi terhadap Erli .'' Pesan Wijaya.


Naya terdiam sejenak saat menyadari kata-kata Papanya.


''Apa maksud Papa ?'' tanya Naya pura-pura tidak mengerti.


''Kamu kira Papa tidak tahu,waktu Kamu ribut dengan Erli dan membawa-bawa nama Sandi .'' Ucap Wijaya sambil menatap Naya ingin tahu reaksi dari putrinya.


''Papa tahu ?'' tanya Naya yang tidak menyangka Papanya akan tahu.


Wijaya cuma menganggukkan kepalanya sebagai jawaban Iya.


''Aku lakukan semua demi kebaikan Kita Pa ,'' Cicit Naya lirih sambil menundukkan kepalanya.


''Tetap saja yang kamu lakukan salah Naya .'' Wijaya masih menahan suaranya agar tidak meninggi.


''Maaf Pa,Naya mengaku salah .'' Ucap Naya.


''Jangan di ulangi lagi,dan lepaskan Re .'' Pinta Wijaya menatap lembut putrinya.


''Untuk melepaskan Re,maaf Pa Naya tidak bisa .'' Jawab Naya sambil berlalu meninggalkan meja makan.

__ADS_1


Wijaya menghela nafas panjang,Wijaya berharap Naya tidak akan menyakiti Adiknya.


Naya sebenarnya tahu,Re menyukai Erli. Tapi tekatnya sudah bulat untuk menjadi Nyonya muda Renaldi Pratama.Ia akan menyingkirkan siapa saja yang akan menghalangi jalannya,termasuk Adiknya sendiri.Re hanya miliknya,dan akan tetap menjadi miliknya.


__ADS_2