
Di kantor Pratama Group.
Semua karyawan membungkuk hormat saat Andre dan Seorang Pria yang seumuran dengan Andre masuk ke dalam gedung kantor.
Andre menganggukkan kepalanya saat beberapa karyawan menunduk hormat padanya.Berbeda dengan Re yang memasang wajah datar dan dingin. Andre dan Re masuk ke dalam lift khusus CEO.
''Siapa yang bersama Tuan Andre ?'' tanya resepsionis yang bernama Sindi.
Rekannya yang tidak tahu cuma mengendikkan bahunya dan berlalu kembali ke ruangannya.
Ting
Pintu lift terbuka.
Andre dan Re keluar dari dalam lift dan menuju di ruangan CEO berada.
''Andre, bagaimana sudah Kau urus semuanya ?'' tanya Re ketika sudah masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.
''Sudah Tuan ,'' jawab Andre yang mengerti maksud pertanyaan dari Re.
''Saya permisi Tuan ,'' pamit Andre .
Re menganggukkan kepalanya dan membiarkan Andre kembali ke ruangannya yang ada di sebelah ruangan Re.
Andre menghentikan gerakannya yang akan membuka pintu saat teringat sesuatu.
Re mengerutkan keningnya yang melihat Andre berbalik lagi.
''Ada apa Dre , apa ada yang Kau lupakan ?'' tanya Re menatap insten Andre.
''Re,apa Kau sudah minggu depan alumni kampus Kita dulu mengadakan reuni ?'' tanya balik Andre.
''Ya, Aku sudah mendapat undangannya ,'' jawab Re sambil memperlihatkan undangan yang ada di layar laptopnya.
__ADS_1
''Apa Kau akan datang ?'' tanya Andre langsung duduk di kursi di depan meja kerja Re.
''Entah ,'' jawab Re sambil kembali fokus ke layar laptopnya.
Andre terdiam Ia mengerti kenangan buruk sewaktu masih duduk di bangku kuliah pasti masih menghantui Re.
''Kalau Kau mau datang ke reuni itu , apa Kau akan berpenampilan seperti dulu waktu duduk di bangku kuliah ?'' tanya Andre hati-hati.
Re terdiam dan menatap Andre cukup lama.
Andre menelan salivanya susah saat Re menatapnya tanpa mengeluarkan suara,Andre takut Re akan marah karna sudah menanyakan hal itu dan mengingatkan masa lalunya dulu.
''Entah ,'' jawab Re akhirnya setelah cukup lama terdiam.
Andre terkejut dengan jawaban Re,Ia pun menatap Re yang terlihat santai dan dendam di dalam matanya.
...****************...
Sedangkan di SMK pelita.
Keringat sudah membanjiri wajah Mereka.
Erli sesekali mengusap keringatnya yang ada di dahinya dengan menggunakan punggung tangannya.
''Udahan belum sih Aku capek banget ni ,'' keluh Tasya di sela-sela larinya mengelilingi lapangan.
''Kamu pikir,Kamu aja yang capek, Aku juga capek tahu ,'' sahut Linda sambil sesekali melirik Gibran yang ada di belakangnya.
''Ayo semangat tinggal beberapa putaran lagi selesai,'' ucap Erli menyemangati ke dua sahabatnya.
Erli terus berlari walaupun kakinya sudah pegal berlari dari tadi,tapi Ia harus menerima hukuman ini dengan lapang dada.
''Aku berhenti dulu deh, nanti Aku lanjut lagi larinya ,'' ucap Tasya yang sudah tidak kuat berlari lagi dan duduk selonjoran di pinggir lapangan.
__ADS_1
''Aku juga ikut,Aku capek gak kuat lari lagi ,'' sahut Linda sambil duduk selonjoran di dekat Tasya yang terlebih dulu duduk.
Erli menggelengkan kepalanya melihat ke dua sahabatnya yang duduk selonjoran di lapangan beralaskan rumput.
Gibran yang melihat Tasya bermandikan keringat tidak tega,Ia pun setelah berhasil memutari lapangan sampai 100 kali.Ia bergegas berlari ke kantin untuk membeli minuman dingin untuk Tasya.Beberapa menit kemudian Gibran kembali lagi ke lapangan dengan membawa satu botol minuman dingin untuk Tasya.Ia pun tidak mempedulikan dirinya yang haus yang penting Tasya tidak haus lagi setelah berlari karna mendapat hukuman.
Tasya terkejut saat ada botol mineral ada tepat di depan wajahnya,Ia pun mendongakkan kepalanya dan melihat Gibran cowok berkaca mata menyodorkan air dingin di hadapannya.
''Buat Aku ?'' tanya Tasya.
''Iya ,'' jawab Gibran. ''Pasti Kamu haus ,'' lanjutnya lagi.
Tasya menerima minuman itu dan tersenyum menatap Gibran.
''Buat Aku mana ?'' tanya Linda sambil menodongkan tangannya di hadapan Gibran.
''Sorry, Aku cuma beli satu ,'' jawab Gibran sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Linda berdecak dengan sebal.
setelah Tasya meminum air mineral itu,Ia pun menyodorkan minuman ke hadapan Linda.
''Terima kasih Tasya, Kamu memang sahabatKu yang paling baik ,'' puji Linda sambil memeluk Tasya.
Erli menggelengkan kepalanya melihat tingkah Linda.
''Kak,ini ,'' ucap Seorang Gadis sambil menyodorkan paperbag di hadapan Erli.
''Apa ini ?'' tanya Erli sambil mengerutkan keningnya setelah menerima paperbag itu.
Tanpa menjawab Gadis itu berbalik dan berlari kembali ke kelasnya.
''Hei tunggu !'' teriak Erli saat Gadis itu pergi.
__ADS_1
''Kalian sedang apa ?