
Tasya,Rara,dan Hendra menatap bingung Papinya yang buru-buru masuk ke dalam ruang kerja.
Tidak lama kemudian,Rania dan Maria masuk ke dalam rumah dengan wajah yang menahan amarah.
''Di mana Papi kalian ?'' tanya Rania sambil menatap putra,putri dan juga menantunya.
Hendra,Rara dan Tasya cuma menjawab dengan menunjuk ruang kerja yang ada di lantai dua.
Rania dan Maria bergegas menaiki anak tangga untuk menuju ruang kerja Pratama.
Sesampainya di depan pintu ruang kerja Pratama,Rania memegang knop pintu dan membuka pintu itu dengan lebar.
Pratama sendiri pura-pura sedang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas mejanya.
Brak.
Pratama berjingkat kaget saat Rania menutup pintu itu dengan kencang.
''Mami tidak tahu apa,Papi sedang sibuk.'' Ucap Pratama yang pura-pura sibuk.
''Tidak usah berpura-pura sibuk Pi ,'' sindir Rania sambil bersedekap dada.
''Kenapa Kamu tidak bercerita kalau kamu sudah mengetahui Andre menikah ?'' tanya Maria dengan kesal.
''Pratama juga belum lama ini mengetahuinya Ma .'' Jawab Pratama sambil menatap ke dua Wanita berbeda usia.
''Alasan ,'' Rania berdecak dengan sebal dan keluar dari ruang kerja suaminya.
''Apa bocah nakal itu tahu kalau Andre sudah menikah ?'' tanya Maria penasaran.
''Iya Ma,bocah itu tahu.'' Jawab Pratama.
Maria menghembuskan nafas kasar.
''Dasar bocah itu ,'' gumam Maria.
Maria tanpa mengatakan apa-apa, langsung keluar dari ruang kerja Pratama.
Pratama menghembuskan nafas kasar, dan menggelengkan kepalanya melihat Ibu kandungnya yang menahan kekesalannya.
****
****
Sedangkan di kediaman Mansion Re.
Erli keluar dari walk in closet dan menatap Re yang sedang duduk di atas ranjang,sambil memainkan ponselnya.
Re mengalihkan perhatiannya pada layar ponsel miliknya,dan menatap Erli yang sedang berjalan ke arahnya.
Erli lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang,Erli menatap Re yang sedang sibuk dengan laptopnya.
''Bang...,'' panggil Erli.
__ADS_1
''Hmm ,'' sahut Re tanpa mengalihkan perhatiannya pada layar laptop yang ada di pangkuannya.
''Boleh Erli bertanya sesuatu ?'' tanya Erli.
''Mau tanya apa ?'' tanya Re balik sambil mengalihkan perhatiannya pada layar laptop yang ada di pangkuannya.
''Abang,menawarkan apa pada Papa ?'' tanya Erli yang sejak tadi penasaran.
Re terdiam,Ia sudah berjanji pada Wijaya kalau dirinya tidak akan bercerita pada siapapun.Re menghela nafas panjang, Ia pun menutup laptop miliknya,dan meletakkannya di atas nakas.
Erli masih setia menunggu jawaban dari Re.
Re membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.
''Abang...,''
''Tidur...,'' suruh Re tanpa membuka matanya.
''Jawab dulu ,'' desak Erli.
''Jawab Apa ?'' Re pura-pura tidak mengingat.
''Jawab pertanyaan Erli yang tadi .'' Suruh Erli.
''Pertanyaan yang mana? Abang lupa .'' Ucap Re sambil mengerutkan keningnya.
''Pertanyaan Erli soal.....,''
''Tidur....,'' potong Re cepat sambil membuka matanya.
''Kalau Kau tidak mau tidur,Aku akan memakanMu sekarang .'' Ancam Re sambil memopang tubuhnya di atas tubuh Erli.
Erli menelan salivanya susah saat menatap Re yang ada di atas tubuhnya.
''Ba..baik,Aku tidur .'' Ucap Erli gugup.
''Gadis pintar ,'' ucap Re sambil mengguling tubuhnya di samping Erli.
Erli memunggungi Re,lalu Ia pun segera memejamkam matanya.
Re tersenyum tipis melihat Erli yang memunggunginya.
Tidak lama kemudian,ponsel miliknya berbunyi.Re mengambil ponsel miliknya yang ada di atas nakas,Ia tersenyum kecut saat melihat siapa yang menelpon nya malam-malam.
''Hendrico ,'' gumam Re.
''masih penasaran saja dirinya .'' lanjutnya lagi.
Re turun dari atas ranjang,Ia pun menuju di mana balkon kamarnya berada.
Re menggulir tombol hijau,begitu panggilan tersambung.
''Katakan ,'' suruh Re tanpa basa-basi.
__ADS_1
''Aku tunggu kau di tempat biasa ,'' Ucap Orang yang di sebrang sana.
''Gue sibuk ,'' sahut Re dengan malas.
''Ayolah....,Aku tahu kau tidak sibuk.'' Ucap orang di seberang sana lagi.
''Terserah Kau mau bilang apa,Aku tidak akan datang .'' Ucap Re.
''Tunggu,jangan Kau tutup telponnya dulu .'' Suruh Hendrico menghentikan Re yang akan menekan tombol merah.
Re menempelkan kembali ponselnya ke telinga kanannya.
''Ada apa lagi ?'' tanya Re.
''Kalau dalam waktu 15 menit kau tidak datang kemari,besok pagi Kau akan melihat Adik kesayanganMu tidak akan baik-baik saja .'' Ancam Hendrico sambil mematikan sambungan telponnya.
Re mengepalkan tangannya saat mendapat ancaman dari Hendrico.Re lalu meninggalkan balkon kamar dan masuk ke dalam kamarnya.Ia pun menutup pintu balkon kamarnya,Ia berbalik dan menatap Erli yang sedang tertidur lelap.
Re bergegas masuk ke dalam Walk In Closet,dan mengganti bajunya.Re memakai jaket,setelah itu Ia keluar dari Walk In Closet.Sebelum dirinya keluar dari dalam kamar,Re mencium kening Erli yang masih tertidur.
Setelah itu Re mengambil kunci mobil dan ponsel yang ada di atas nakas,lalu Ia pun keluar dari dalam kamar.
Saat dirinya menuruni anak tangga,lagi- lagi ponsel miliknya berbunyi.Re mengambil ponsel yang ada di saku dalam jaketnya,dan melihat siapa yang menghubunginya.
''Ada apa Cel ?'' tanya Re setelah Ia menempelkan ponselnya ke telinga.
''Gue sudah ada di depan Mansion Elo ,'' seru Marcel memberitahu keberadaannya.
Re mengerutkan keningnya,tanpa mengatakan apa-apa Ia mematikan sambungan telponnya.Dan Ia pun keluar dari dalam Mansionnya.
Begitu Ia tiba di luar,Re melihat Marcel dan Samuel berada di luar pagar.
Samuel melihat Re membuka pagar rumahnya.
''Ni,Elo pake motor Gue aja .'' Samuel melempar kunci motor Ninja miliknya ke arah Re.
Dengan sigap Re menangkap kunci motor milik Samuel.
''Kalian ngapain kemari ?'' tanya Re sambil menatap ke dua sahabatnya.
''Nemenin Elo untuk ketemu dengan Hendrico ,'' jawab Samuel.
''Dia hubungi kalian ?'' tanya Re sambil menutup pintu pagar.
''Iya,'' sahut Samuel dan Marcel secara bersamaan.
''Motor ini buat apa ?'' tanya Re yang tak mengerti kenapa Samuel memberinya kunci motor.
''Buat jaga-jaga ,'' sahut Marcel sambil masuk ke dalam mobil.
''Ayo buruan,10 menit lagi Elo harus sampai di sana .'' Ucap Samuel sambil menatap jam yang melingkar di tangannya.
Re duduk di atas motor Ninja milik Samuel,Setelah Re memakai helm di kepalanya.Ia segera melajukan motor itu.
__ADS_1
Marcel mengikuti Re di belakang dengan mobilnya.