
Tin...tin...
Bunyi klakson mobil mengangetkan Pak satpam yang sedang berada di pos satpamnya.
Pak satpam melongokkan kepalanya ke arah gerbang.Pak satpam mengerutkan keningnya saat melihat mobil yang baru pertama kali Ia lihat.
Tin...tin...
Lagi-lagi bunyi klakson itu di bunyikan.
Pak satpam dengan terpaksa menghampiri mobil yang sedang ada di luar gerbang.
Kaca jendela bagian belakang terbuka,Seorang Pria tampan menyembulkan kepalanya.
''Buka pintunya ,'' Suruh Pria itu dengan nada dingin.
Pak Satpam terkejut saat melihat siapa yang ada di dalam mobil.Pak satpam buru-buru membuka pintu gerbang.
Setelah pintu gerbang terbuka,mobil itu pun melesat masuk melewati pintu gerbang.
Sedangkan di tempat lain, di dalam ruang kerja milik Juan.
''Dia kembali Juan,'' ucap Mamanya tidak senang mendengar kabar dari anak buahnya kalau salah satu anak tirinya datang dari luar negri.
''Siapa yang Mama maksud?dan siapa yang kembali?'' tanya Juan yang belum mengerti arah pembicaraan Mamanya.
''Siapa lagi kalau bukan si sialan Edward itu .'' Jawab Mama Juan penuh emosi.
Juan terdiam saat mendengar Edward telah kembali.
''Apa ada hubungannya dengan bom yang terjadi di sekolah ,'' gumam Juan sambil berpikir.
Mama Juan yang melihat putranya diam saja,menatap curiga pada putranya.
''Apa Kau mengetahui sesuatu?'' tanya Mama Juan yang melihat Juan diam saja.
Juan tersadar dari lamunannya.
''Apa maksud Mama?'' tanya Juan pura-pura tidak tahu.
Juan tidak ingin Mamanya tahu kalau ada seseorang yang telah mengusik adik kesanyangan Edward.
''Apa Kau mengusik Gibran?'' tebak Mamanya.
Juan terkejut dengan pertanyaan Mamanya.
__ADS_1
''Aku tidak mengusik anak itu Ma,'' sahut Juan cepat.
''Kenapa Dia datang kembali,dan apa yang dia sedang rencanakan?'' tanya Mama Juan sambil menatap Juan.
Juan sendiri pun tidak tahu jawaban dari pertanyaan dari Mamanya.
''Di mana Bryan ?'' tanya Agnes yang baru teringat dengan putra bungsunya.
''Pasti Dia masih senang-senang di luar sana Ma.'' Jawab Juan .
''Anak itu tidak pernah berubah,'' gerutu Agnes.
Anak dan Ibu itu terdiam dengan pikiran Mereka masing-masing.
...****************...
Sedangkan di tempat lain.
Dua gadis sedang berdiri di depan pintu kediaman keluarga Pratama.
''Er,Kita pulang aja yok .'' Ajak Linda sambil berbisik.
''Nanggung,Kita sudah di depan pintunya juga.'' Tolak Erli.
Tidak lama kemudian,pintu di depan Mereka terbuka.Seorang Wanita berpakaian pelayan berdiri di depan pintu.
''Mari Non,silakan masuk.'' Suruh Bi Lilis mempersilahkan ke dua gadis yang ada di hadapannya untuk masuk.
''Terima kasih Bi ,'' ucap Erli dan Linda bersamaan sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
Bi Lilis lalu menutup pintu utama Mansion.
''Tasyanya ada Bi ?'' tanya Erli.
''Non Tasyanya ada di kamar Non,'' jawab Bi Lilis.
''Apa boleh Kami ke kamarnya Bi ?'' tanya Erli meminta izin.
''Mari Non Bibi antar ke kamarnya.'' Ajak Bi Lilis sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar anak majikannya yang ada di lantai atas.
Erli dan Linda mengekor di belakang bi Lilis.
Saat itu Aldo yang tengah menikmati kopinya,menatap dua gadis yang mengikuti Bi Lilis menaiki anak tangga. Aldo menyemburkan kopinya saat matanya melihat Erli di sana.
''Aldo jorok ih ,'' protes Mirna saat melihat Aldo menyemburkan kopinya.
__ADS_1
Beruntung Mirna menghindar jadi dia tidak terkena muncratan dari kopi milik Aldo.
''Sorry-sorry gue reflek aja,''Aldo menatap Mirna dengan rasa bersalah.
''Ya...ya terserah elo ,''ucap Mirna sambil memutar bola mata malas.
''itu tadi siapa ?'' tanya Aldo yang penasaran kenapa Erli ada di sini.
Tidak mungkin kan Dia mencari Bos, pikirnya.
''Oh ke dua Gadis itu tadi temannya Non Tasya .'' Jawab Mirna.
Aldo terdiam,Ia terkejut mendengar bahwa gadis yang di nikahi oleh bosnya ternyata sahabat adiknya sendiri.
''Emm...,'' Re berdehem dengan sangat keras.
Aldo tersadar dari lamunannya dan melihat ke atas di mana ke dua gadis itu sudah tidak terlihat.Ia pun kembali memandang Re yang berdiri di dekat tangga dengan ke dua tangan di masukkan dalam saku celana.
''Sejak kapan bos ada di sana ?'' tanya Aldo menatap penasaran pada bosnya.
''Sejak Kau melamun,bos berdiri di sana .'' Jawab Mirna.
Aldo yang tersadar lalu menghampiri bosnya.
''Bos tunggu ,'' Aldo menghentikan langkah Re.
''Ada apa ?'' tanya Re sambil menatap Aldo yang sejak tadi menatap ke lantai atas.
Re mengerutkan keningnya melihat gelagat aneh Aldo yang melihat ke lantai atas.
''Bos coba cek,apa ada barang yang tertinggal .'' Aldo mencoba mengingatkan.
Re mengangkat alisnya sebelah, walaupun bingung dengan pertanyaan Aldo yang tidak seperti biasanya.
''Tidak ada,ayo kita kembali ke kantor.''
Re melangkah meninggalkan Aldo yang masih terdiam di tempatnya dan sesekali melihat ke atas.
Aldo menghembuskan nafas panjang,Ia pun lalu menyusul bosnya yang sudah lebih dulu meninggalkan ruang keluarga.
Re menghentikan langkahnya di depan pintu Mansion.Aldo pun mau tidak mau ikut menghentikan langkahnya dan menatap Re dengan penasaran.Aldo berharap Re akan kembali ke kamarnya yang ada di lantai atas.
''Aku perhatikan sejak tadi kamu melihat ke lantai atas,ada apa ?'' tanya Re.
''Itu....,''
__ADS_1
''Aku sudah tahu,biarkan saja dia di sana.''