Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 138.


__ADS_3

Brak...


Juan dan Agnes terlonjak kaget saat mendengar pintu di buka dengan sangat keras.Juan dan Agnes menatap tajam siapa pelaku yang sudah dengan seenaknya membuka pintu dengan sangat keras.Siapa lagi kalau bukan Bryan.


Bryan sendiri berdiri di depan pintu dengan wajah memerah.


Bryan melangkah dan langsung menatap tajam Juan yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


''Bry,ada apa?'' tanya Agnes yang menyadari tidak ada yang beres di antara keduanya.


"Bang,jawab dengan jujur.Kejadian di sekolah tadi apa ada hubungannya dengan Abang?'' tanya Bryan.


''Abang tidak mengerti apa maksud Kamu ?'' tanya Juan balik.


''Jangan pura-pura tidak tahu Bang,Aku tadi melihat mobil Abang ada di sekolah.''


''Abang tadi ke sekolah Kamu karna Abang ingin memastikan....,''


''Apa rencana Abang berjalan dengan baik.'' potong Bryan cepat.


''Bukan itu Bry maksud Abang......,''


''Cukup Bang,Aku tidak butuh penjelasan dari Abang lagi.'' ketus Bryan.


Bryan berbalik dan akan meninggalkan ruang kerja Juan.


''Bryan,tunggu....''Suruh Agnes menghentikan langkah Bryan yang sudah di ambang pintu.


Bryan berhenti di depan pintu.

__ADS_1


''Apa yang terjadi di sekolah Bry?'' tanya Agnes menatap punggung Bryan yang berdiri di depan pintu.


''Tanya sendiri pada anak kesayangan Mama.'' Sahut Bryan tanpa menoleh ke arah Mamanya.


''Bukan Abang yang nglakuin itu,terserah Kamu mau percaya sama Abang atau tidak. Yang jelas Abang tidak tahu apa-apa !'' Teriak Juan karna Bryan terlebih dahulu keluar dari ruang kerjanya.


Juan menghembuskan nafas kasar melihat Adiknya seperti tidak percaya.


''Juan bisa Kamu jelaskan?'' desak Agnes yang ingin tahu kejadian di sekolah.


Juan beranjak dari duduknya dan membawa Mamanya untuk duduk di kursi sofa.


Setelah Mereka duduk di sofa.Baru Juan menceritakan kejadian di sekolah yang hampir saja melenyapkan Gibran.


Agnes terkejut setelah mendengar cerita dari Juan.Agnes pun menyadari penyebab Edward datang ke tanah air. Ada seseorang yang mengusik Adiknya.


''Mama harap,Kamu tidak terlibat dalam masalah ini.'' Agnes sebenarnya curiga dengan putra pertamanya ini.


''Apa salah Mama curiga padaMu,karna Mama tahu kamu membenci anak sialan itu .'' Ucap Agnes menatap tajam Juan.


Juan tersenyum kecut saat Mamanya mencurigainya.Juan akhirnya diam,Ia percuma juga menjelaskan kalau dia tidak terlibat.Mamanya jelas saja tidak akan percaya.


***


Sedangkan di dalam Mansion mewah.


''Sayang jangan lari-lari !'' teriak Wanita muda sambil berlari mengejar bocah 5 tahun.


Bocah laki-laki itu terus berlari mencari sang Daddy.

__ADS_1


''Daddy...,'' panggil bocah laki-laki itu terus berlari.


''Sayang,jangan lari-lari nanti Kamu jat....,''belum selesai ucapan wanita muda itu selesai,bocah laki-laki itu sudah jatuh duluan.


''Mommy hua...,Daddy....hua...,'' tangis bocah laki-laki itu menggema di Mansion.


Wanita muda itu langsung berlari menghampiri bocah laki-laki itu yang sedang menangis.Ia langsung berjongkok dan menenangkan bocah laki-laki itu.


''Jangan menangis,ada Mommy.'' ucap Wanita muda itu sambil mengusap punggung bocah laki-laki itu.


''Hua...hua...Daddy,mommy....sakit.'' Ucap bocah laki-laki itu masih menangis.


''Mana yang sakit sayang ?'' tanya Wanita muda itu sambil berusaha melepas pelukan dari bocah laki-laki itu.


Boleh laki-laki itu tidak mau melepas pelukannya.Ia semakin mengeratkan pelukannya.


''Sakit...Mommy....,'' tangis bocah laki-laki itu semakin kencang.


Wanita muda itu terus berusaha menenangkan putranya yang terus menangis.


''Karin....!'' Teriak seorang Pria tampan yang baru keluar dari ruang kerja.


Wanita muda itu tersentak kaget mendengar teriakan dari suaminya. Sontak saja membuat bocah laki-laki itu terdiam dan semakin memeluk erat Mommynya.


Wanita muda itu menatap Suaminya yang sedang menatapnya dengan tajam.


Dengan langkah lebar,Edward langsung mendekat di mana Anak dan istrinya berada.


''Dasar tidak becus,'' geram Edward sambil mengambil bocah laki-laki itu dan mendorong Karin hingga jatuh di lantai.

__ADS_1


Karin menatap nanar punggung suaminya yang masuk ke dalam ruang kerjanya sambil menggendong putranya.


''Sampai kapan Kau akan bersikap seperti ini padaKu .'' Ucap Karin sendu.


__ADS_2