
Erli menoleh ke belakang saat Ia merasakan seperti ada seseorang yang mengawasinya,tapi tidak ada apa-apa di belakang sana.
''Teh..,'' panggil Siti yang baru keluar dari dalam air.
Erli menoleh dan menatap Siti yang masih memakai bajunya.
''Teh,mandi dulu ,setelah itu kita pulang.'' ucap Siti sambil duduk di atas batu di samping Erli.
Erli mengangguk dan mulai turun dari atas batu,Ia perlahan mulai membuka kancing bajunya.
''Teh lihat deh,laki-laki itu sejak tadi ngeliatin ke sini.'' tunjuk Siti pada laki-laki yang berdiri di tempat pemandian laki-laki.
Erli menghentikan gerakannya yang akan membuka kancing baju terakhirnya, Ia menoleh dan melihat di mana arah tunjuk Siti.Benar saja Ia melihat seorang laki-laki yang sedang menatap ke arahnya,Ia mengucek matanya dan menggelengkan kepalanya saat pandangannya jatuh pada pria tampan itu.Ia mungkin saja sedang berhalusinasi karena sedang merindukan Re,jadi Ia melihat laki-laki itu mirip dengan Re.
Erli lalu tidak menghiraukan pria itu lagi, mungkin saja Ia cuma berhalusinasi. Tidak mungkin kan Abang Re ada di kampung ini,mungkin saja Abang Re tidak tahu kalau dirinya menghilang.
Erli melepas kemeja yang membalut tubuhnya,Ia masih memakai tanktop untuk menutupi bagian tubuhnya.Lalu Erli menceburkan dirinya ke sungai itu, sedangkan Siti menatap Erli dari atas batu.
Siti mengagumi tubuh indah Erli,tubuh Erli bak model,pikir Siti.
__ADS_1
Re masih menatap di mana Erli sedang mandi,seorang anak kecil menghampiri nya.
"Om ini yang ada di warung ibuk kan?'' Tanya Ahmad sambil menarik ujung jaket milik Re.
Re menoleh dan tersenyum menatap bocah cilik itu, Re berjongkok di hadapan bocah itu.
"Ya kau benar adik kecil,om yang ada di warung.Kamu ke sini sama siapa?'' tanya Re sambil mengacak rambut anak kecil itu.
Ahmad tidak menjawab pertanyaan dari Re,bocah itu menatap Re dengan insten. Bocah itu menatap curiga Re yang sejak tadi menatap ke arah pemandian perempuan.
''Om sedang lihat apa? Apa Om sedang mengintip!" Tuduh Ahmad sambil menyipitkan matanya.
Ahmad menyingkirkan tangan pria muda itu dari atas kepalanya,Ia tidak suka rambut nya di acak-acak.
''Dengar, Om sedang tidak mengintip. Om cuma memperhatikan tempat pemandian yang ada di disini, dan Om berencana ingin membuat kamar mandi umum untuk warga di sini.'' jelas Re sambil berdiri dari jongkoknya.
''Benarkah?'' tanya bocah cilik itu dengan mata yang berbinar.
Re cuma mengangguk dan pandangan nya menatap lurus ke depan,sedangkan ke dua tangan nya Ia masukkan ke dalam saku celananya .Pandangan nya menatap lurus pada sungai yang ada di hadapannya.
__ADS_1
''Ahmad !'' panggil Siti sambil berteriak.
Ahmad menoleh dan menatap kakaknya yang memanggil.
''Om,itu kakak ku sudah memanggil.Aku pulang dulu ya,'' pamit Ahmad.
Re melirik sekilas di mana seorang gadis sedang berdiri tidak jauh dari tempat mereka,Ia pun melihat gadisnya ada di belakang gadis itu.
Re mengangguk dan membiarkan Ahmad untuk menghampiri kakaknya.
Re melihat bocah itu berlari menghampiri kakaknya.
''Tuan itu Nona Erli,'' beritahu pengawal saat melihat Erli yang akan meninggalkan sungai.
Re membuntuti Erli dan mencekal lengan Erli saat Ia berada tepat di belakangnya.
Erli terkesiap dan terkejut saat seseorang mencekal lengannya, Ia berbalik dan ingin menampar siapa orang yang sudah lancang menyentuh tangannya.
Tangannya terangkat ke udara dan ingin menampar orang yang sudah menyentuh tangannya,mulutnya terbuka lebar dan matanya melotot saat melihat siapa yang menyentuh tangannya.
__ADS_1
Sedangkan Re tersenyum menatap Erli yang terkejut saat melihat dirinya.