Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 95.


__ADS_3

Erli dan Sandrina akhirnya ikut masuk ke dalam ruangan VVIP.


Samuel menutup pintu ruangan VVIP. Samuel melirik sekilas dan tersenyum samar pada Pria yang duduk di belakang Erli dan Sandrina.


Marcel menatap Sandrina yang baru masuk ke dalam ruangan.


Sandrina tidak menyangka kalau Pria yang telah memperkosanya teman Marcel.Sandrina tidak berani menatap Marcel yang sejak tadi menatapnya.


''Jelaskan kenapa kalian membuat keributan di luar ?'' tanya Marcel menatap Sandrina dan Erli yang berdiri di depannya.


''Aku.....,'' Sandrina ragu untuk mengatakan semuanya.


Sandrina takut Marcel tidak akan mempercayai ucapannya.Sandrina sudah menganggapnya seperti kakaknya sendiri.


''Maaf kami tidak bermaksud untuk membuat keributan ,'' ujar Erli sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada untuk meminta maaf atas keributan yang terjadi di dalam club.


''Kalau saja Pria itu tidak mengelak atas perbuatannya,kami juga tidak akan membuat keributan .'' Ucap Erli lagi sambil menunjuk Andre yang sedang duduk di samping Samuel.


Marcel mengerutkan keningnya dan beralih menatap Andre yang sedang menahan kekesalannya.


''Apa.....? kau juga ingin menuduhKu ?'' tanya Andre sambil menatap kesal ke dua wanita yang ada di hadapannya.


Marcel terdiam,Ia sendiri belum tahu apa permasalahannya antara Andre dan Sandrina.


Samuel pun cuma bisa terdiam,Ia juga bingung apa permasalahan sebenarnya sehingga membuat Erli bisa semarah ini.


Sedangkan Pria yang duduk di belakang Erli dan Sandrina cuma diam dan ingin melihat apa sebenarnya yang terjadi.


''Kalau boleh kami tahu,apa sebenarnya yang di lakukan sahabat Kami sehingga membuat kamu marah ?'' tanya Marcel yang penasaran.


''Marcel,jangan dengarkan mereka, mereka cuma membual .'' peringat Andre sambil terkekeh.


Erli mengepalkan kedua tangannya,ingin rasanya Ia melempar Sandal yang di pakenya ke kepala pria yang sedang terkekeh itu.


Andre langsung terdiam saat mendapat tatapan tajam dari pria yang duduk di belakang Erli.


Erli menghembuskan nafas panjang,Ia mencoba mengontrol emosinya yang kapan saja siap meledak.


''Saya ke sini cuma ingin meminta pertanggung jawaban dari sahabat Anda,karna sudah menghamili teman Saya .'' Erli akhirnya membuka suaranya setelah cukup lama terdiam menahan kekesalannya pada Pria yang sama sekali tidak merasa bersalah.


Marcel,Samuel dan Pria yang duduk di belakang Erli terkejut dengan apa yang Erli katakan.


Marcel menatap Sandrina yang menundukkan kepalanya.Marcel tahu Sandrina adalah Wanita baik-baik,Ia pun sudah menganggap Sandrina seperti adiknya sendiri.

__ADS_1


Marcel menatap Andre yang terkekeh dengan apa yang di katakan oleh Erli.


''Kalian percaya dengan omongan gadis pembual itu ?'' tanya Andre sambil terkekeh dan menatap para sahabatnya.


Andre berharap para sahabatnya percaya dengan apa katanya.Walaupun sebenarnya Ia pun memikirkan hal yang mungkin saja yang di kandung Sandrina anaknya.Karna waktu itu dirinya melakukannya tidak cuma sekali dan tidak memakai pengaman pula.


Marcel beranjak dari duduknya dan menghampiri Sandrina yang berdiri di depannya.Marcel memegang bahu Sandrina.


''Sandrina tatap wajah kakak ,'' suruh Marcel sambil memegang bahu Sandrina.


Sandrina menundukkan wajahnya,Ia tidak berani menatap Marcel yang berdiri di depannya.


''Sandrina ,'' panggil Marcel sambil memegang dagu Sandrina agar Sandrina menatapnya.


Sandrina meneteskan air matanya saat matanya bertatapan dengan mata Marcel.


''Katakan apa benar yang di katakan gadis ini ?'' tanya Marcel lembut.


Sandrina cuma bisa menganggukkan kepalanya.


Marcel beralih menatap Andre.


''Apa...? kau mau percaya omongan pelacur itu ?'' tanya Andre.


''Cel,kau juga tahu pekerjaan dia wanita penghibur,pantas saja kalau dia hamil, kenapa harus meminta pertanggung jawaban dari Ku .'' Lanjut Andre sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan temannya yang percaya dengan wanita pelacur itu.


Andre menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan temannya yang membela pelacur itu.


''Apa jangan-jangan itu anakMu Cel ?'' tuduh Andre sambil terkekeh.


''Andre......!'' bentak Marcel sambil ingin menerjang Andre.


Samuel dengan cepat memegang tubuh Marcel yang akan melayangkan tinjunya ke hadapan Andre.


''Asal kau tahu Andre,Sandrina memang bekerja di club ini,dan aku sudah menganggap Sandrina seperti adikku sendiri.Sandrina tidak pernah menjual dirinya pada pria-pria hidung belang.Dan kau sudah merusaknya sehingga dirinya hamil,dimana hati nuranimu Dre !'' geram Marcel dengan sikap Andre yang terus berusaha mengelaknya.


Andre terdiam Ia terkejut dengan apa yang di ucapkan Marcel,lagi-lagi dirinya memilih tidak mempercayai apa yang di katakan Marcel.


''Marcel-Marcel Kau ingin membela pelacur itu ?'' tanya Andre menatap sinis Marcel.


''Aku tidak bodoh Cel,Wanita licik seperti Mereka berdua,pasti menghalalkan berbagai cara untuk mengelabui Pria berduit seperti kita ,'' Ucap Andre lagi yang membuat emosi Marcel kembali terpancing.


Erli yang sudah geram dengan sikap arogan Andre,Erli melepas sepatu yang di pakenya dan...detik selanjutnya.

__ADS_1


Bugh


Sepatu itu melayang dan tepat mengenai kepala Andre.


''Mampus ,'' Erli tertawa senang saat melihat sepatunya tepat mengenai kepala Andre.


''Sialan,beraninya Kau melempar sepatu busuk Mu di kepalaku !'' teriak Andre yang tak terima sambil berdiri dari duduknya.


Samuel menahan tawanya saat sepatu Erli mengenai kepala Andre.


Erli sama sekali tidak takut dengan tatapan Andre.Erli berkacak pinggang menatap kesal Andre yang sejak tadi menghina temannya.


Sedangkan Pria yang sejak tadi terdiam dan menonton perdebatan mereka, menyunggingkan senyum tipis saat melihat keberanian gadisnya yang melempar sepatu ke kepala Andre.


Andre menghentikan langkahnya yang akan mendekati gadis yang sudah membuatnya emosi,saat Pria yang sejak tadi melihat perdebatan mereka mengangkat tangannya.


Walaupun Andre bingung Ia pun menurutinya.


''Hentikan Sayang ,'' suruh Re yang sejak tadi duduk santai.


Deg.


Erli terkejut dan menghentikan tangannya yang ingin melempar kembali sepatu miliknya.


Erli berbalik dan membulatkan matanya terkejut melihat Re yang duduk santai di kursi sofa membelakanginya.


''Kau...,''


Re beranjak dari duduknya dan berdiri di samping Erli.


''Sam,Kau urus mereka ,'' Suruh Re.


''Cel,kau urus gadis itu,dan pastikan gadis itu mendapat keadilan .''


Setelah mengatakan itu Re menatap Erli yang masih menatapnya terkejut.


Re berdecak dengan sebal saat melihat sepatu gadisnya sudah terlepas dari kakinya.


Tanpa mengatakan apa-apa Re langsung menggendong Erli layaknya seperti membawa karung beras di pundaknya.


''Kya....,Hai turunkan Aku !'' suruh Erli sambil memukuli punggung Re.


Marcel menatap penasaran pada Re yang membawa gadis itu di atas pundaknya yang keluar dari ruangan VVIP.

__ADS_1


Samuel menghembuskan nafas kasar saat harus membujuk Andre agar mau bertanggung jawab dengan gadis itu.


Atas ancaman dari Samuel,mau tidak mau Andre akhirnya mau menikahi Sandrina dengan secara siri.Ia tidak mau kalau Re yang turun tangan,karna bisa di pastikan dirinya akan mendapat hukuman yang pastinya akan menguak luka lama.


__ADS_2