Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 44


__ADS_3

Wijaya menatap Naya dan Erli yang duduk di sampingnya bergantian.


Tari keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi untuk Suaminya.


''Nay, apa Kau mau menginap di sini ?'' tanya Tari sambil meletakkan secangkir kopi di hadapan suaminya.


Naya mengalihkan perhatiannya pada ponsel yang ada di hadapannya.Ia pun menatap Mamanya.


''Iya ma ,'' jawab Naya.


''Kau sudah minta izin pada Sandi ?'' tanya Wijaya.


''Sudah Pa ,'' bohong Naya.


Jam sudah menunjukkan angka setengah 10 malam.Mereka memutuskan untuk ke kamar Mereka masing-masing.


Erli masuk ke dalam kamar,Ia pun menghembuskan nafas panjang saat teringat besok pagi Ia akan berubah setatusnya.


Cklek.


Erli menoleh saat pintu kamarnya di buka.Ia tersenyum melihat Kakaknya yang membuka pintu.


Naya tersenyum dan menutup pintu kamar Erli dan menguncinya.


Naya melangkah menuju ranjang Erli berada dan duduk di pinggir tempat tidur.


''Dek ,'' panggil Naya.


''Ada apa Kak ?'' tanya Erli sambil menutup lemari pakaiannya setelah Ia mengambil baju tidurnya.


''Apa benar om Pratama yang membebaskan Papa ?'' tanya Naya yang masih belum percaya dengan perkataan Erli tadi.

__ADS_1


''Kakak berharap siapa yang membebaskan Papa ?'' tanya Erli balik.


''Kakak,cuma penasaran saja,Soalnya yang memasukkan Papa ke penjara bukan Om Pratama ,'' ujar Naya.


''Sudahlah Kak,Erli juga tidak tahu.yang penting Papa sudah keluar dari penjara,'' ucap Erli sambil masuk ke dalam kamar mandi.


Erli tidak mau kalau Kakaknya bertanya lagi mengenai Papanya yang keluar dari penjara dengan cepat.


Naya menghembuskan nafas panjang. Gagal sudah rencana yang Ia susun untuk memanfaatkan keadaan Papanya yang ada di dalam penjara untuk mendekati Re.


Erli di dalam kamar mandi menghembuskan nafas panjang saat melihat ponsel yang sejak tadi berdering.


Ya Samuel sejak tadi menghubunginya.


''Iya ada apa Kak Sam ?'' tanya Erli saat sambungan telponnya tersambung.


''...''


''Iya Kak Sam Erli ingat ,'' jawab Erli.


Setelah Erli mengganti gaun yang di kenakannya dengan Baju tidur.Erli pun keluar dari dalam kamar mandi dan sudah tidak melihat Naya lagi berada di dalam kamarnya.


Erli merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya dan terlelap. di sana.


Keesokan paginya.


Tari membuka tirai jendela di kamar Erli. Tari tersenyum saat melihat putri bungsunya menggeliat di balik selimut.


Erli perlahan membuka matanya saat tidak sengaja cahaya masuk lewat jendela kamarnya.


''Pagi Sayang ,'' sapa Tari tersenyum menatap Erli yang menatapnya.

__ADS_1


''Pagi Ma ,'' sapa balik Erli.


Erli memicingkan matanya saat tidak sengaja matanya melihat kotak berukuran sedang ada di atas meja riasnya.


''Apa itu Ma ?'' tanya Erli penasaran sambil menunjuk kotak yang ada di atas meja riasnya.


''Itu,tadi Pa Darman yang menerima kotak itu,dan katanya kotak itu untuk Kamu ,'' jawab Tari yang baru keluar dari kamar mandi menyiapkan air hangat untuk putrinya.


''Dari siapa Ma ?'' tanya Erli sambil menghampiri kotak itu.


''Mama tidak tahu Sayang ,'' jawab Tari yang memang tidak tahu siapa yang mengirim kotak untuk Putrinya itu.


Erli membolak balikan kotak itu yang tidak tahu apa isinya.Erli ingin tahu siapa yang memberi kado itu untuknya, tapi nihil tidak ada nama pengirimnya di kotak itu.


''Mandi dulu Sayang,Mama sudah siapin air hangat untuk Kamu ,'' suruh Tari sambil mendekati Erli yang berdiri di depan meja rias.


Erli tersenyum dan menganggukkan kepalanya.Lalu Ia pun meletakkan kotak itu kembali di atas meja rias.Ia pun penasaran apa isi di dalam kotak itu. Tapi Ia urungkan niatnya untuk membuka kotak itu karna ada Mamanya.Ia pun tidak mau Mama nya tahu apa isi dalam kotak itu.


**


**


Tasya keluar dari dalam kamar dan berpapasan dengan Re yang juga ke luar dari dalam kamar.


''Bang ,'' panggil Tasya.


Re menghentikan langkahnya yang akan ke luar dari dalam kamar dan menutup pintu kamarnya.Lalu Ia pun melihat Tasya yang sudah bersiap dengan seragam sekolah dan tersenyum melihatnya.


''Ada apa Hm ?'' tanya Re sambil mengusap kepala adiknya.


''Tasya mau izin,nanti sepulang sekolah mau ngerjain tugas dulu di rumah teman, apa boleh Bang ?'' tanya Tasya takut-takut.

__ADS_1


Re terdiam dan berpikir,cukup lama Re menatap adiknya.


Tasya menatap penuh harap pada abangnya supaya Ia di izinkan untuk belajar bersama temannya tanpa ada pengawalan nanti.


__ADS_2