
Tasya tersentak kaget saat lengannya di senggol oleh Rara yang berdiri di sampingnya.
Tasya tersadar dari lamunannya yang mengagumi sosok Pria tampan yang masuk ke dalam toko.
Tasya tidak menyadari kalau sebenarnya pria itu adalah Gibran.Karna selama ini penampilan Gibran di sekolah berpenampilan cupu,wajar saja Tasya pangling dengan penampilan Gibran yang sekarang ini.
Setelah Gibran menyelesaikan pembayaran tas yang sudah rusak itu. Gibran menatap sekilas Tasya yang masih menatapnya.
''Tunggu Tuan ,'' suruh Tasya menghentikan Gibran yang akan meninggalkan toko tas itu.
Gibran menghentikan langkahnya yang akan meninggalkan toko tas.Gibran berdiri di depan pintu dengan membelakangi Tasya.
Gibran mendengar langkah kaki Tasya mendekat ke arah nya.
"Terima kasih Tuan,'' ucap Tasya.
''Hmmm,'' Gibran cuma menjawab dengan berdehem.
Tasya langsung maju ke depan dan menatap wajah Gibran.
''Berikan nomer rekeningMu Tuan,Aku akan menggantinya .'' Pinta Tasya sambil mengeluarkan ponsel miliknya yang ada di dalam tas.
''Tidak perlu Sya,'' Tolak Gibran sambil menggelengkan kepalanya.
''Kau mengenalKu ?'' tanya Tasya sambil mengerutkan keningnya.
''Tentu saja,'' jawab Gibran sambil menatap lekat Tasya.
''Memangnya Kau siapa?dan apa Aku mengenalMu?'' tanya Tasya mencoba mengingat Pria itu.
__ADS_1
Gibran cuma menjawab dengan senyuman.
''Kau sungguh melupakanKu Sya,'' ucap Gibran.
Tasya terdiam dan mencoba mengingat siapa Pria itu.Tapi Ia tidak mengingat siapa Pria itu.
''Aku sungguh tidak ingat siapa diriMu,'' ucap Tasya yang tidak mengingat siapa pria yang ada di hadapannya.
''Aku mengerti,Kau juga pasti melupakan kenangan Kita dulu .'' Ucap Gibran menatap sendu Tasya.
''Omong kosong apa lagi ini,Aku tahu pasti kau membual.'' Ketus Tasya menatap Gibran dengan kesal.
Tasya menganggap Gibran hanya berbicara omong kosong.
''Cepat katakan nomer rekeningMu,agar Aku bisa mengganti uang Mu .'' Pinta Tasya yang tidak mau berlama-lama lagi menanggapi Gibran.
''Dan sampai bertemu besok di sekolah.'' Ucapnya Lagi sambil berlalu meninggalkan Tasya.
''Hai Tunggu maksud Kamu apa?'' tanya Tasya sambil menatap punggung Gibran semakin menjauh.
Sebelum Gibran menghilang di balik tiang besar yang ada di dalam mal. Gibran menghentikan langkahnya,lalu Ia menoleh dan tersenyum menatap Tasya yang masih menatapnya dengan raut wajah penasaran.
Gibran langsung pergi meninggalkan Tasya untuk keluar dari dalam mal.
Sedangkan di tempat lain di dalam sebuah ruang kerja milik Re.
Marcel masuk ke dalam ruang kerja Re tanpa mengetuk pintu.
Re yang sedang membicarakan sesuatu bersama Andre, Langsung menoleh dan menatap dengan tajam siapa yang baru masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
''Ck,tidak bisakah kau mengetuk pintu itu,'' tegur Andre sambil kembali menatap layar laptop yang ada di depan mejanya.
''Kenapa kau diam saja berhenti di situ, kau menghalangi jalanKu saja ,'' ketus Angga yang baru masuk ke dalam ruangan Re.
''Ck,diamlah kalau kau tidak ingin kena amukan ke dua Pria dingin itu .'' Bisik Marcel sambil melirik Re dan Andre yang tengah fokus menatap layar laptop mereka.
''Mereka sedang apa?'' tanya Angga sambil menatap Andre dan Re dengan rasa penasarannya.
''Ck,bisakah kalian diam .''Ketus Andre yang terganggu dengan kehadiran Mereka.
''Kalau kalian di sini cuma untuk berisik, sebaiknya kalian keluar dari ruangan ini.'' Usir Andre.
''Mengganggu konsentarasiKu saja ,'' lanjutnya lagi sambil menatap kembali layar laptopnya lagi.
''Cek lihatlah Dia sensitif sekali,'' gerutu Angga sambil melangkah duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Re.
Sedangkan Re sama sekali tidak terganggu dengan suara berisik dari Angga dan Marcel.Re sibuk dengan laptop yang ada di depannya.
''Lihatlah Dia serius sekali ,'' bisik Angga sambil menatap Re yang sibuk dengan layar laptopnya.
''Ya kau benar,Dia pun tidak terganggu dengan kedatangan Kita.'' Balas Marcel yang duduk di samping Angga.
Marcel dan Angga terdiam saat melihat seringaian tipis di bibir Re.
''Sepertinya Dia sedang merencanakan sesuatu ,'' ucap Marcel yang melihat Re tersenyum menyeringai.
''Ya kau benar ,'' sahut Angga sambil membenarkan ucapan Marcel.
''Selesai....,'' gumam Re sambil tersenyum penuh arti menatap layar laptopnya yang masih menyala.
__ADS_1