
''Bukankah itu mobil......,'' ucapan Naya tak di teruskan Ia teringat di sampingnya ada Sandi.
''Siapa Nay, apa Kau kenal dengan pemilik mobil itu ?'' tanya Sandi penuh selidik.
''Tidak, Aku tidak mengenalnya ,'' jawab Naya cepat supaya Sandi tidak curiga.
''Pak,pasti ini salah paham Papa Saya tidak bersalah ,'' ucap Naya sambil memegangi Papanya agar tidak di bawa polisi.
''Maaf Nona, Kami hanya menjalankan perintah ,''
Setelah mengatakan itu kedua polisi itu membawa pergi Wijaya tanpa peduli dengan tatapan penasaran para karyawan Wijaya.
''Jangan di kejar Naya ,'' cegah Sandi sambil memegang tangan Naya.
''Lepas ,'' Suruh Naya menatap kesal Sandi yang mencegahnya.
Sandi melepas cengkraman tanganya yang memegang tangan Naya.
''Apa Kau suka PapaKu di penjara ?'' tanya Naya.
''Ya memang Aku suka PapaMu di penjara,dengan begini perusahaan akan jadi milikKu ,'' jawab Sandi cuma di dalam hati.
''Kamu itu berbicara omong kosong Naya ,'' sangkal Sandi sambil menggelengkan kepalanya.
''Naya Kau mau kemana ?'' tanya Sandi sambil memegang tangan Naya ketika Naya ingin pergi.
''Lepas , Aku ingin berbicara dengan Pria itu ,'' tunjuk Naya pada Mobil yang masih terparkir di sana.
Sandi pun membiarkan Naya untuk berbicara dengan pemilik mobil yang sejak tadi menonton kejadian Wijaya yang di bawa polisi.
__ADS_1
Naya pun bergegas berlari menghampiri mobil yang Ia yakini mobil milik Re itu.Naya mengetuk kaca jendela mobil tepat di samping pengemudi.
Re membuka kaca jendela mobilnya,Ia enggan menatap Naya.
''Re keluar ,'' pinta Naya.
''Ada apa ?'' tanya Re dingin.
''Ada hal yang ingin Aku bicarakan ,'' jawab Naya tidak mempedulikan tatapan Re yang dingin.
Re pun dengan terpaksa keluar dari dalam mobilnya dan menatap datar Naya.
''Cepat katakan Waktu Ku tidak banyak ,'' ujar Re sambil menatap Naya datar.
''Re, kenapa Kamu memenjarakan PapaKu ?'' tanya Naya.
''Re apa Kamu ingin membalas dendam padaKu lewat PapaKu ,'' duga Naya.
Naya beranggapan Re memenjarakan Papanya karna ingin balas dendam padanya.
Re tersenyum sinis saat Naya mengatakan itu,Ia pun enggan menatap wajah Naya.
''Re tatap Aku ,'' suruh Naya sambil menangkup wajah Re.
Naya menatap mata Re yang menurutnya sudah berubah tidak seperti Re yang di kenalnya dulu.Naya tidak lagi melihat ada cinta di mata Re,melainkan kebencian yang tersirat di matanya.
Sedangkan di salah satu pojok ruangan,Sandi mengepalkan tangannya saat melihat Naya menangkup wajah seorang Pria.Sandi tidak tahu kalau itu adalah Re.
Re menatap datar wajah Naya,Ia menepis tangan Naya yang menangkup wajahnya.
__ADS_1
Re melihat arloji yang ada di pergelangan tangannya.
''Waktu Mu sudah habis ,'' ucap Re setelah melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
''Re, tunggu ,'' cegah Naya sambil memegang pergelangan tangan Re.
''Minggir ,'' suruh Re menatap datar Naya.
''Tolong bebaskan Papa Ku Re ,'' mohon Naya sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.
Re tersenyum sinis,dan tidak mempedulikan air mata yang keluar dari mata Naya.
''Re, Aku minta maaf pada semua kesalahanKu di masa lalu,tolong jangan bawa-bawa Papa Ku,Papa Ku tidak tahu apa-apa Re ,'' ucap Naya sambil mengeluarkan air matanya berharap Re mau melepaskan Papanya.
Re masih saja diam,Ia enggan membuka suaranya,Ia pun membiarkan Naya beranggapan seperti itu.
''Re, Aku mohon ,'' ucap Naya lirih.
''Aku harus pergi,ada urusan yang lebih penting dari pada Aku harus meladeniMu ,'' ucap Re menatap sinis Naya.
Naya tertegun di tempatnya berdiri,Re memang sudah berubah tidak seperti Re yang dulu yang selalu patuh dan menatapnya penuh Cinta.Dan sekarang Re enggan menatapnya dan Naya melihat tatapan Re yang penuh kebencian.
''Re.....tunggu.....!'' teriak Naya setelah sadar mobil Re telah meninggalkan parkiran.
Naya terduduk di jalan sambil menatap nanar mobil Re yang meninggalkan perusahaan Wijaya.
Semua karyawan terkejut dan saling berpandangan saat melihat Wijaya di bawa polisi dan Naya yang duduk di jalan dan menangis di parkiran.
Raya menghampiri Naya dan membantunya berdiri dan membawanya masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1