Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 53


__ADS_3

Pegawai butik menyambut kedatangan Samuel dengan Gadis yang masih memakai seragam SMK itu dengan senyumam.Pegawai itu tahu Pria yang baru masuk adalah teman atasannya.


''Cintya ada ?'' tanya Samuel sambil menatap sekeling butik yang menurutnya sedikit berubah.


''Mbak Cintya ada di ruangannya Tuan ,'' jawab Pegawai itu sambil menatap penasaran pada Gadis yang ada di belakang tuan Samuel.


Samuel berbalik dan menatap Gadis yang ada di belakangnya.Samuel tersenyum kecil saat melihat Gadis itu menatap kagum pada gaun-gaun yang berjejer rapi di etalase dan di gantung rapi di sampingnya.


''Kau tunggu di sini,Aku ke atas dulu .'' perintah Samuel.


Erli pun menganggukkan kepalanya.


Samuel berbalik dan menaiki anak tangga menuju di mana ruangan Cintya berada.


Samuel menggelengkan kepalanya saat membuka pintu dan menatap ruangan Cintya yang bernuansa hijau.Samuel tahu gadis itu menyukai warna hijau.


''Ckk...,kenapa harus hijau ruanganMu, seperti tidak ada warna lainnya.'' Sindir Samuel sambil berdecak sebal menatap warna yang membuat matanya sakit.


Cintya mendengus kesal dan memutar bola mata malas saat melihat kedatangan Samuel.


''Ada apa ? kalau cuma mau menggangguKu Aku tidak ada waktu untuk meladeniMu ,'' ketus Cintya menatap Samuel yang berdiri di hadapannya.


Samuel terkekeh.


''Percaya diri sekali Anda Nona,seperti tidak ada kerjaan lain saja Aku .'' ujar Samuel tersenyum tipis melihat Cintya yang kesal melihat kehadirannya.


''Mau apa Kau datang kemari Tuan Samuel yang terhormat ?'' tanya Cintya sambil menatap tajam Samuel yang tersenyum menatapnya.

__ADS_1


''Aku ingin melihat gaun pengantin koleksiMu ,'' jawab Samuel akhirnya mengatakan maksud dan tujuannya datang kemari.


Cintya terdiam dan terkejut saat mendapat jawaban dari Samuel.Ia tidak menyangka Samuel datang kemari ingin melihat gaun pengantin.


Cintya bertanya-tanya apakah Dia akan segera menikah.


Samuel menjetikkan jarinya di depan wajah Cintya.Cintya reflek memundurkan tubuhnya saat wajah Samuel tepat berada di depan wajahnya.


''Apa Aku tidak salah dengar ?'' tanya Cintya sambil mendorong dada Samuel supaya mundur.


''Ya Kau tidak salah mendengarnya ,'' jawab Samuel sambil kembali menegakkan tubuhnya.


Cintya kembali terdiam.


Samuel menatap Cintya yang terdiam.Ia pun heran kenapa Cintya terkejut seperti itu.


Erli melihat-lihat gaun yang berjejer rapi di gantungan baju.


''halus ,'' gumam Erli saat memegang gaun itu.


Erli membulatkan matanya saat melihat harga gaun itu yang menurutnya bisa membeli sepeda motor.


Samuel dan Cintya menuruni anak tangga menuju di mana letak gaun pengantin dan gaun-gaun koleksi milik Cintya.


Samuel menghentikan langkahnya dan tersenyum melihat reaksi terkejut Erli yang melihat harga gaun itu.Samuel mengeluarkan ponselnya dan memotret reaksi terkejut Erli dan mengirimkan foto itu pada Re.


Cintya menatap penasaran kenapa Samuel berhenti dan tersenyum saat melihat ponselnya.Cintya melihat arah pandang Samuel dan membulatkan matanya dan menutup mulutnya saat mata Cintya menatap gadis berseragam SMK yang sedang melihat-lihat gaun yang berjejer rapi di tempatnya dan sesekali terkejut melihat harga gaun itu.

__ADS_1


''Kau ingin menikahi gadis itu ?'' Cintya menatap Samuel yang ada di sampingnya.


''Ck ,berisik .'' ucap Samuel berdecak sebal.


Samuel meneruskan langkahnya menuruni anak tangga.


Cintya mendengus kesal saat tidak mendapat jawaban dari Samuel.Cintya pun mengikuti langkah Samuel yang menuruni anak tangga.


''Hm...,'' dehem Samuel saat tiba di belakang Erli.


Erli terlonjak kaget saat mendengar deheman dari Samuel.Ia pun membalik badannya dan salah tingkah saat kedapatan melihat gaun-gaun yang berjejer rapi di tempat itu.


''Maaf Kak ,'' cicit Erli sambil menundukkan kepalanya.


''Kalau Kau suka ambil saja ,'' ucap Samuel sambil tersenyum.


Erli mendongakkan kepalanya terkejut dengan apa yang Samuel ucapkan.Erli pun menggelengkan kepalanya cepat.


Samuel mengerutkan keningnya saat Erli menggelengkan kepalanya buru-buru.


''Kenapa ?'' tanya Samuel penasaran.


''Harganya mahal Kak ,'' jawab Erli lirih.


''Ha...ha...ha....'' Samuel tertawa saat mendengar jawaban Erli.


''Apa jadinya nanti saat Kau melihat harga gaun pengantin yang cukup fantastis itu,pasti Kau pingsan .'' ucap Samuel dalam hati dan membayangkan apa yang di pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2