Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 21


__ADS_3

Re berbalik dan melangkah kembali di mana Wijaya berdiri sambil menatapnya cemas.


''Syarat apa,Tuan ?'' tanya Wijaya mengulangi pertanyaannya.


Wijaya berharap Syarat yang akan di berikan oleh pemuda yang ada di depannya tidak lah sulit.


Re tersenyum tipis sebelum membuka mulutnya.


''Kau tinggal memilih masuk penjara atau menikahkan putriMu sebagai jaminannya,dan akan Aku anggap lunas semua hutang Mu pada PerusahaanKu .'' Tawar Re sambil duduk kembali di sofa sambil menghisap rokok yang baru di ambilnya.


Deg.


Wijaya terkejut dengan tawaran yang di berikan oleh pemuda di depannya. Wijaya menggelengkan kepalanya tidak rela salah satu putrinya menikah dengan pemuda yang sedang duduk santai sambil merokok.


Sedangkan Andre terkejut dengan apa yang Re tawarkan.Andre menatap Re dengan alis berkerut.Andre masih tidak percaya Re mengatakan itu.


''Bagaimana tawaranKu Tuan Wijaya ?'' tanya Re sambil memainkan pemantik di tangannya.


Wijaya menatap Pemuda yang sedang duduk santai dan memainkan pemantik di tangannya,sedangkan tangan kirinya sedang memegang puntung rokok dan memadamkannya di dalam asbak yang ada di atas meja.


''Maaf,untuk tawaran Anda Saya tolak .'' Tolak Wijaya sambil tersenyum sinis menatap Pemuda yang sedang memainkan pemantik di tangannya.


Re menghentikan tangannya yang sedang memainkan pemantik.Re pun terkekeh menatap Wijaya.


''Itu sudah menjadi keputusanMu Tuan Wijaya,bersiap-siaplah dua hari lagi untuk masuk ke dalam penjara .''


Setelah mengatakan itu Re beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan Wijaya.


Andre setelah membungkuk hormat pada Wijaya,Ia pun bergegas keluar menyusul Re yang sudah terlebih dulu keluar dari ruangan Wijaya.

__ADS_1


Wijaya langsung duduk di kursi sofa yang ada di belakangnya.Wijaya menatap nanar pada foto putri bungsunya yang ada di layar ponselnya. Ia tidak rela kalau putri bungsunya harus menikah dengan Pria yang tidak sopan itu.


Sedangkan Re yang baru keluar dari dalam lift menatap datar pada Wanita yang ada di depannya.


Sedangkan Wanita yang ada di depannya terkejut dengan apa yang di lihatnya.Wanita itu tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Wanita itu tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Pria yang ada di depannya.


''Maaf Nona,bisakah menyingkir dari hadapanKu .'' Hardik Re menatap dingin pada Wanita yang ada di hadapannya.


Wanita itu yang masih terkejut cuma bisa terbengong dan menggeser tubuhnya supaya ke dua orang yang ada di dalam lift bisa segera keluar dari dalam lift.


''Tidak mungkin itu Dia ,'' gumam Wanita itu sambil menatap punggung ke dua Pria yang baru keluar dari kantor.


Wanita itu berlari keluar dari kantor ingin memastikan apa yang Ia lihat itu benar Pria yang dulu Ia hina atau bukan.


''Naya ,'' panggil temannya yang melihat Naya berdiri di luar kantor.


Ya wanita yang berpapasan dengan Re adalah Naya.Naya menoleh dan melihat temannya Raya yang baru keluar dari dalam lift menatapnya heran.


''Ada apa Nay ?'' tanya Raya sambil menghampiri Naya yang sedang mengatur nafasnya.


''Aku tadi lihat Dia ,'' jawab Naya sambil memberitahu Raya kalau Dia melihat Pria itu.


''Maksud Kamu siapa Naya ?'' tanya Raya sambil mengerutkan keningnya.


''Renaldi,Dia sudah berubah .'' Jawab Naya.


''Maksud Kamu Dia berubah bagaimana?'' tanya Raya yang tidak mengerti maksud Naya.

__ADS_1


Naya yang masih shok cuma bisa menghembuskan nafas panjang.


Raya mengajak Naya untuk duduk di ruang lobi.Raya mengambil minuman yang di bawa oleh OB saat berpapasan di lobi.


''Mbak itu untuk tamu....,'' ucapan OB itu terputus saat mendapat tatapan tajam dari Raya.


''Ini Kamu minum dulu Naya ,'' suruh Raya sambil menyodorkan minuman dingin itu ke hadapan Naya.


Sekali teguk Naya meminum habis minuman dingin itu.


''Sebenarnya siapa yang Kamu maksud Nay ?'' tanya Raya ketika Naya sudah tenang.


''Renaldi tidak culun lagi ,'' jawab Naya sambil menatap Raya.


''Kamu ngaco deh,tidak mungkin Dia berubah tidak culun lagi,Kamu pasti salah lihat .'' Kekeh Raya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan yang di katakan Naya.


''Aku melihatnya Raya ,'' ketus Naya yang melihat Raya tidak percaya.


''Bagaimana Aku mau percaya sama Kamu,sedangkan sudah bertahun-tahun teman-teman tidak mendengar kabar beritanya,tau-tau Dia ada di sini,jangan ngaco deh Naya .'' Ucap Raya yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihat Naya.


''Terserah Kamu mau percaya atau tidak yang jelas Aku tadi melihatnya ,'' kesal Naya sambil berlalu pergi meninggalkan Raya.


Raya menatap punggung Naya yang menghilang di balik pintu lift.


Sedangkan Re di dalam mobil,


Re Tersenyum senang saat melihat Naya terkejut menatapnya.Ada kegelisahan yang terlihat di wajah yang di polesi bedak dan lipstik yang menghiasi bibirnya.


Andre yang melihat Re tersenyum lewat kaca spion di dalam mobilnya bergidik ngeri melihat senyuman itu.

__ADS_1


__ADS_2