Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 78.


__ADS_3

''Rara apa maksud Kamu !'' bentak Papa Rara setelah tersadar dari keterkejutan nya.


''Iya Rara,apa maksud Kamu ingin membatalkan pernikahan kalian ?'' tanya Rania lembut.


''Rara pasti Kamu bercanda kan ?'' tebak Mamanya sambil terkekeh.


''Ini sudah menjadi keput.......,'' ucapan Rara terputus.


''Pernikahan Kita akan tetap berjalan Rara ,'' potong Hendra cepat sambil menatap Rara dengan tajam.


Rara terdiam dan menatap Hendra.


Hendra berdiri dari duduknya dan menarik tangan Rara untuk mengikutinya.


Semua yang ada di ruangan itu menatap Hendra dan Rara yang menaiki anak tangga untuk menuju ke lantai atas.


''Re mau kemana Kamu ?'' tanya Pratama yang melihat Re berdiri dari duduknya.


''Re mau ke kamar ,'' jawab Re.


''Kak tunggu Tasya ikut ,'' Tasya menyusul Re yang sudah menaiki anak tangga.


Sedangkan Rara dan Hendra di dalam kamar Hendra.


''Apa maksud Kamu Rara ?'' tanya Hendra menatap Rara yang ada di depannya.


Rara terdiam Ia tidak berani menatap Hendra yang ada di depannya.


''Rara tatap mata Aku ,'' Hendra memegang dagu Rara supaya Rara menatap matanya.


Rara menepis tangan Hendra yang memegang dagunya,Ia pun memalingkan wajahnya tidak mau menatap Hendra.


''Rara apa maksud Kamu ingin membatalkan pernikahan Kita ?'' tanya Hendra lagi.

__ADS_1


''Kita sudahi semua ini Kak ,'' ucap Rara menatap Hendra sendu.


''Apa maksudmu Rara ? apa Kamu sudah tidak mencintai Kakak lagi ?'' tanya Hendra sambil menangkup wajah Rara.


Rara terdiam dengan mata berkaca-kaca,Ia bingung harus menjawab apa.Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam Rara sangat mencintai Hendra.Ia sadar cintanya bertepuk sebelah tangan.Maka dari itu Ia rela melepas Hendra supaya Pria itu bahagia.


Air mata yang sedari tadi coba di tahannya berhasil menerobos keluar dari ke dua matanya.Ia sejak tadi mencoba tegar di hadapan Hendra.


''Hai kenapa menangis ?'' Hendra mengusap air mata Rara yang jatuh membasahi pipinya dengan jempol tangannya.


''Mungkin dengan Rara menjauh dari kakak,akan bisa membuat kakak bahagia Rara rela melepas kakak .'' Ucap Rara lirih.


Hendra menggeleng tidak mau mendengar apa yang di ucapkan Rara.


''Rara menyerah Kak ,'' ucap Rara lagi.


Rara menepis tangan Hendra yang sedang menangkup pipinya,Rara pun berbalik dan ingin keluar dari kamar Hendra.


Sebelum Rara keluar dari kamar Hendra.


Rara terdiam terpaku di tempatnya di saat Hendra memeluk Rara dari belakang.


''Jangan pernah berhenti mencintai Kakak ,Kakak sadar kakak mulai merasa mencintai Rara .'' Ungkap Hendra lirih.


Rara memejamkan matanya saat mendengar ungkapan cinta dari Hendra.


Hendra membalik badan Rara untuk menghadap ke arahnya.


''Ayo lusa Kita menikah ,'' ajak Hendra sambil menatap ke dua bola mata Rara.


Rara terkejut saat Hendra mengajaknya segera menikah.Rara mengerjapkan ke dua bola matanya tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya.


''Tapi.....,''

__ADS_1


''Biar Aku yang mengurus semuanya ,'' ucap Hendra menyakinkan Rara.


Hendra pun memeluk Rara dan mencium pucuk kepala Rara.


Hendra melepas pelukannya dan keluar dari dalam kamar Hendra dengan bergandengan tangan.


''Jadi rencananya kapan ni kalian menikah ?'' tanya Tasya tiba-tiba saat baru keluar dari dalam kamar dan melihat Hendra dan Rara saling bergandengan tangan.


Rara dan Hendra terkejut melihat Tasya yang ada di belakangnya.


Rara tersenyum dan memeluk Tasya.


''Terima kasih atas saran Kamu dan teman Kamu itu ,'' ucap Rara berbisik.


Tasya cuma menjawab dengan anggukan kepalanya.


''Nanti Aku sampaikan ke teman Ku ucapan terima kasih kakak ,'' ucap Tasya.


Hendra mengerutkan keningnya penasaran dengan apa yang di bicarakan adik dan calon istrinya.


Hendra menatap Tasya curiga.


''Lusa kami akan menikah .'' Rara memberitahu Tasya setelah Tasya menanyakan hubungan mereka.


''Beneran lusa kalian menikah ?'' tanya Tasya memastikan kalau dirinya tidak salah dengar.


Rara menganggukkan kepalanya.


''Jadi sekarang tinggal kapan Abang Re menikah ?'' tanya Tasya saat melihat Re keluar dari dalam kamar dengan memakai pakaian santai.


''Anak kecil harusnya belajar,tidak usah mengurusi kapan Abang menikah,lagian itu bukan urusanmu ,'' ucap Re sambil mengacak rambut Tasya.


Tasya mengerucutkan bibirnya saat abangnya mengacak rambutnya.

__ADS_1


Hendra dan Rara terkekeh saat Tasya mengerucutkan bibirnya dan menatap kesal abangnya yang sudah mengacak rambut indahnya.


__ADS_2