Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
177.


__ADS_3

"Ini tidak bisa di bisa di biarkan, puspa harus tahu kalau pemuda kota itu akan pulang.'' Batin pak RT yang tak lain adalah pak Joko.


Ke dua warga itu yang melihat pak Joko diam saja pun saling berpandangan, mereka lalu memanggil pak Joko secara bebarengan.


''Pak Joko,'' panggil ke dua warga itu kompak.


Pak Joko terkesiap dan terkejut saat ke dua warganya memanggil secara bersamaan, pak Joko menormalkan wajahnya agar tidak terlihat terkejut saat mendengar pemuda kota itu akan pulang.


''Terima kasih sudah memberitahu saya Ning,'' ucap pak Joko .


''Kalau begitu kami berdua permisi pak Joko , mau menyiapkan oleh-oleh biar di bawa pulang oleh mereka.'' pamit warga yang di panggil Ning itu.


Setelah kepergian ke dua warganya, Pak Joko masuk ke dalam rumah dan segera menutup pintu.


''Puspa.... Puspa.....,'' panggil pak Joko pada putrinya yang sedang tidur siang.


Puspa tidak terganggu dengan teriakan bapak nya, gadis itu cuma memindah posisi tidurnya saja.


Karna tidak ada tanda-tanda putrinya itu keluar dari kamar, akhirnya pak Joko membuka pintu kamar anaknya. Pak Joko menggelengkan kepalanya melihat anak nya yang masih tidur.


''Puspa, bangun.'' Suruh Pak Joko.


''Apa sih pak, Puspa masih ngantuk.'' Jawab Puspa dengan malas.


''Pemuda incaran kamu itu mau pulang, apa kamu tidak mau melihat nya.'' Seru Pak Joko.


Puspa langsung membuka matanya dengan sempurna saat mendengar pemuda incarannya itu akan pulang, gadis itu langsung terbangun dari tidurnya.


''Bapak dapat kabar dari siapa kalau pemuda itu akan pulang?'' tanya Puspa yang tidak percaya dengan ucapan bapaknya.


''Bapak jangan coba bohongin Puspa ,'' ucapnya yang masih tidak mempercayai ucapan bapak nya.


''Buat apa bapak bohong, tadi ada warga yang datang kemari ngasi tahu bapak kalau pemuda kota itu mau pulang.'' Jawab Pak Joko.


''Yo wes, bapak mau siap-siap dulu mau kesana.'' Ucap Pak Joko sambil keluar dari kamar anak nya.

__ADS_1


Puspa pun turun dari ranjang dan juga siap-siap ingin pergi ke sana.


....


Re dan Andre yang masih sibuk memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil, di kejutkan dengan kedatangan para warga yang berbondong-bondong menghampiri mereka. Di tangan mereka terdapat banyak buah-buahan dan bahan sayuran yang masih segar , sepertinya mereka habis memetiknya tadi.


Re menutup bagasi mobil dan menatap para warga itu.


Andre yang sedang mengecek mesin mobil pun mengurungkan niatnya , dan ikut menatap para warga yang menghampiri mereka.


''Ini ada apa ya bapak-bapak ibu-ibu kalian beramai-ramai datang kemari?'' tanya Re yang penasaran dengan kedatangan para warga.


''Maaf sebelumnya den bagus, kedatangan kami kemari mungkin membuat kalian tidak nyaman. Kami semua datang kemari untuk mengucapkan terima kasih kepada den bagus.'' Ucap salah satu warga untuk mewakili warga yang hadir.


"Tidak perlu berterima kasih pak, Saya senang sudah membantu warga di sini.'' Jawab Re dengan bijak.


Tidak lama kemudian Pak Joko dan Puspa tiba dengan menaiki sepeda motor matic milik puspa, Pak Joko yang menyetir sedangkan Puspa duduk di boncengan. Setelah memarkirkan sepeda roda duanya, pak Joko dan Puspa menghampiri Re dan Andre yang sedang bersama warga.


''Nak Re beneran mau pulang?'' tanya Pak Joko memastikan.


Entah apa yang sedang di bicarakan bapaknya dengan pemuda kota itu, yang jelas sesekali bapaknya menatap dirinya.


Sedangkan di dalam rumah sederhana itu , para wanita sedang mengobrol sambil makan pisang goreng.


''Kalian dengar tidak, seperti nya di luar ramai sekali.'' Ucap Linda yang mendengar di luar seperti ramai.


Siti berdiri dari duduknya dan mengintip dari pintu yang terbuka , benar saja di luar sana bayak warga yang datang dengan membawa oleh-oleh di tangan mereka.


''Ya benar teh di luar banyak warga yang berdatangan,'' lapor Siti sambil menatap ke empat wanita yang sedang duduk itu.


''Ayo kita lihat ,'' Ajak Tasya sambil mengajak Erli untuk berdiri dari duduknya.


''Tungguin gue oy !'' seru Linda sambil menyusul ke dua sahabatnya yang sudah terlebih dahulu menuju pintu.


Sesampai nya mereka di luar , mereka menghampiri Andre yang berdiri tidak jauh dari mobilnya.

__ADS_1


''Ada apa Kak , kenapa mereka ramai sekali ?'' tanya Tasya berbisik di samping Andre.


''Mereka ingin mengucapkan terima kasih karna sudah membuatkan kamar mandi umum untuk mereka.'' Jawab Andre dengan berbisik juga.


Re memang tidak tanggung-tanggung membuatkan mereka kamar mandi umum tidak cukup satu , Re membuatkan kamar mandi umum untuk mereka 10 buah. Agar mereka tidak lagi mandi di sungai yang beresiko berbahaya untuk para warga, beruntung selama ini tidak ada warga yang tenggelam saat mandi.


Puspa saat melihat Gadis kota itu semakin kesal di buat nya , apa lagi saat melihat gadis yang dekat pemuda incarannya itu.


Sedangkan Pak Joko sedang membicarakan serius dengan Re, Pak Joko mengajak bicara Re berdua saja dan agar tidak ada warga yang mendengar pembicaraannya.


''Maaf Pak Joko , Saya tidak bisa membawa anak bapak .'' Tolak Re dengan tegas.


''Kenapa nak Re, anak saya cantik dan anak saya pantas di jadikan pasangan hidup untuk Nak Re.''


''Tolonglah Nak Re bantu bapak , bapak sudah terlanjur bilang ke pada para warga kalau Nak Re pulang ke kota akan membawa Puspa untuk di jadikan istri untuk nak Re.'' Bujuk Pak Joko dengan mengiba.


''Maaf sekali lagi Pak Joko , saya tidak bisa menuruti keinginan bapak.'' Tolak Re dengan masih bersikap sopan.


''Alasan nya apa Nak Re , kalau soal cinta nanti juga kan bisa cinta nak Re.'' Pak Joko masih berusaha membujuk pemuda kota itu.


Re menghela nafas besar.


''Begini pak Joko , Saya sudah menikah dan memiliki istri. Itu istri saya pak Joko .'' Tunjuk Re kepada Erli yang berdiri di samping Tasya.


Pak Joko melihat arah tunjuk Re , Pak Joko menatap sinis gadis yang di tunjuk Re itu.


''Gadis itu , masih cantikan juga anak ku.'' Ucap pak Joko tapi cuma dalam hati.


Pak Joko tidak kehabisan akal untuk membujuk pemuda kota itu, dirinya sudah terlanjur bilang kepada para warga kalau yang membuat kamar mandi itu adalah calon suami Puspa. Kalau pria itu tidak jadi dengan anaknya bisa malu dia di hadapan para warga.


"Nak Re di dalam agama seorang lelaki bisa memiliki istri lebih dari satu , Puspa menjadi istri ke dua Nak Re tidak apa-apa .'' Pak Joko masih juga membujuk Re agar anak nya di jadikan istri ke duanya.


Duh memang bapak gak ada otak, menyarankan Re untuk berpoligami.


''Maaf sekali lagi pak Joko, sampai kapan pun saya tidak akan menduakan istri saya.''

__ADS_1


Re yang sudah malas berbicara dengan pak Joko memilih meninggalkan pak Joko dan bergabung bersama warga Adik dan istrinya , ia pun tidak mempedulikan teriakan pak Joko yang berulang kali memanggil namanya.


__ADS_2