
Ke empat pemuda dengan santai keluar dari dalam mobil milik Marcel.
''Apa kau yakin ini tempatnya ?'' tanya Re sambil menatap bangunan yang seperti tidak terurus.
''Hmm ,'' sahut Andre berdiri di samping Re.
''Ayo ,'' ajak Marcel sambil melangkah mendekati pintu sambil kedua tangannya Ia masukkan ke dalam saku celana.
Samuel dan Andre menyusul langkah Marcel yang terlebih dulu masuk ke dalam gedung yang tidak terurus itu.
Marcel,Samuel dan Andre menatap tajub saat mereka masuk ke dalam.Di dalam sana bak layaknya sebuah bar.
Gedung yang tidak terurus itu di sulap oleh seorang pengusaha di bidang berlian di jadikan bar.Bar itu di jadikan tempat jual beli barang ilegal.
Mereka tidak akan menyangka kalau bangunan yang tidak terurus itu adalah sebuah bar.
Transaksi gelap itu pun tidak bisa di lacak oleh anggota polisi.Pernah sekali polisi datang ke lokasi saat ada seorang yang melapor tempat bangunan kosong itu di jadikan tempat transaksi gelap, tempat itu kosong dan layaknya seperti bangunan kosong tidak terurus.
Re yang masih berdiam diri berdiri menatap bangunan yang tidak terurus itu.Tangan kanannya Ia masukkan dalam saku celananya,sedangkan tangan kirinya memegang rokok.
''Maaf Tuan,bisa pindahkan mobil anda ke tempat itu ,'' ucap pria yang menghampiri Re sambil menunjuk bangunan kosong yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
__ADS_1
Re menoleh,Ia pun melihat arah tunjuk pria yang menghampirinya.Re membuang puntung rokok,tanpa mengatakan apa-apa Ia langsung mengambil ponsel miliknya dan mengirim pesan kepada Marcel.
''Tunggu sebentar ,'' ucap Re saat melihat pria itu akan membuka mulutnya lagi.
Tidak lama kemudian Marcel keluar dari bangunan itu,dan menghampiri Re.
''Ada apa Re ?'' tanya Marcel sambil melirik pria yang ada di samping Re.
''Berikan kunci mu pada pria itu,biar dia yang memindahkan mobilmu ,'' ujar Re.
Walaupun Marcel bingung kenapa dia harus menyerahkan kunci itu,Ia pun menyerahkan juga kunci mobil miliknya.
Pria itu dengan terpaksa menerima kunci mobil yang di sodorkan oleh Marcel.Pria itu masuk ke dalam mobil milik Marcel dan mulai melajukan mobil milik Marcel menuju bangunan yang sama-sama tidak layak.
Re cuma mengendikkan bahunya,Ia pun melangkahkan kakinya dan ke dua tangannya Ia masukkan ke dalam saku celana,dan mulai memasuki bangunan yang ada di depannya.
Marcel pun menyusul Re yang sudah masuk ke dalam bangunan yang tidak terurus itu.
Seorang pria berpakaian formal mendekati Re dan Marcel.
''Selamat datang Tuan ,'' sapa pria berpakaian formal.
__ADS_1
Re cuma menganggukkan kepalanya menjawab sapaan pria yang ada di depannya.
''Mari ikut Saya Tuan ,'' ajak Pria itu.
''Hmm ,'' Re cuma menjawab dengan deheman.
Re mengikuti langkah pria itu yang akan membawa mereka ke salah satu ruangan tempat transaksi ilegal.
''Re dimana Sam dan Andre ?'' tanya Marcel saat tidak melihat keberadaan ke dua sahabatnya.
''Mana ku tahu ,'' sahut Re.
''Silakan Tuan ,'' Pria itu membuka salah satu pintu kamar.
Saat pintu itu terbuka suara musik menggema saat Re dan Marcel masuk ke dalam ruangan itu.
Pria itu menutup kembali pintu ruangan saat Re dan Marcel masuk ke dalam.
Re mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.Matanya menyipit dan senyum tipis tersungging di bibirnya saat melihat pria yang menjadi rivalnya sedang duduk di salah satu sofa ditemani dua wanita seksi.
''Itu target kita ,'' tunjuk Re pada pria yang sedang duduk di kursi sofa.
__ADS_1
Marcel melihat arah tunjuk Re,dan Ia pun menyunggingkan senyum tipis saat melihat pria itu.
''Kita ambil kembali,apa yang sudah mereka ambil dari kita ,'' ucap Marcel menatap tajam pria yang tengah menikmati wine miliknya.