Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 153.


__ADS_3

Re dan Edward saling berpandangan,Re segera mengambil ponsel miliknya dan menelpon seseorang.


''Damt,it .'' Umpatnya saat panggilan telponnya tidak tersambung.


Dan lebih sialnya lagi,ponsel Adiknya sama sekali tidak bisa di hubungi.


Tidak beda jauh dengan Edward,Edward berkali-kali menghubungi Adiknya. Namun panggilan itu sama sekali tidak di angkat.


''Sial ,'' umpatnya.


Hendrico tertawa puas melihat Re dan Edward yang terlihat sedang panik.


Juan menghampiri Saudara tirinya.


''Edward,lama tidak berjumpa .'' Sapa Juan sambil tersenyum tipis menatap Edward yang ada di hadapannya.


''Di mana Gibran ?'' tanya Edward langsung.


''Gibran ada di tempat yang aman ,'' sahut Juan.


''Lepaskan AdikKu,dia tidak tahu apa-apa.'' Suruh Edward.


''Tidak semudah itu Ed ,'' ucap Juan sambil melirik Re yang ada di samping Edward.


''Apa mauMu Juan ?'' tanya Re yang sejak tadi diam saja.


Juan tidak langsung menjawab,Ia berbalik dan menatap Hendrico yang sedang fokus menelpon.


''Bagaimana ?'' tanya Juan memastikan.

__ADS_1


Hendrico menjawab dengan mengacungkan jempolnya ke arah Juan.


Setelah memastikan rencana Mereka berhasil,Juan berbalik dan menatap Re yang ada di belakangnya.


''Gue punya sesuatu buat Kalian berdua ,'' ucap Juan sambil memperlihatkan Sebuah Video lewat layar ponselnya.


Rahang Re mengeras,saat melihat video yang di tunjukkan oleh Juan.


Tidak beda jauh dengan Edward,Ingin rasanya Edward membunuh Juan sekarang Juga.


Juan menarik kembali ponsel miliknya dari hadapan Edward dan Re.


''Katakan,apa mau kalian ?'' tanya Edward sambil menahan emosinya.


Hendrico melangkah mendekat ke arah di mana mereka berada,Hendrico berdiri di samping Juan.


''Lo berdua harus bertarung di tempat ini dan di hadapan Kita .'' Perintah Hendrico sambil menunjuk Re dan Edward bergantian.


Samuel dan Marcel terkejut mendengar perintah dari Hendrico yang tidak masuk di akal.


Mereka tahu,sejak kuliah dulu ke dua Pria itu ahli dalam berkelahi,Tidak ada yang berani menantang ke duanya.


Walaupun kuliah dulu,mereka pura-pura tidak saling mengenal.


Re semasa kuliah senang sekali berpenampilan culun,Ia tidak mempunyai banyak teman semasa kuliah dulu.


Tapi,jika di luar kampus.Re selalu berpenampilan tidak lagi culun,Dan menjadi leader anggota genk.Tidak ada yang berani mengganggu anggota genk itu.


''Bagaimana?apa Kalian setuju ?'' tanya Juan sambil menatap Re dan Edward yang sejak tadi diam saja.

__ADS_1


Re tidak menjawab,Ia beralih menatap Samuel dan Marcel yang ada di belakangnya.


Marcel yang mengerti kode yang di berikan Re mengangguk paham apa yang harus Ia lakukan.


Diam-diam Marcel mengirim pesan pada anak buahnya untuk mencari keberadaan Tasya dan Gibran.


Samuel pun tidak tinggal diam,Ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke pada Andre untuk meminta bantuan kepada Pria itu.


******


Sebuah mobil sedan berwarna silver berhenti tepat di depan sebuah bar, Seorang Gadis cantik keluar dari dalam mobil.Gadis itu tidak menghiraukan penampilannya,Ia sedang tidur dan tiba-tiba di telpon oleh temannya.


Semua pengunjung menatap penasaran pada Gadis yang baru masuk dengan menggunakan gaun tidur.Gadis yang berpenampilan gaun tidur itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Tasya.


Tasya sendiri tidak mempedulikan penampilannya,Ia cuma mengkhawatirkan sahabatnya yang sedang ketakutan di dalam bar ini. Tasya mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan sahabatnya, tapi Tasya tidak menemukan keberadaan Linda di lantai dasar itu.


Tasya pun beralih menatap ke lantai atas,Ia berharap Linda berada di lantai atas itu.Tasya menaiki anak tangga untuk mencari keberadaan Linda di ruangan VVIP yang ada di lantai 2.


Walaupun jam sudah menunjukkan angka 1 malam,namun bar itu masih terlihat ramai pengunjung.


''Linda....,'' Tasya membuka salah satu pintu ruangan VVIP sambil memanggil nama Linda.


Beberapa Pria dan Wanita yang ada di ruangan itu,menatap terkejut pada gadis yang memakai gaun tidur dan berdiri di depan pintu.


''Maaf,Saya salah masuk ruangan .'' Ucap Tasya sambil menahan malu.


''Ya,tak apa .'' Sahut salah satu Pria yang ada di ruangan itu.


Tasya menutup pintu itu kembali,dan kembali menuju ke pintu lain untuk mencari keberadaan Linda.

__ADS_1


Sedangkan Gadis yang di cari oleh Tasya,sedang mondar-mandir di dalam kamarnya sambil menggigiti ujung kukunya.Gadis itu mengkhawatirkan keadaan Tasya.Ia berharap Tasya baik-baik saja di sana.


__ADS_2