
Seorang Pria tengah sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.Sesekali Ia melirik Arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
Cklek.
Pria tampan itu mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang berani masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu.
Pria tampan itu tersenyum senang saat melihat Renal yang masuk ke dalam ruangannya.
''Akhirnya Kau datang ,'' ujar Pria itu yang tak lain Andre.
Andre beranjak dari duduknya dan membiarkan Re yang akan duduk di kursi kebesarannya untuk memeriksa berkas-berkas yang membuatnya pusing.
Re memilih duduk di sofa yang ada di ruangan Andre.
Andre menatap heran Re yang memilih duduk di sofa bukan di kursi kebesarannya.
''Silahkan Kau periksa lagi berkas-berkas itu,Aku takkan menggangguMu ,'' ucap Re sambil mengambil ponsel miliknya yang ada di saku jasnya.
Andre mendengus kesal Ia pun tidak menggubris kata-kata Re, Ia pun ikut duduk di samping Re.
''Kapan Kau siap menjadi CEO ?'' tanya Andre sambil memijat pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut.
''Sebentar lagi ,'' jawab Re tanpa mengalihkan perhatiannya pada ponsel yang ada di tangannya.
''Nanti siang ada meting Kau saja yang menghadiri ,'' ucap Andre memberitahu.
__ADS_1
Re menatap Andre dan terdiam.
''Jam berapa ?'' tanya Re menatap Andre yang memijat pelipisnya.
''Habis jam makan siang ,'' jawab Andre sambil menatap Re berharap Re mau menghadiri meting itu.
''Jam makan siang ya ,'' gumam Re sambil berpikir.
''Bagaimana Re,apa Kamu bisa ?'' tanya Andre berharap Re bisa.
''Baiklah ,'' jawab Re.
Andre tersenyum senang kala Re mengatakan baiklah.
Re kembali fokus pada benda pipih yang ada di tangannya.
Naya kembali mendatangi kantor Pratama Gruop.
''Maaf Nona, yang Anda cari tidak ada di kantor ini .'' ucap Wanita berkaca mata yang ada di belakang meja kerjanya.
Naya terdiam dan menghembuskan nafas panjang.
''Saya ingin bertemu dengan Andre ,'' ucap Naya akhirnya saat terlintas satu nama yang kemarin Ia temui di kantor ini.
''Tapi maaf Nona,beliau sedang menerima tamu .'' ujar Wanita itu saat teringat seseorang masuk ke dalam ruangan Andre.
__ADS_1
Naya memutar bola mata malas saat lagi-lagi Ia tidak di izinkan untuk bertemu dengan Andre.
''Berpikir Naya berpikir,bagaimana caranya agar Kamu bisa masuk ke dalam ruangan Andre,'' ucap Naya dalam hati.
''Saya sudah ada janji dengan Andre ,'' ujar Naya berbohong.
Wanita itu menatap Naya.
''Kalau Kau tidak percaya Aku akan menelpon Andre dan bilang padanya Aku di persulit oleh Kalian ,'' ancam Naya .
wanita itu dan rekannya saling berpandangan,Mereka ragu pada ucapan Wanita yang ada di depannya. Tapi Mereka juga takut kalau yang di ucapkan Wanita itu benar.
''Bagaimana ini ?'' tanya Rekannya lewat pandangan matanya.
Sedangkan Wanita satunya menggelengkan kepalanya tak tahu harus menjawab apa.
Naya tersenyum di dalam hati kala melihat kedua Wanita yang ada di belakang meja saling berpandangan dan bingung.
''Pasti Mereka akan percaya apa yang Aku katakan ,'' ucap Naya dalam hati.
Wajah Naya yang awalnya tersenyum kini berubah pucat saat salah satu Wanita yang ada di belakang meja menelpon Andre dan melaporkan apa yang di ucapkannya tadi.
Wanita itu menatap Naya dan lalu menganggukkan kepalanya setelah mendapat jawaban dari orang yang di telponnya.
Wanita yang bernama Mona itu meletakkan gagang telpon di tempatnya semula dan menatap Naya.
__ADS_1
Naya menelan salivanya susah saat Mona pasti tahu kebohongan yang dibuatnya,pikirnya.
Naya terkejut saat Mona mempersilahkannya masuk dan sudah di tunggu oleh Andre di dalam ruangannya.