Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 68.


__ADS_3

Erli dan Linda melihat Tasya dan Bryan di koridor sekolah,Erli dan Tasya berlari kecil menuju Tasya dan Bryan yang saling bergandengan tangan.


Tasya dan Bryan menghentikan langkah nya saat tiba di depan kelas Tasya. Tasya tersenyum malu-malu saat Bryan menyelipkan rambut Tasya ke belakang telinganya.


''Tasya.....!'' panggil Erli dan Linda bebarengan.


Tasya dan Bryan menoleh saat ada yang memanggil nama Tasya,Tasya tersenyum saat melihat ke dua sahabatnya berjalan ke arahnya.


''Sayang,Aku ke kelasKu ya ,'' pamit Bryan .


Tasya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Bryan mengusap pucuk kepala Tasya, lalu Ia pun berlalu pergi menuju ke kelasnya yang berbeda.


Tasya tersipu malu saat Bryan mrmperlakukannya seperti itu.


''Sya,kamu udah baikan sama curut itu ?'' tanya Linda saat sudah ada di depan kelas mereka.


''Iya,Dia udah jelasin semuanya ,'' jawab Tasya sambil melangkah masuk ke kelasnya.


''Dan Kamu percaya Sya ?'' tanya Erli mengikuti Tasya masuk ke dalam kelas.


Linda juga mengikuti langkah keduanya masuk ke dalam kelas.


''Ya,Aku harus percaya dong,lagian Maya juga sudah menjelaskan .'' jawab Tasya sambil duduk di bangkunya.


Erli dan Linda saling berpandangannya. Lalu Erli dan Linda pun duduk di bangku mereka masing-masing.


Tidak lama kemudian guru datang ke kelas mereka.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain,di atas rooftoop sekolah.


Seorang pria berpenampilan culun, membelakangi pria yang menjadi idola di sekolah mereka.


''Aku tahu apa rencana mu ,'' ucap pria berpenampilan culun melirik sekilas pria yang ada di belakangnya.


''Itu bukan urusanMu Gibran ,'' sahut Bryan sambil melangkah mendekati Gibran yang berdiri di pagar rooftoop.


Kedua tangan Bryan Ia masukkan ke dalam saku celana.


Gibran tersenyum tipis saat melihat Bryan berdiri di sampingnya.


''Kalau Aku sampai melihat Tasya menangis lagi....,''


''Kau mau apa ?'' potong Bryan cepat sambil menatap Gibran tajam.


Bryan menyunggingkan senyum tipis saat Gibran mengamcamnya.


''Lo pikir gue takut sama ancaman Elo ,'' kekeh Bryan sambil menggelengkan kepalanya.


''Lo sampai membuka identitas gue,gue nggak akan segan-segan membuka siapa loe sebenarnya .'' Lanjut Bryan sambil mengamcam Gibran.


Bryan pun meninggalkan Gibran yang berdiri di rooftoop sekolah sambil menatap tempat parkiran.


Mobil Naya memasuki pelataran rumah pemberian Papanya yang hampir satu tahun di tinggalinya bersama Sandi.


Naya mematikan mesin mobil miliknya, Ia pun membuka pintu mobil dan lalu keluar dari dalam mobil.Setelah Naya menutup pintu mobil dan menekan tombol kunci untuk mengunci mobilnya. Naya berjalan menuju pintu rumahnya. Ia pun membuka tas miliknya untuk mengambil kunci rumahnya.Ia pun lalu membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.


Naya bergegas menaiki anak tangga dan langsung menuju di mana kamarnya berada.

__ADS_1


''Nyonya akhirnya pulang ?'' ucap bi mumun saat baru keluar dari kamar majikannya dan tersenyum melihat Naya.


''Saya cuma sebentar,mau ambil barang-barang milik Saya .'' Jawab Naya sambil masuk ke dalam kamar.


Bi Mumun menatap bingung,Ia pun lalu mengejar Naya ingin meminta penjelasan.


''Maksud Nyonya ?'' tanya Bi Mumun menatap bingung pada majikannya.


Naya cuma tersenyum menatap Bi Mumun.


''Bi, koper warna merah ada di mana ?'' tanya Naya saat tidak melihat koper miliknya.


''Ada di kamar sebelah Nya ,'' jawab Bi Mumun.


''Tolong koper itu bawa ke sini ya Bi ,'' pinta Naya.


Walaupun Bi Mumun bingung koper itu untuk apa,tapi Ia mengambilkan nya juga.


Bi Mumun masuk kembali ke kamar Naya sambil membawa koper yang Ia ambil di kamar sebelah.


''Terima kasih Bi ,'' ucap Naya sambil meletakkan koper di atas kasur dan membuka koper itu.


Naya membuka lemari baju miliknya dan mulai memasukkan baju-baju miliknya ke dalam koper.


''Nyonya mau kemana ?'' tanya Bi Mumun mendekati Naya yang sedang sibuk mencari surat berharga di dalam lemari,dan mencari beberapa perhiasan miliknya.


''Bi,di mana perhiasan dan surat rumah ini ?'' tanya Naya saat tidak menemukan barang yang Ia cari.


''Apa Kamu mencari ini Naya ?

__ADS_1


__ADS_2