Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 172.


__ADS_3

Re di temani Ahmad menuju rumah pak Rt, mereka berhenti di depan rumah yang cukup bagus di kampung itu.


Ahmad mengetuk pintu yang ada di depannya, sedangkan Re berdiri di belakang Ahmad.


Tidak lama kemudian pintu yang ada di depannya terbuka, keluarlah seorang pria bertubuh gempal dan berkumis. pria itu memakai kaos oblong dan cuma sarung saja di bagian bawahnya, pria itu menatap tidak suka pada Ahmad.


"Ada perlu apa kau Ahmad, apa ayahmu untuk berhutang lagi?'' tanya pria bertubuh gempal ini dengan nada tak suka.


''Tidak pak Rt, kedatangan saya datang kemari ingin mengantar kakak ini untuk bertemu dengan pak Rt.'' jawab Ahmad sambil menunjuk di mana Re berdiri di belakangnya.


Pria berperut buncit itu menatap pria muda yang berdiri di belakang Ahmad, ia menatap penampilan pria itu yang sepertinya bukan dari kampung ini.


"Ayo silakan masuk ,'' ajak Pria berperut buncit sambil masuk ke dalam rumahnya itu.


Re masuk ke dalam rumah pria berperut buncit itu, dan di ikuti oleh Ahmad di belakangnya.


''Silakan duduk ,'' suruh Pria berperut buncit sambil menunjuk kursi sofa yang ada di dekat pintu.


Re mengangguk dan ia menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi itu, Ahmad juga ikut duduk di samping Re.


''Ndok....,Ndok....,'' panggil Pria berperut buncit itu.


Tidak lama kemudian seorang gadis keluar dari dalam salah satu ruangan.


''Ono opo pak ?'' tanya gadis itu.


''Ono tamu, gawek ke wedang .''


''Enjeh .''


Gadis itu kembali masuk ke dalam .

__ADS_1


''Perkenalkan nama bapak Joko ,dan adek ini siapa dan dari mana?'' tanya bapak yang bernama Joko.


''Saya Re pak,dan Saya dari kota.'' Jawab Re.


Tidak lama kemudian anak pak Joko keluar dari dapur sambil membawa baku dan di atasnya tiga cangkir teh, gadis itu memindahkan satu persatu gelas-gelas itu dari baki ke atas meja.


''Kenalkan ini anak saya,Puspa dia baru lulus sekolah .'' Ucap Joko memperkenalkan putrinya.


Gadis itu malu-malu menatap pria tampan yang sedang duduk di dekat ahmad,sejak tadi Ia mencuri-curi pandang menatapnya.


Gadis itu duduk di samping ayahnya sambil tersenyum malu-malu menatap malu-malu pria yang berkunjung ke rumahnya, gadis itu berpikir pria itu pasti kaya. Dari cara berpakaiannya saja berbeda dengan pria-pria di kampung ini, dia harus bisa menjerat pria ini.


Re melepas kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya,ia tidak mempedulikan gadis yang sejak tadi mencuri pandang ke arahnya.Itu sudah hal biasa bagi dirinya, berbeda saat dirinya berpenanpilan culun dulu, tidak ada yang melirik dirinya sama sekali.


"Adek ini keperluan apa datang ke rumah saya?" tanya Pak Joko.


''Kedatangan saya kemari untuk meminta izin.......,''


Re terkesiap saat ucapannya belum selesai sudah di potong,ini orang kepedean sekali,pikir Re sambil menggelengkan kepalanya.


Sedangkan gadis di samping pak Joko tersenyum-senyum sendiri.


''Maaf pak, bapak salah paham.'' Jelas Re.


Bapak itu malu sekali karna sudah memotong pembicaraan anak muda itu, sedangkan gadis di samping pak Joko salah tingkah karna sudah mengira pria itu akan melamarnya.


''Maaf pak saya sudah menikah.'' Ucap Re sambil menunjuk cincin yang ada di jari manisnya.


''Maaf, maaf , saya salah paham.''


''Tak apa pak.''

__ADS_1


''Adek ini datang ke kampung kami, ada tujuan dan niatan apa?'' tanya Joko.


Gadis itu buru-buru masuk ke dalam karna malu.


''Saya bermaksud ingin membangun kamar mandi umum di kampung ini, dan ingin meminta izin untuk membuat pabrik di kampung ini.''


''Oh sebaiknya adek ini langsung saja ke kantor desa untuk meminta izin,tapi kantor desa di sini jauh.''


''Tak masalah bapak bisa antar saya.''


''Tentu saya akan mengantar adek.''


Setelah di sepakati besok pagi mereka pergi ke kantor desa,Re pamit dari rumah pak Rt.


Re dan Ahmad menyusuri jalan dan berpapasan dengan banyaknya warga yang berlalu lalang di jalan itu.


''Saudara mu Mad ?''


''Iya ,dari kota .''


Setiap orang yang melihat menatap pria tampan itu.


Sesampainya mereka di rumah Ahmad, Re tersenyum menatap gadisnya yang duduk di teras,Re mendekat dan akan memeluk gadisnya.


Erli menahan dada pria itu.


''Ada apa hem ?'' tanya Re mengangkat alisnya sebelah.


''Malu ini di kampung, banyak orang yang berlalu lalang.'' Sahut Erli.


Re menatap sekeliling, memang benar banyak orang yang berlalu lalang di kampung ini.

__ADS_1


__ADS_2