
Di dalam gedung hotel yang sama,di dalam sebuah ballroom hotel terdapat pesta pernikahan yang megah antara Rara dan Mahendra.Itu sebabnya Tasya tak hadir di acara pernikahan Sandrina dan Andre,karna tepat di hari itu pernikahan kakak nya di langsungkan.
Tasya menghampiri Rara dan Mahendra yang berdiri di pelaminan.
''Selamat ya kak,atas pernikahan kalian ,'' ujar Tasya sambil mencium pipi Rara.
''Terima kasih Sya ,'' balas Rara tersenyum menatap Tasya.
Rara pun beralih menatap Mahendra yang terlihat tampan dengan jas berwarna putih yang di kenakan nya.
''Selamat ya kak Hendra , dan jangan lupa cepat beri Aku keponakan yang lucu .'' Ucap Tasya sambil terkekeh melihat Rara yang merona malu.
''Di mana Abang Kamu,kok kakak tidak melihat nya sedari tadi ?'' tegur Mahendra saat tidak melihat keberadaan Re dan Andre.
''Abang katanya sih datang terlambat ,'' sahut Tasya.
Tasya melangkah turun dari pelaminan, Ia tidak sengaja menabrak bahu seorang Pria yang akan melangkah ke pelaminan.
''Maaf,saya tidak sengaja ,'' ucap Tasya sambil menatap pria yang baru di tabrak nya.
''Tak apa ,'' sahut Pria itu dingin sambil berlalu melanjutkan langkahnya yang akan menaiki pelaminan.
Tasya terdiam Ia menatap punggung Pria itu,Ia seperti pernah melihat pria itu. Tapi Ia pernah melihat nya di mana pikirnya.
Rania menghampiri Tasya yang terbengong di dekat pelaminan.
''Sya ,'' panggil Rania sambil menepuk bahu Tasya.
Tasya tersentak kaget dan menoleh menatap Mama nya yang sedang menatap nya.
''Ada apa Sya ?'' tanya Rania sambil menatap arah pandang Tasya.
''Tidak ada apa-apa Ma ,'' sahut Tasya tersenyum.
''Ma,Tasya haus,Tasya mau ambil minum dulu ya .'' Pamit Tasya langsung segera pergi meninggalkan mamanya.
Rania menggelengkan kepala nya saat tahu pasti Tasya menghindari nya,
''Dasar anak itu ,'' gerutu Rania sambil menatap punggung putri nya yang akan mengambil minum.
Rania kembali menghampiri Pratama dan besan nya yang sedang membicarakan masalah bisnis.
''Gak di rumah,gak di kantor bahas nya cuma bisnis saja .'' Gumam Rania dalam hati sambil memutar bola mata malas saat melihat ke dua pria paruh baya yang sedang asik mengobrol.
Rania tersenyum saat melihat putra ke duanya memasuki ballroom hotel seorang diri.
__ADS_1
''Sebentar ya Sayang ,'' bisik Rania di telinga suami nya.
''Mau ke mana ?'' tanya Pratama sambil mencekal lengan Rania.
Rania memutar bola mata malas saat Pratama nya masih saja posesif terhadap nya,jelas-jelas mereka itu tidak lagi muda.
Ke dua besan nya mengulum senyum saat melihat ke posesifan Pratama terhadap istrinya,
''Aku mau menghampiri putra Ku sebentar ,'' jawab Rania sambil tersenyum malu saat melihat ke dua besan nya yang mengulum senyum.
Pratama menatap Re yang baru masuk dan berhenti tepat di depan Tasya.
Pratama mengangguk dan membiarkan Rania menghampiri putra dan putri nya.
Rania melangkah mendekati Re yang sedang menikmati Wine nya di temani oleh Tasya.
''Re dari mana kamu?jam segini kok baru datang ?'' tanya Rania menatap tajam putra nya.
''Re ada urusan Ma ,'' sahut Re sambil menuang Wine ke dalam gelasnya.
''Lalu di mana Andre ?'' tanya Rania yang tidak melihat keberadaan putra angkat nya.
''Dia ada urusan jadi tidak bisa datang menghadiri pernikahan Rara dan Hendra ,'' jawab Re sambil melirik Mamanya.
''Jeng Rania ,'' panggil Wanita seumuran dengan dirinya.
Rania menatap wanita yang memanggil nya,Ia tersenyum saat melihat Wanita yang seumuran dengan dirinya bersama Wanita muda di sebelah nya.
''Hai jeng Inka ,'' sapa Rania sambil berdiri dari duduknya.
Rania mencium pipi Inka dan beralih menatap gadis muda yang ada di samping Inka.
''Gadis cantik ini siapa ?'' tanya Rania sambil tersenyum menatap gadis muda di sebelah Inka.
''Kenalkan ini putri Ku,nama nya Gisel .'' jawab Inka sambil melirik putrinya.
''Gisel Tante ,'' sahut Gisel sambil menjabat tangan Rania dan mencium punggung tangan nya.
Rania tersenyum menatap Gisel dan mengusap kepalanya saat Gisel mencium punggung tangan nya,
''Putri mu cantik ,'' puji Rania.
''Rania,siapa pria tampan,dan gadis cantik ini ?'' tanya Inka sambil melirik Seorang gadis dan seorang pemuda yang sedang duduk santai di kursi nya.
Rania beralih menatap putra dan putri nya yang duduk santai di kursi nya.
__ADS_1
''Perkenalkan ini putra dan putri Ku ,'' sahut Rania sambil menyenggol lengan Re dan Tasya.
Tasya berdiri dari duduk nya dan menyalami tangan Inka dan Gisel.
Re dengan malas menjabat tangan Inka dan Gisel.
Gisel sesekali mencuri pandang menatap Re yang sejak tadi menatap layar ponsel nya.
Re sesekali menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Inka dan Gisel.
Sedangkan Rania dan Tasya tertawa saat mendengar hal lucu yang di ceritakan oleh Inka.
''Mau kemana Re ?'' tanya Rania saat melihat Re akan beranjak dari duduk nya.
''Re mau ke toilet sebentar ,'' jawab Re sambil berlalu meninggalkan Mamanya.
Gisel menatap punggung Re yang berlalu pergi meninggalkan meja nya.
Inka tersenyum saat menyadari putri nya menatap kagum pada Re.
Inka berharap dirinya bisa berbesanan dengan keluarga terkaya di kota mereka.
Tasya memutar bola mata malas saat melihat Gisel yang menatap Abang nya. Tasya tidak menyukai Gisel,entah kenapa Tasya pertama kali melihat nya tidak menyukai Gisel sama sekali.
''Tasya mau ke mana ?'' tanya Rania sambil menatap Tasya yang hendak beranjak dari duduk nya.
''Tasya mau menyusul Abang Ma,kenapa Abang lama sekali .'' Sahut Tasya sambil tersenyum kikuk menatap Mama nya.
''Tasya biar,Gisel ikut dengan Kamu ,'' pinta Inka sambil menatap Tasya.
Dengan terpaksa Tasya pun mengajak Gisel bersama nya.Walaupun Ia beralasan namun tetap saja Mama dan Tante Inka terus membujuk nya.
Rara berdiri di pelaminan menatap Tasya yang tak nyaman mengobrol bersama Gadis yang ada di sebelah nya.
Sesekali Gisel mengajak Tasya berbicara.Tapi Tasya cuma menjawab dengan deh eman dan anggukan saja.
''Kamu masih sekolah Sya ?'' tanya Gisel sambil mengambil kue yang ada di atas meja.
Tasya cuma menjawab dengan anggukan kepala saja sambil mengunyah kue yang baru saja Ia masukkan ke dalam mulutnya.
Gisel pun tersenyum kecut saat tidak mendapat respon dari Tasya.
''Di mana kakak Mu ?'' tanya Gisel sambil mencari keberadaan pria tampan yang di incar nya.
Tasya cuma mengendikkan bahu nya tak peduli.Ia masih sibuk dengan kue-kue yang ada di hadapannya tanpa mempedulikan keberadaan Gisel yang ada di sampingnya.
__ADS_1