
Sandi memukul setir mobilnya saat tidak mendapati mobil Tara di jalanan.
''Sial,kemana perginya wanita itu .'' Umpat Sandi sambil celingukan mencari keberadaan mobil Tara.
Sandi akhirnya memutuskan untuk tidak mencari mobil yang di kendarai Tara.
Keesokan paginya.
Erli sudah siap dengan seragam sekolah nya.Sebelum berangkat ke sekolahnya, Erli menyempatkan dirinya untuk datang ke rumah sakit terlebih dahulu.Erli membuka ruang rawat papanya,Erli pun tersenyum saat mendapati papanya yang semakin hari keadaannya semakin membaik.
''Pagi Pa ,'' sapa Erli sambil melangkah mendekati Papanya.
Wijaya tersenyum menatap putrinya,
''Mama kemana Pa ?'' tanya Erli saat tak melihat mamanya di ruangan itu.
''Mama kamu lagi keluar ,'' sahut Wijaya.
Cklek.
Pintu ruangan di buka dari luar,Tari masuk ke dalam ruangan itu dan tersenyum menatap Erli yang sedang menatapnya.
''Mama dari mana ?'' tanya Erli sambil menghampiri Mamanya.
''Mama habis beli ini buat PapaMu ,'' jawab Tari sambil menunjukkan paperbag berisi buah yang ada di tangannya.
''Mama punya kabar gembira buat kamu Sayang ,'' ucap Tari sambil tersenyum menatap Suaminya yang sedang tersenyum menatapnya.
''Apa itu Ma ?'' tanya Erli penasaran kabar gembira apa yang di maksud Mamanya.
''PapaMu siang ini sudah di izinkan untuk pulang ke rumah lo sayang .'' Sahur Tari memberitahu kabar kepulangan suaminya.
''Benarkah itu Ma ?'' tanya Erli memastikan.
Tari menganggukkan kepalanya.
Erli tersenyum senang saat mendengar kabar kepulangan Papanya dari rumah sakit.
Erli menatap jam yang ada di dinding rumah sakit.
''Ma,Pa Erli ke sekolah dulu ya soalnya hari ini ada ujian .'' Pamit Erli sambil menyalami kedua orang tuanya.
''Iya Sayang ,'' sahut Wijaya sambil mengusap pucuk kepala Erli.
''Papa tunggu di rumah ya ,'' ucap Wijaya lagi sebelum Erli keluar dari ruang rawat nya.
__ADS_1
Erli menjawab dengan anggukan kepala, setelah itu Ia bergegas keluar dari ruang rawat papanya dan keluar dari gedung rumah sakit.
Saat Erli tiba di depan rumah sakit, sebuah mobil tepat berhenti di sampingnya.
Erli melongokkan kepalanya saat kaca jendela mobil bagian belakang di turunkan oleh pemilik mobil mewah itu.Erli membulatkan matanya terkejut saat melihat Re yang ada di dalam mobil.
''Masuk ,'' titah Re tanpa mengalihkan perhatiannya dari benda pipih yang ada di tangannya.
Re mengalihkan perhatiannya pada benda pipih yang ada di tangannya saat tidak ada pergerakan dari Erli yang akan membuka pintu mobil.Re menatap Erli yang terdiam di tempatnya.
Erli tersentak kaget saat Re menarik pergelangan tangannya untuk masuk ke dalam mobil,dan Erli tepat duduk di pangkuan Re.Mata ke duanya saling berpandangan.
''Ehemm ,Apa kau ingin terus seperti ini sayang ?'' goda Re sambil berdehem.
''Eh ,''
Erli buru-buru turun dari pangkuan Re dan segera duduk di sampingnya.Erli pun memalingkan wajahnya menatap jalanan lewat kaca mobil yang ada di sebelahnya.
Re lalu segera menutup pintu mobil.
Sedangkan Aldo yang duduk di kursi pengemudi mengulum senyumnya.
Aldo pun segera melajukan mobil milik Tuannya meninggalkan gedung rumah sakit.
''Papa sudah semakin baik bang,dan siang ini papa sudah di perbolehkan pulang .'' Jawab Erli tanpa mengalihkan perhatiannya yang menatap jalanan yang ada di sampingnya.
''Bagus kalau papa sudah baik-baik saja, dengan begitu Aku bisa secepatnya memberitahu pernikahan Kita .'' Seru Re sambil menatap punggung Erli.
Erli terkejut dengan apa yang barusan Ia dengar.Ia langsung menoleh menatap Re yang sedang tersenyum penuh arti ke arahnya.
''Apa-apan Pria ini,jangan tersenyum seperti itu Bang,adek gak tahan melihatnya .'' Batin Erli saat menatap Re yang tersenyum menatapnya, seakan-akan dirinya terhipnotis melihat senyuman dari Re.
Erli tersadar dari rasa keterkejutannya dan segera menggelengkan kepalanya.
''Aku mohon jangan beritahu papa sekarang Bang ,'' pinta Erli sambil menatap Re yang sedang menatapnya lekat.
''Kenapa,bukankah tadi Kamu yang bilang papa sudah baik-baik saja ?'' tanya Re sambil mengerutkan keningnya.
''Iya memang benar papa sudah baik-baik saja,tapi Aku takut kalau papa mendengar kalau putri kesayangannya sudah menikah,papa akan sakit lagi .'' Sahut Erli sambil memberi alasan yang masuk akal.
''Bukankah yang sakit luarnya saja,bukan jantungnya atau telinganya,dengan begitu papa akan bisa mendengar dengan baik .'' Bantah Re yang tidak mau mengerti.
Ketika Erli akan membuka suaranya.
''Tidak ada penolakan lagi ,'' ucap Re cepat menghentikan Erli yang akan membuka bibirnya.
__ADS_1
''Maaf Tuan,Nona......,'' ucapan Aldo tercekat di tenggorokan saat ke dua Tuannya menatapnya tajam.
''Diam.....!'' bentak Erli dan Re bersamaan sambil menatap Aldo yang ada di kursi pengemudi dengan tajam.
Aldo menelan salivanya susah saat melihat Re menatapnya dengan tajam.
Re yang menyadari Aldo tidak melajukan mobilnya pun menegurnya.
''Aldo kenapa berhenti ?'' tegur Re.
''Maaf Tuan,Kita sudah sampai di depan sekolah Nona .'' jawab Aldo sambil menunduk takut.
Re menatap sekeliling,dan benar saja mereka telah berhenti di depan gerbang Sekolah SMK PELITA.
Erli pun baru tersadar saat menoleh dan dirinya tepat berhenti di depan gerbang sekolahnya.
''Kenapa tidak bilang dari tadi ,'' sungut Erli sambil akan membuka pintu.
Aldo cuma bisa menghembuskan nafas kasar tanpa ada niatan untuk membalas ucapan Erli.
Erli menghentikan gerakannya yang akan membuka pintu saat lengannya di pegang oleh seseorang,siapa lagi kalau bukan suaminya yang memegang lengannya.Erli menatap kesal suaminya yang memegang lengannya.
''Nanti Aku jemput ,''
''Hmmm ,''
''Apa lagi ?'' tanya Erli saat Re tak juga melepas lengannya.
Re mengecup kening Erli cukup lama. Setelah itu Ia pun menyudahi mencium kening Erli dan melepas lengan Erli yang di pegangnya.
Erli menatap sekilas Aldo yang menatap ke arah lain dan Aldo memilih pura-pura tidak melihat saat Re mencium kening Erli.
''Apa kau ingin Aku cium di tempat yang lain ,'' ujar Re sambil melirik Erli yang belum keluar dari dalam mobilnya.
Blus
Pipi Erli merona merah.
''Eh apa katanya ,tidak....tidak....Aku tidak mau .'' Batin Erli menolak dengan keras.
Erli buru-buru keluar dari dalam mobil dan menahan kekesalan terhadap Re.
Sedangkan Aldo menahan tawanya saat melihat Erli yang buru-buru keluar dari dalam mobil.
Sedangkan Re menyunggingkan senyum tipis saat melihat gadisnya ketakutan saat dirinya menggodanya ingin mencium di tempat yang lain.
__ADS_1