Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 51


__ADS_3

Samuel keluar dari apartemen setelah membereskan ruangan yang berantakan.


Samuel bergegas menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya.Ia pun melajukan mobilnya keluar dari basmen apartemen menuju ke sekolah gadis itu.


Sesampainya Samuel di depan gerbang sekolah tempat gadis itu berada.Samuel keluar dari dalam mobil dan bersandar di pintu mobil miliknya.


Tidak lama kemudian Samuel melihat beberapa siswa dan siswi keluar dari gerbang sekolah.Samuel melambaikan tangannya saat melihat Erli yang melihatnya.


Erli dengan terpaksa menghampiri Samuel.Ia pun buru-buru masuk ke dalam mobil milik Samuel,sebelum teman-temannya melihat.


Samuel pun melajukan mobilnya atas perintah dari Erli.


Sedangkan di tempat lain.


Naya dan Raya sedang makan siang di salah satu restoran milik Pratama.


Saat mereka sedang asik berbicara,Raya tidak sengaja melihat Pria yang Ia kenal.


Raya pun memicingkan matanya ingin memastikan apa yang Ia lihat itu tidak salah.


''Nay,coba deh lo lihat itu .'' tunjuk Raya pada Pria yang sedang menjabat tangan seorang Pria.


Naya pun dengan malas melihat arah tunjuk Raya.Dan Ia pun mengembangkan senyumnya saat melihat Re yang ada di restoran itu.


''Nay , lo mau kemana ?'' tanya Raya yang melihat Naya beranjak dari duduknya.


Naya cuma menanggapi dengan tersenyum misterius sambil membawa gelas minumannya.

__ADS_1


Raya menggelengkan kepalanya saat melihat kenekatan Naya.


Re tidak menyadari kalau Naya berjalan ke arahnya.Saat Ia membalikkan badannya,Naya dengan sengaja menumpahkan minuman yang Ia bawa hingga mengenai dada Re.


''****,Sial .'' umpat Re.


Re menghentikan gerakan tangan yang ingin menyentuh dadanya.Lalu Ia pun menatap tajam pada Wanita di depannya.


Sedangkan Naya tersenyum saat mendapat tatapan tajam dari Re.


''Maaf,Aku tidak sengaja .'' ucap Naya sambil tersenyum menatap Re.


Re menghempaskan tangan Naya yang ingin memegang dadanya.Tanpa mengatakan apa-apa Re berlalu pergi meninggalkan Naya.


''Tunggu Re .'' Naya menghentikan langkah Re dengan memegang lengannya.


''Oke, maaf .'' Naya menatap Re dengan tersenyum dan melepas tangannya yang memegang lengan Re.


''Ada yang ingin Aku tanyakan ,'' ujar Naya saat melihat Re ingin berlalu pergi meninggalkannya.


Re menghentikan langkahnya dan berbalik menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Naya pun duduk di depan Re setelah Re duduk di kursi.


''Apa yang ingin Kau tanyakan ?'' tanya Re sambil menatap arlojinya kembali.


''Aku hanya ingin tahu siapa yang membebaskan papaKu ?'' tanya Naya.

__ADS_1


''Tidak ada urusannya denganMu ,'' jawab Re datar.


''Siapa bil....,''


''Cukup,waktuMu sudah habis .'' potong Re cepat sambil beranjak dari duduknya.


Naya mengeram kesal melihat kepergian Re.


''Aku nggak akan nyerah Re,Kamu pasti akan jadi milikku ,'' ucap Naya sambil melihat punggung Re yang keluar dari restoran.


Raya menghampiri Naya dan menepuk bahunya.Naya menatap Raya yang berdiri di sampingnya.


''Ayo Kita kembali ke kantor ,'' ajak Raya.


Naya pun beranjak dari duduknya dan keluar dari restoran bersama Raya.


Sedangkan di tempat lain.


Tasya yang sedang menunggu mobil taksi online yang di pesannya.Di kejutkan dengan seseorang yang memeluknya dari belakang.Tasya ingin memberontak agar terbebas dari orang yang memeluknya.


''Maaf..,'' ucap Pria yang memeluk Tasya dari belakang.


Deg.


Tasya diam membeku setelah mendengar suara yang tak asing di telinganya.Ia kembali meneteskan air matanya saat tahu siapa yang memeluknya dari belakang.


Sedangkan tidak jauh dari mereka, seorang pemuda mengepalkan tangannya saat melihat pemandangan yang membuatnya sesak.terlebih melihat Tasya yang meneteskan air matanya.Ingin rasanya Ia memukul Pria yang membuat Tasya kembali menangis.

__ADS_1


__ADS_2